Panduan Kita

Cara mengurus surat pindah domisili

Pindah rumah antar kota atau provinsi? Surat pindah domisili memindahkan data KK dan KTP lewat Dukcapil asal dan tujuan. Simak alur, syarat, dan biayanya.

Oleh Dewi Lestari 10 menit baca
Cara mengurus surat pindah domisili
Foto: libraryofcongress (CC0 1.0) via rawpixel

Kamu baru saja pindah kerja ke kota lain, kontrak rumah sudah diteken, tapi KTP-mu masih beralamat di kota lama. Saat mau daftar layanan kesehatan, buka rekening di cabang dekat rumah baru, atau mendaftarkan anak sekolah, alamat yang tidak cocok langsung jadi penghambat. Di sinilah surat pindah domisili berperan: ini bukan sekadar formalitas, melainkan cara resmi memindahkan data kependudukanmu - KK dan KTP - dari alamat lama ke alamat baru lewat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Kabar baiknya, prosesnya sudah jauh lebih sederhana dibanding beberapa tahun lalu. Banyak daerah kini memangkas syarat berlapis dan sebagian menyediakan layanan online untuk antre atau unggah berkas. Kabar yang perlu kamu sadari: ketentuan detail seperti syarat surat pengantar, biaya, sampai berapa lama prosesnya berbeda antar daerah dan bisa berubah. Jadi anggap panduan ini sebagai peta alur umum, dan selalu konfirmasi detail terbaru ke Dukcapil tempat kamu mengurus.

Kenali dulu jenis pindah domisili kamu

Tidak semua kepindahan diperlakukan sama. Yang menentukan seberapa panjang urusannya adalah seberapa jauh kamu pindah secara wilayah administrasi:

  • Dalam satu kelurahan atau desa. Paling ringkas. Umumnya cukup memperbarui alamat di KK tanpa perlu bolak-balik dua kantor.
  • Antar kelurahan atau antar kecamatan dalam kota yang sama. Perubahan alamat di KK, dan tergantung daerah bisa perlu penerbitan KK baru.
  • Antar kabupaten atau kota. Melibatkan Surat Keterangan Pindah dari daerah asal dan penerbitan KK baru di daerah tujuan.
  • Antar provinsi. Level paling panjang, tetap lewat jalur SKP dari daerah asal lalu SKPD di daerah tujuan.

Menentukan level ini di awal penting karena memengaruhi dokumen yang kamu bawa, apakah perlu mendatangi dua kantor, dan berapa lama kira-kira prosesnya. Kalau kamu ragu masuk kategori mana, sebutkan alamat lama dan alamat baru saat bertanya ke Dukcapil, dan petugas akan mengarahkan jalur yang tepat.

Dokumen yang perlu kamu siapkan

Inti dari semua pengurusan kependudukan adalah dokumen asli yang datanya konsisten. Untuk pindah domisili, siapkan minimal:

  • KK (Kartu Keluarga) asli. Ini dokumen utama yang datanya akan diubah.
  • KTP-el semua anggota keluarga yang ikut pindah.
  • Surat pengantar RT, RW, dan kelurahan bila daerahmu masih memintanya (banyak daerah kini tidak lagi mewajibkan, tapi jangan berasumsi).
  • Dokumen pendukung seperti akta kelahiran, buku nikah, atau bukti tempat tinggal, untuk berjaga bila petugas perlu verifikasi tambahan.

Sebelum berangkat, cek satu hal yang sering bikin berkas tertahan: kesesuaian data. Nama, tanggal lahir, dan NIK di KK harus sama persis dengan yang di KTP. Kalau ada selisih satu huruf atau angka pun, urus koreksinya lebih dulu, karena memperbaiki data di tengah proses pindah bisa memperlambat semuanya. Rapikan semua dokumen dalam satu map supaya tidak ada yang tertinggal saat antre.

Untuk situasi khusus, dokumen tambahan mungkin diminta. Pindah karena menikah kadang perlu buku nikah untuk menggabung KK. Pindah datang dari luar negeri punya jalur tersendiri yang melibatkan dokumen keimigrasian. Kalau kasusmu tidak biasa, sebutkan sejak awal saat bertanya ke Dukcapil agar petugas menyiapkan persyaratan yang tepat dan kamu tidak bolak-balik ke kantor untuk berkas yang sebenarnya bisa dibawa sekaligus.

Alur dua kantor: Dukcapil asal dan Dukcapil tujuan

Untuk kepindahan antar kabupaten, kota, atau provinsi, alurnya bertumpu pada dua dokumen dan dua kantor. Memahami logikanya membuat prosesnya terasa jauh lebih masuk akal.

Langkah pertama ada di daerah asal. Kamu datang ke Dukcapil tempat KK lama terdaftar untuk mengajukan Surat Keterangan Pindah (SKP). Petugas memverifikasi data, lalu menerbitkan SKP yang mencantumkan siapa saja yang pindah, alamat asal, dan alamat tujuan. Begitu SKP terbit, nama yang pindah dikeluarkan dari KK lama. SKP inilah yang jadi jembatan ke daerah baru, jadi jaga betul dokumennya.

Langkah kedua ada di daerah tujuan. Kamu membawa SKP ke Dukcapil di alamat baru untuk mengurus Surat Keterangan Pindah Datang (SKPD) sekaligus penerbitan KK baru dengan alamat tujuan. Kalau kamu menumpang di KK keluarga yang sudah ada di sana, datamu digabung ke KK itu dengan persetujuan kepala keluarga. Kalau kamu membentuk rumah tangga sendiri, kamu mendapat KK baru atas namamu.

Setelah KK baru jadi, barulah KTP-el diperbarui dengan alamat baru. Karena melibatkan dua kantor, kepindahan antar wilayah sebaiknya tidak dikejar di menit terakhir. Beri jeda beberapa hari, apalagi kalau salah satu Dukcapil butuh waktu proses.

Satu kebiasaan kecil yang menyelamatkan banyak orang: fotokopi atau foto SKP sebelum menyerahkannya di daerah tujuan. Kalau dokumen asli tertahan atau hilang di tengah perjalanan antar kota, salinan itu memudahkan penelusuran. Simpan juga catatan tanggal kamu mengurus di tiap kantor, nama loket, dan nomor antrean, supaya kamu punya rujukan yang jelas kalau perlu menanyakan status permohonan.

Soal biaya, denda, dan calo

Bagian ini paling sering bikin orang salah paham, jadi mari jujur soal apa yang bisa dan tidak bisa dipastikan. Ketentuan biaya, ada tidaknya retribusi, sampai sanksi keterlambatan berbeda antar daerah dan bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu panduan ini sengaja tidak menyebut angka pasti. Cara paling benar: tanyakan langsung rincian biaya dan syarat terbaru ke loket Dukcapil atau situs resmi pemerintah daerahmu sebelum mengurus.

Soal denda keterlambatan, beberapa daerah pernah menerapkannya, sebagian sudah menghapus, dan besarannya berbeda-beda. Jangan berpatokan pada nominal yang kamu dengar dari orang lain, karena bisa jadi sudah tidak berlaku atau tidak sama di daerahmu.

Yang perlu kamu waspadai adalah calo. Untuk urusan resmi, kamu tidak perlu membayar uang percepatan ke perorangan. Kalau memang ada komponen biaya resmi, itu tercantum jelas dan dibayar lewat kanal resmi, bukan diselipkan ke tangan seseorang. Jasa yang menjanjikan proses kilat dengan bayaran tidak jelas justru berisiko: datamu bisa disalahgunakan, atau kamu membayar untuk sesuatu yang sebenarnya bagian dari layanan biasa. Ikuti alur resmi, dan tanyakan langsung ke petugas kalau ada yang membingungkan.

Layanan online dan aplikasi resmi: sejauh mana bisa dari rumah

Sekarang banyak Dukcapil menyediakan kanal digital, tapi penting menaruh ekspektasi yang tepat supaya kamu tidak kecewa di tengah jalan. Secara nasional, Dukcapil mendorong Identitas Kependudukan Digital (IKD), yaitu KTP dalam bentuk aplikasi di ponsel. Di luar itu, sejumlah daerah punya portal atau aplikasi sendiri untuk mengambil nomor antrean, mengunggah berkas, atau memantau status permohonan. Nama dan alur aplikasi ini bisa berubah, jadi selalu cek versi terbaru dan pastikan kamu mengunduh dari sumber resmi.

Hal yang perlu digarisbawahi: banyak layanan ini belum sepenuhnya menghilangkan kunjungan ke kantor. Aktivasi IKD, misalnya, umumnya masih mengharuskan kamu datang sekali untuk verifikasi wajah. Perekaman atau pembaruan biometrik untuk KTP-el juga biasanya butuh kehadiran langsung. Jadi manfaatkan kanal online untuk memangkas antrean dan menyiapkan berkas, tapi jangan berasumsi seluruh proses bisa selesai dari rumah.

Kalau kamu ingin tahu apakah daerahmu punya layanan online untuk pindah domisili, cara paling pasti adalah menengok situs resmi Dukcapil setempat atau menelepon kantornya. Petugas bisa memberi tahu kanal mana yang aktif dan langkah mana yang tetap harus dilakukan secara langsung.

Kesalahan umum yang bikin proses tersendat

Beberapa hambatan muncul berulang, dan hampir semuanya bisa dicegah dengan persiapan:

  • Data KK dan KTP tidak sinkron. Selisih satu huruf pada nama atau satu angka pada tanggal lahir bisa menahan berkas. Cek dan samakan sebelum mengurus.
  • Menganggap semua daerah sama. Syarat surat pengantar, kanal online, dan waktu proses berbeda-beda. Yang berlaku di kota lama belum tentu berlaku di kota tujuan.
  • Melewatkan langkah di daerah asal. SKP dari Dukcapil asal adalah syarat sebelum daerah tujuan bisa menerbitkan KK baru. Langkah ini tidak bisa dilompati.
  • Mengurus mepet waktu. Karena bisa melibatkan dua kantor dan ketersediaan blangko KTP, jangan menargetkan KTP baru jadi tepat di hari kamu membutuhkannya.
  • Tergoda calo. Proses yang terasa berbelit membuat sebagian orang mencari jalan pintas berbayar. Padahal alur resmi bisa kamu tempuh sendiri, dan data pribadimu lebih aman di tanganmu.

Kalau kamu sudah pindah jauh dan sulit kembali ke daerah asal untuk mengurus SKP, tanyakan ke Dukcapil tujuan atau asal apakah ada mekanisme yang membantu, misalnya lewat perwakilan dengan surat kuasa atau kanal antar-daerah. Ketentuannya berbeda-beda, jadi konfirmasi dulu sebelum menempuh perjalanan jauh yang mungkin tidak perlu. Bertanya lebih dulu hampir selalu lebih murah daripada bolak-balik menebak sendiri.

Setelah alamat baru resmi: dokumen yang ikut berubah

KK dan KTP dengan alamat baru bukan garis akhir. Alamat adalah data yang dipakai banyak layanan, jadi sisihkan waktu untuk menyelaraskan dokumen turunan agar tidak ada masalah di kemudian hari:

  • BPJS Kesehatan. Perbarui data faskes agar sesuai domisili baru. Ini bisa dilakukan lewat aplikasi Mobile JKN, dengan catatan alur aplikasi bisa berubah, jadi ikuti panduan versi terbaru.
  • BPJS Ketenagakerjaan. Sesuaikan data alamat, terutama kalau berkaitan dengan pekerjaan baru.
  • Rekening bank. Alamat di bank sering dipakai untuk verifikasi dan pengiriman dokumen. Sekalian perbarui bila ada data lain yang berubah, seperti dalam panduan cara ganti nomor di akun bank.
  • Kendaraan. Kalau kamu pindah wilayah samsat, data STNK dan pajak kendaraan mungkin perlu disesuaikan.
  • Sekolah, kampus, dan kantor. Kabari pihak yang menyimpan alamatmu, dan urus surat pindah sekolah untuk anak bila perlu.

Untuk urusan rumah tangga di alamat baru, kamu juga mungkin perlu mengaktifkan atau memeriksa layanan seperti listrik. Panduan cara cek tagihan PLN online bisa membantu memastikan tagihan di rumah baru terpantau sejak awal.

Buat daftar centang sederhana untuk semua ini supaya tidak ada yang terlewat. Simpan juga foto KK dan KTP baru di ponsel agar mudah saat sewaktu-waktu diminta. Untuk melihat panduan administrasi dan dokumen lainnya, kamu bisa menjelajah kategori Administrasi & Dokumen. Sesuaikan semua langkah di sini dengan ketentuan terbaru Dukcapil di daerahmu, karena aturan kependudukan memang bergerak ke arah yang lebih sederhana dari waktu ke waktu.

Langkah-langkahnya

  1. Pastikan jenis kepindahan dan klasifikasinya lebih dulu

    Cek dulu kamu pindah ke mana: dalam satu kelurahan atau desa, antar kecamatan, antar kabupaten atau kota, atau antar provinsi. Semakin jauh levelnya, semakin banyak data yang berubah - dari sekadar alamat di KK sampai penerbitan KTP-el baru di daerah tujuan. Kepindahan dalam satu kelurahan biasanya paling ringkas. Kepindahan antar provinsi butuh dua kantor Dukcapil, yaitu asal dan tujuan. Kalau kamu pindah bareng satu keluarga, catat siapa saja yang ikut - biasanya bisa diurus dalam satu berkas. Kalau hanya kamu yang pindah sementara anggota lain tetap, siapkan skenario pisah KK. Menentukan jenis pindah di awal menghemat bolak-balik ke kantor.

  2. Kumpulkan dokumen asli sebelum berangkat ke kantor

    Siapkan KK asli dan KTP-el semua anggota yang ikut pindah. Beberapa Dukcapil masih meminta pas foto, meterai, atau fotokopi, tapi banyak yang kini cukup dengan dokumen kependudukan asli karena data sudah terhubung ke sistem SIAK. Bawa juga dokumen pendukung kalau kamu punya, misalnya akta kelahiran atau buku nikah, untuk jaga-jaga bila petugas perlu verifikasi. Pastikan nama, tanggal lahir, dan NIK di KK dan KTP sudah sama persis. Kalau ada data yang salah atau beda, perbaiki dulu sebelum mengurus pindah - koreksi di tengah proses bikin berkas tertahan. Simpan semua dokumen dalam satu map supaya tidak tercecer saat antre.

  3. Urus surat pengantar RT/RW hanya bila daerahmu memintanya

    Aturan surat pengantar berbeda antar daerah. Sejumlah kota kini membolehkan kamu langsung ke Dukcapil tanpa surat pengantar RT, RW, kelurahan, atau kecamatan. Tapi banyak daerah lain masih memintanya sebagai langkah awal. Cara aman: telepon atau cek situs Dukcapil setempat lebih dulu, tanya apakah surat pengantar wajib. Kalau wajib, minta surat pengantar dari ketua RT, lanjut ke RW, lalu ke kantor kelurahan atau desa untuk distempel. Bawa KK dan KTP saat mengurusnya. Proses ini biasanya cepat kalau pengurus RT dan RW ada di tempat. Simpan surat pengantar asli, karena itu jadi lampiran saat kamu mengajukan Surat Keterangan Pindah di Dukcapil.

  4. Ajukan Surat Keterangan Pindah (SKP) di Dukcapil daerah asal

    Datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di daerah asal untuk mengajukan Surat Keterangan Pindah (SKP). Serahkan KK asli dan berkas pendukung ke loket. Petugas akan memverifikasi data, lalu memproses SKP yang memuat data kamu dan anggota keluarga yang ikut pindah, alamat asal, serta alamat tujuan. Di sebagian daerah, SKP bisa selesai di hari yang sama; di daerah lain butuh beberapa hari kerja. Setelah SKP terbit, nama yang pindah dikeluarkan dari KK lama. Simpan SKP baik-baik, karena ini dokumen kunci yang kamu bawa ke daerah tujuan. Tanpa SKP, Dukcapil tujuan tidak bisa menerbitkan KK dan KTP barumu.

  5. Bawa SKP ke Dukcapil tujuan untuk SKPD dan KK baru

    Bawa SKP ke Dukcapil di daerah tujuan untuk mengurus Surat Keterangan Pindah Datang (SKPD) sekaligus penerbitan KK baru. Serahkan SKP asli beserta KTP-el. Petugas memasukkan data alamat barumu ke sistem, lalu mencetak KK baru dengan alamat tujuan. Kalau kamu menumpang di KK keluarga yang sudah ada di daerah tujuan, datanya akan digabung ke KK tersebut, dan biasanya perlu persetujuan kepala keluarga yang ditumpangi. Rentang waktu bervariasi antar daerah, jadi tanyakan estimasi terbit saat menyerahkan berkas. Kalau kamu pindah antar provinsi, langkah ini wajib dilakukan di kantor tujuan dan tidak bisa diselesaikan lewat daerah asal saja.

  6. Ambil KK baru dan perbarui KTP-el dengan alamat baru

    Setelah KK baru terbit, urus pembaruan KTP-el karena alamat di kartu lama sudah tidak sesuai. NIK kamu tetap sama seumur hidup - yang berubah hanya alamat dan nomor KK. Di banyak Dukcapil, pencetakan KTP-el dengan alamat baru bisa langsung diproses setelah KK jadi, selama data biometrik seperti sidik jari dan iris kamu sudah terekam sebelumnya. Kalau blangko KTP sedang kosong, kamu akan diberi Surat Keterangan (Suket) pengganti yang berlaku sebagai identitas sementara sampai fisik KTP siap. Cek langsung ke petugas apakah KTP jadi hari itu atau perlu diambil belakangan. Bawa KK baru saat mengambil KTP.

  7. Manfaatkan layanan digital resmi sebisanya, tanpa berasumsi 100 persen online

    Sebagian layanan kini punya versi digital. Dukcapil mendorong aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai KTP dalam bentuk digital di ponsel, dan beberapa daerah punya portal atau aplikasi sendiri untuk antre atau mengajukan berkas online. Catatan penting: nama dan alur aplikasi bisa berubah, jadi cek versi terbaru. Aktivasi IKD umumnya tetap mengharuskan kamu datang sekali ke Dukcapil untuk verifikasi wajah, jadi jangan berasumsi semua bisa dikerjakan dari rumah. Manfaatkan layanan online untuk ambil nomor antrean, unggah berkas, atau cek status, tapi verifikasi akhir dan pengambilan dokumen sering masih di kantor. Selalu konfirmasi ketersediaan layanan online ke Dukcapil setempat.

  8. Perbarui dokumen turunan setelah alamat resmi berubah

    Alamat baru di KTP dan KK memengaruhi banyak dokumen lain. Perbarui data faskes BPJS Kesehatan (bisa lewat aplikasi Mobile JKN, dengan catatan alur aplikasi bisa berubah), data BPJS Ketenagakerjaan, alamat di rekening bank, serta data kendaraan di STNK jika kamu pindah wilayah samsat. Untuk anak sekolah, urus surat pindah sekolah bila perlu. Kabari juga kantor, kampus, atau layanan langganan yang memakai alamatmu. Tidak semua harus langsung, tapi menunda terlalu lama bisa menyulitkan saat kamu butuh layanan yang mencocokkan alamat. Buat daftar centang sederhana supaya tidak ada yang terlewat, dan simpan foto KK serta KTP baru di ponsel untuk memudahkan.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah NIK berubah kalau saya pindah domisili?

Tidak. NIK (Nomor Induk Kependudukan) adalah 16 digit yang berlaku seumur hidup dan tidak berubah meski kamu pindah alamat, ganti KK, atau cetak ulang KTP. Yang berubah saat pindah domisili hanya alamat di KTP dan KK, serta nomor KK kalau kamu masuk atau membentuk KK baru. Karena NIK tetap, riwayat data kependudukan kamu tetap terhubung, jadi kamu tidak perlu khawatir kehilangan identitas lama. Kalau ada layanan yang meminta NIK setelah pindah, gunakan NIK yang sama seperti sebelumnya. Bila NIK kamu tampak berbeda di dokumen baru, itu kemungkinan salah ketik, jadi segera minta koreksi ke Dukcapil.

Berapa lama proses pindah domisili sampai KTP baru jadi?

Waktunya bergantung pada daerah dan jenis kepindahan. Di sebagian Dukcapil, Surat Keterangan Pindah bisa terbit di hari yang sama; di tempat lain butuh beberapa hari kerja. Setelah SKP diterima di daerah tujuan, penerbitan KK baru dan pembaruan KTP-el juga bervariasi, dari sehari sampai beberapa hari, tergantung antrean dan ketersediaan blangko KTP. Kalau blangko kosong, kamu diberi Surat Keterangan sementara dulu. Untuk memperkirakan, tanyakan langsung estimasi ke petugas saat menyerahkan berkas di masing-masing kantor. Hindari menargetkan tanggal mepet, misalnya kalau KTP baru dibutuhkan untuk keperluan mendesak, dan beri jeda beberapa hari untuk berjaga.

Harus datang sendiri atau boleh diwakilkan?

Sebaiknya kamu datang sendiri, terutama karena verifikasi data dan biometrik kadang perlu kehadiranmu. Untuk kepindahan satu keluarga, kepala keluarga umumnya bisa mengurus untuk anggota yang ikut pindah dalam satu KK. Bila kamu benar-benar tidak bisa hadir, sebagian daerah menerima perwakilan dengan surat kuasa bermeterai dan fotokopi identitas kedua pihak, tapi ketentuannya berbeda-beda. Untuk pembaruan KTP-el dengan perekaman biometrik baru, kehadiran orang bersangkutan biasanya tetap wajib. Cara paling aman: telepon Dukcapil setempat, tanyakan apakah boleh diwakilkan dan dokumen apa yang diperlukan. Jangan memakai jasa calo yang menjanjikan proses kilat, karena urusan kependudukan resmi ada alurnya sendiri.

Saya masih kos atau kontrak, apakah bisa pindah domisili ke situ?

Bisa. Kamu berhak mendaftarkan domisili di alamat kos atau rumah kontrakan sebagai tempat tinggalmu yang sebenarnya. Ada dua skenario umum: menumpang di KK pemilik atau keluarga yang sudah ada di alamat itu, atau membentuk KK sendiri. Menumpang biasanya perlu persetujuan kepala keluarga yang KK-nya kamu ikuti. Membentuk KK baru perlu bukti tempat tinggal dan kadang surat pernyataan. Beberapa pemilik kos ragu didaftari domisili, jadi bicarakan dulu dengan pemilik sebelum mengurus. Kalau kamu hanya tinggal sementara dan tidak ingin memindahkan KTP, kamu tetap bisa tinggal di sana tanpa pindah domisili, tapi alamat KTP dan tempat tinggal jadi berbeda. Konfirmasi opsi terbaik ke Dukcapil setempat.

Pindah dalam satu kelurahan, apakah tetap perlu mengurus?

Tetap perlu memperbarui data, tapi prosesnya lebih ringkas. Kalau alamat barumu masih dalam satu kelurahan atau desa yang sama, umumnya kamu cukup mengurus perubahan alamat di KK lewat Dukcapil tanpa perlu dua kantor asal dan tujuan. Meski perpindahannya terasa kecil, alamat di KK dan KTP tetap sebaiknya disesuaikan supaya cocok dengan tempat tinggal sebenarnya. Ini penting saat kamu mengurus layanan publik, bantuan, atau dokumen lain yang mencocokkan alamat. Bawa KK dan KTP asli, lalu tanyakan ke petugas Dukcapil prosedur perubahan alamat dalam satu wilayah. Ketentuan bisa sedikit berbeda antar daerah, jadi konfirmasi dulu sebelum datang supaya tidak bolak-balik.

Apa yang terjadi kalau saya telat lapor pindah?

Idealnya kamu melapor pindah dalam waktu wajar setelah menempati alamat baru. Sebagian daerah pernah menerapkan sanksi keterlambatan pelaporan, tapi nominal dan penerapannya berbeda-beda dan sebagian sudah ditiadakan, jadi jangan berpatokan pada angka tertentu dan cek langsung ke Dukcapil setempat. Yang lebih terasa dampaknya: alamat yang tidak sesuai bisa menyulitkan saat kamu mengurus bantuan sosial, layanan kesehatan, sekolah anak, atau dokumen yang mencocokkan domisili. Data kependudukan yang rapi juga memudahkan urusan bank dan pekerjaan. Jadi meski tidak selalu ada denda, mengurus pindah domisili tepat waktu tetap menguntungkan kamu. Kalau sudah terlanjur telat, segera urus, karena tidak ada kata terlambat untuk merapikan data.

Bisakah satu keluarga pindah dalam satu kali pengurusan?

Bisa. Kalau satu keluarga pindah bersama, anggota yang tercantum dalam satu KK umumnya bisa diurus dalam satu berkas Surat Keterangan Pindah. Kepala keluarga membawa KK asli dan KTP semua anggota yang ikut, lalu Dukcapil memproses kepindahan mereka sekaligus. Kalau hanya sebagian anggota yang pindah, misalnya satu orang pindah kerja ke kota lain sementara keluarga tetap, maka yang bersangkutan dikeluarkan dari KK lama dan masuk atau membentuk KK di daerah tujuan. Pastikan kamu jelas siapa saja yang benar-benar pindah sebelum mengurus, karena ini menentukan susunan KK lama dan baru. Kalau ragu soal susunan KK, tanyakan ke petugas Dukcapil agar tidak salah data.