Panduan Kita

Cara membuat pot gantung makrame

Rangkai pot gantung makrame sendiri dengan tiga simpul dasar dan tali katun. Panduan pemula dari mengukur tali sampai menggantung pot dengan aman di rumah.

Oleh Adit Nugroho 10 menit baca
Cara membuat pot gantung makrame
(CC0 1.0) via rawpixel

Pot gantung makrame terlihat rumit di foto, padahal fondasinya hanya beberapa simpul yang diulang-ulang. Kalau kamu bisa mengikat tali sepatu, kamu punya modal cukup untuk membuat gantungan pertama dalam satu sore. Kuncinya bukan bakat, tapi memahami tiga simpul dasar dan menghitung panjang tali dengan benar sejak awal.

Panduan ini memakai desain pemula paling umum: delapan utas tali diikat ke satu ring, dirangkai jadi empat lengan simpul, lalu digabung membentuk keranjang penahan pot. Begitu kamu paham polanya, kamu bisa memvariasikan panjang, jumlah baris, dan jenis simpul sesuka hati.

Sisihkan waktu sekitar satu sampai dua jam untuk gantungan pertama, di luar waktu mengukur dan memotong tali. Jangan berharap hasil pertama sempurna. Simpul yang sedikit miring atau lengan yang panjangnya tidak persis sama adalah hal biasa dan justru memberi kesan buatan tangan. Yang penting keranjang menopang pot dengan aman; kerapian datang seiring latihan. Siapkan meja lapang atau lantai bersih, dan kerjakan sambil tali menggantung supaya kamu bisa melihat bentuknya terbentuk dari atas ke bawah.

Bahan dan alat yang kamu butuhkan

Bahan utamanya cuma dua: tali dan ring. Sisanya alat bantu yang mungkin sudah ada di rumah.

  • Tali makrame katun 3-4 mm sebagai pilihan paling ramah pemula. Serat katun lembut, mudah dikencangkan, dan warnanya terang sehingga bentuk simpul kelihatan jelas.
  • Ring besi atau kayu diameter sekitar 4-5 cm untuk titik gantung atas. Ring memudahkan pemula karena semua tali menempel di satu tempat.
  • Gunting tajam supaya potongan ujung rapi, bukan berjumbai.
  • Meteran untuk mengukur panjang tali dan jarak keranjang.
  • Selotip atau masking tape untuk membungkus ujung tali agar tidak terurai saat dikerjakan.
  • Tempat menggantung seperti kait, gagang pintu, atau sandaran kursi.

Kalau ingin lebih hemat, alternatif tali yang gampang dicari di Indonesia adalah tali kur (polyester, banyak warna), tali rami atau jute, sampai tali jemuran katun. Ring pun bisa diganti gelang logam bekas, tutup toples kokoh, atau dihilangkan sama sekali dengan membentuk gelang gantungan dari simpul lilit. Untuk potnya sendiri, kamu tidak harus beli baru; wadah daur ulang bisa disulap jadi pot layak pakai seperti dibahas di cara membuat pot tanaman dari barang bekas, asalkan punya lubang drainase.

Menghitung panjang tali biar tidak kurang

Ini bagian yang paling sering bikin pemula gagal, jauh sebelum menyentuh simpul. Menyimpul makrame memakan tali jauh lebih banyak daripada perkiraan. Kalau kurang di tengah jalan, kamu tidak bisa menyambung tanpa sambungan itu terlihat dan lemah.

Patokan amannya sederhana: potong tiap tali sekitar empat kali panjang gantungan jadi yang kamu inginkan, lalu lipat dua saat dipasang ke ring. Karena tali dilipat, panjang itu terbagi dua, dan proses menyimpul mengonsumsi sisanya. Angka empat kali sudah memberi cadangan yang nyaman.

Contoh konkret. Kamu mau pot gantung sepanjang sekitar 80-90 cm dari ring sampai ekor. Potong 8 utas tali, masing-masing sekitar 3,5-4 meter. Tambahkan 2 potong pendek sekitar 1 meter untuk simpul lilit di leher atas dan dasar keranjang. Totalnya kira-kira 30-34 meter tali.

Kebutuhan ini bertambah kalau kamu memilih simpul yang lebih rapat, menambah baris keranjang, atau desain yang lebih ramai. Prinsipnya, saat ragu, lebihkan. Sisa tali selalu bisa dipakai untuk gantungan kecil, gelang, atau tatakan gelas di lain waktu.

Jumlah utas juga bisa kamu sesuaikan dengan tampilan yang diinginkan. Delapan utas menghasilkan empat lengan yang seimbang dan cukup untuk sebagian besar pot. Kalau ingin keranjang yang lebih rapat dan kokoh untuk pot besar, naikkan jadi sepuluh atau dua belas utas, dengan konsekuensi tali dan waktu yang lebih banyak. Sebaliknya, gantungan minimalis untuk pot mungil bisa memakai enam utas saja. Untuk gantungan pertama, delapan utas adalah titik awal paling mudah dikelola dan paling gampang dihitung.

Tiga simpul dasar yang perlu kamu kuasai

Hampir semua pot gantung pemula dibangun dari tiga simpul saja. Latih ketiganya dengan potongan tali sisa sampai tanganmu hafal, baru mulai proyek asli.

Simpul kepala burung (lark’s head). Fungsinya memasang tali ke ring. Lipat satu utas jadi dua, selipkan lengkungnya menembus ring, lalu tarik kedua ujung tali lewat lengkung itu. Simpul ini yang mengubah 8 utas jadi 16 helai kerja.

Simpul kotak (square knot). Inilah simpul andalan makrame. Tiap kelompok terdiri dari empat helai: dua di tengah jadi inti yang diam, dua di luar jadi pengikat. Bawa helai kiri melintang di atas inti membentuk seperti angka empat, lalu helai kanan menimpanya, masuk dari belakang inti, dan keluar di sisi kiri. Tarik. Ulangi gerakan cermin dari sisi kanan untuk mengunci. Kalau kamu selalu memulai dari sisi yang sama, simpul akan berputar membentuk spiral, sebuah variasi dekoratif yang juga menarik.

Simpul lilit (wrapping knot). Dipakai dua kali: di leher tepat bawah ring dan di dasar keranjang. Buat lengkung memanjang menempel pada berkas tali, lilitkan ujung panjangnya menutupi lengkung, lalu selipkan ujung terakhir ke sisa lengkung dan tarik supaya terkunci di dalam gulungan. Simpul inilah yang menanggung beban, jadi buat lilitannya rapat.

Sebelum menyentuh tali asli, luangkan sepuluh menit berlatih dengan potongan sisa. Ikat lima simpul kotak berturut-turut sampai gerakan tangan terasa otomatis, lalu coba satu simpul lilit sampai kamu tahu seberapa kencang harus menarik ujung penguncinya. Latihan singkat ini membuat pengerjaan sesungguhnya jauh lebih mulus, karena kamu tidak lagi berhenti tiap simpul untuk mengingat urutannya. Kalau tanganmu sudah hafal ketiga simpul ini, sisanya hanya soal pengulangan yang sabar.

Menyesuaikan keranjang dengan ukuran pot

Bagian keranjang, yaitu simpul kotak berselang-seling yang membuat jaring penahan, harus disesuaikan dengan pot yang akan kamu pakai. Jangan mengira-ngira, ukur potmu dulu.

Setelah rangkaian simpul di keempat lengan selesai, sisakan jarak kosong sebelum mulai menggabung. Jarak ini kira-kira sepanjang badan pot atau sedikit kurang, umumnya 20-25 cm untuk pot kecil sampai sedang. Terlalu rapat, pot tidak muat masuk; terlalu longgar, pot merosot dan dasarnya menonjol keluar.

Keranjang dibentuk dengan mengambil dua helai dari satu kelompok dan dua helai dari kelompok tetangga, lalu mengikatnya jadi satu simpul kotak. Diulang keliling, simpul-simpul ini saling mengunci membentuk kantong. Satu baris cukup untuk pot mungil, tapi dua baris memberi topangan lebih aman dan pot tidak mudah goyang.

Selama proses, masukkan pot berkali-kali untuk mengecek. Perhatikan apakah pot duduk rata, apakah keranjang menopang dasarnya, dan apakah keempat lengan menahan beban seimbang. Lebih baik membongkar satu baris sekarang daripada pot melorot saat sudah digantung. Untuk pot yang lebih besar dan berat, tambah baris dan buat simpul lebih rapat.

Memilih tanaman dan merawatnya di pot gantung

Tidak semua tanaman nyaman digantung. Yang paling cocok adalah tanaman menjuntai atau yang ringan, seperti sirih gading (pothos), philodendron, lili paris, sukulen, dan sebagian pakis. Sukulen jadi favorit karena bobotnya ringan dan tahan telat siram; perawatan dasarnya bisa kamu baca di cara merawat kaktus dan sukulen.

Yang perlu diingat, pot gantung punya iklim mikro sendiri. Posisinya lebih tinggi, lebih banyak terkena angin, dan udara dekat langit-langit cenderung lebih hangat, sehingga media tanam mengering lebih cepat daripada pot di lantai. Karena itu, jangan menyiram menurut jadwal kaku. Tusukkan jari ke tanah sedalam satu ruas; kalau masih lembap, tunda dulu.

Soal cahaya, sesuaikan dengan jenis tanaman. Banyak tanaman gantung populer menyukai cahaya terang tapi tidak langsung, bukan matahari terik seharian yang bisa menghanguskan daun. Amati respons tanamanmu selama satu dua minggu dan geser posisinya bila perlu.

Satu hal yang jujur perlu disampaikan: tidak ada jaminan tanaman pasti subur. Hasil akhirnya bergantung pada jenis tanaman, cahaya, penyiraman, dan kelembapan ruangan. Pastikan pot punya lubang drainase supaya akar tidak tergenang, karena akar busuk adalah penyebab paling umum tanaman gantung mati.

Kesalahan pemula yang bikin pot miring atau lepas

Beberapa kesalahan berulang muncul di gantungan pertama. Mengenalinya lebih dulu menghemat banyak frustrasi.

  • Ketegangan simpul tidak konsisten. Kadang ketat, kadang longgar, sehingga panjang tiap lengan berbeda dan pot miring. Tarik dengan kekuatan yang sama dan jaga tali inti tetap lurus tegang.
  • Panjang lengan tidak seragam. Kalau satu kelompok punya lebih banyak simpul daripada yang lain, keranjang jadi jomplang. Hitung jumlah simpul di tiap lengan agar sama.
  • Tali terlalu tipis atau lemah. Benang tipis mungkin cukup untuk hiasan, tapi tidak untuk menahan pot berisi tanah basah. Pilih tali yang tebal dan kuat.
  • Simpul lilit longgar. Karena simpul lilit menahan sebagian besar beban, lilitan yang kendur bisa melorot. Buat serapat mungkin dan tarik ekor penguncinya kuat-kuat.
  • Kait gantung asal-asalan. Ini titik gagal paling berbahaya. Paku payung atau kait tempel tidak dirancang menahan pot berat. Gunakan kait yang tertanam di balok kayu, dak beton, atau braket dinding kokoh.
  • Pot kebesaran untuk desain. Keranjang pemula lebih aman untuk pot kecil sampai sedang. Mulai dari yang ringan dulu, tingkatkan setelah terbiasa.

Merawat dan mengganti tali makrame

Tali katun awet kalau tetap kering, tapi cepat rusak kalau terus-menerus basah. Air siraman yang membasahi tali bisa memicu jamur, bau apak, dan pelemahan serat dari waktu ke waktu.

Cara paling aman adalah memisahkan tali dari air. Pakai pot dalam dari plastik atau tatakan penampung sehingga air tidak merembes ke tali. Alternatif lain, turunkan pot untuk disiram di wastafel, biarkan meniris sampai benar-benar berhenti menetes, baru gantung kembali. Beri jeda agar tali sempat kering di antara penyiraman.

Hindari juga paparan matahari terik langsung sepanjang hari, karena bisa memudarkan warna dan membuat serat rapuh. Bersihkan debu sesekali dengan kuas kering atau cukup dikibaskan.

Periksa gantungan secara berkala, terutama sesudah beberapa bulan pemakaian. Kalau ada helai yang mulai berjumbai, menipis, atau simpul lilitnya mengendur, ganti atau perbaiki sebelum benar-benar putus. Prioritaskan pengecekan pada gantungan yang menahan pot berat. Merawat tali bukan cuma soal tampilan, tapi juga keselamatan; pot yang jatuh dari ketinggian bisa merusak lantai, pot, dan tanaman sekaligus.

Langkah-langkahnya

  1. Ukur dan potong tali sebelum mulai menyimpul

    Tentukan dulu panjang pot gantung yang kamu mau, misalnya sekitar 80-90 cm dari ring sampai ekor bawah. Aturan aman: potong tiap tali sekitar empat kali panjang jadi itu, lalu lipat dua. Untuk gantungan 80-90 cm, siapkan 8 utas tali katun masing-masing sekitar 3,5-4 meter. Potong juga 2 utas pendek sekitar 1 meter untuk simpul lilit atas dan bawah. Lebih baik kelebihan tali daripada kurang di tengah jalan, karena menyambung tali makrame nyaris mustahil dirapikan. Rekatkan ujung tiap tali dengan selotip kecil supaya tidak terurai saat kamu bekerja.

  2. Pasang tali ke ring dengan simpul kepala burung

    Ambil satu utas tali, lipat jadi dua sampai membentuk lengkung di tengah. Selipkan lengkung itu dari belakang ke depan ring, lalu masukkan kedua ujung tali menembus lengkung dan tarik kencang. Itulah simpul kepala burung (lark's head). Ulangi untuk kedelapan utas sehingga ring memegang 16 helai tali kerja yang menggantung. Gantung ring di kait, gagang pintu, atau sandaran kursi supaya kamu bekerja sambil tali menjuntai lurus. Rapikan agar semua helai sama panjang sebelum lanjut. Kalau tidak punya ring, lipat semua tali jadi satu dan ikat simpul lilit di dekat lipatan untuk membentuk gelang gantungan.

  3. Buat simpul lilit untuk membentuk leher yang rapi

    Tepat di bawah ring, kumpulkan semua helai jadi satu berkas. Ambil tali pendek 1 meter, buat lengkung memanjang menempel pada berkas, lalu lilitkan ujung panjangnya rapat-rapat menutupi lengkung, dari atas ke bawah, sekitar 7-10 lilitan. Masukkan ujung tali ke sisa lengkung di bawah, lalu tarik lengkung dari atas sehingga ujung tadi terkunci di dalam lilitan. Gunting sisa yang mencuat. Simpul lilit (wrapping knot) ini membentuk leher rapi sekaligus menyembunyikan pangkal simpul kepala burung. Buat lilitan serapat mungkin supaya tidak melorot saat menahan beban pot nanti.

  4. Bagi tali jadi empat kelompok dan rangkai simpul kotak

    Bagi 16 helai menjadi 4 kelompok, masing-masing 4 helai. Di tiap kelompok, dua helai tengah jadi inti yang diam, dua helai luar jadi tali pengikat. Untuk satu simpul kotak: bawa tali kiri ke atas inti membentuk angka empat, tali kanan menimpanya lalu masuk dari belakang inti dan keluar lewat lubang kiri, tarik. Ulangi dari sisi berlawanan supaya simpul seimbang. Buat rangkaian 8-12 simpul kotak menurun di tiap kelompok. Jaga ketegangan sama di keempat kelompok agar panjangnya seragam. Kalau kamu selalu mulai dari sisi yang sama, hasilnya jadi spiral, itu variasi yang juga cantik.

  5. Bentuk keranjang dengan simpul kotak berselang-seling

    Sekarang bentuk keranjang penahan pot. Ukur tinggi pot kamu, lalu sisakan jarak kosong sekitar 20-25 cm di bawah rangkaian simpul tadi. Di batas itu, ambil 2 helai dari satu kelompok dan 2 helai dari kelompok sebelahnya, lalu ikat satu simpul kotak menggabungkan keduanya. Kerjakan keliling sampai keempat kelompok saling terhubung. Turun lagi sekitar 5-8 cm, ulangi menggabungkan helai secara berselang-seling. Dua baris biasanya cukup untuk pot kecil sampai sedang. Semakin banyak baris dan makin rapat, makin aman pot tertahan. Coba masukkan pot sesekali untuk mengecek apakah keranjang pas dan seimbang.

  6. Kunci dasar keranjang dan rapikan ekor rumbai

    Kumpulkan semua helai di bawah dasar pot jadi satu berkas. Dengan tali pendek 1 meter yang tersisa, buat simpul lilit lagi persis seperti di leher, sekitar 7-10 lilitan rapat. Simpul ini menutup dasar keranjang dan menyatukan semua tali. Sisakan ekor rumbai di bawahnya sepanjang yang kamu suka, biasanya 10-20 cm. Gunting ujung ekor rata memakai gunting tajam. Kalau mau rumbai mengembang, urai serat tiap tali dengan sisir bergigi rapat lalu rapikan lagi ujungnya. Periksa semua simpul lilit sudah kencang, karena bagian inilah yang menanggung sebagian besar beban pot.

  7. Pasang pot, cek keseimbangan, dan gantung dengan aman

    Masukkan pot yang sudah berisi tanaman ke dalam keranjang, lalu angkat gantungan untuk mengecek keseimbangan. Kalau miring, atur ulang letak pot atau ratakan ketegangan helai. Gantung hanya pada kait yang tertanam kuat di balok kayu, dak beton, atau braket dinding yang kokoh, bukan paku payung atau kait tempel. Ingat, pot berisi tanah basah jauh lebih berat setelah disiram. Pilih pot yang punya lubang drainase, dan pakai tatakan atau pot dalam dari plastik supaya air siraman tidak menetes ke lantai dan tali katun tidak terus-menerus basah. Biarkan tali kering di antara penyiraman agar tidak berjamur.

Pertanyaan yang sering ditanya

Tali apa yang paling cocok untuk pemula?

Untuk pertama kali, pakai tali katun (cotton rope) ukuran 3-4 mm. Seratnya lembut, simpulnya mudah dikencangkan, dan warnanya natural sehingga bentuk simpul terlihat jelas, penting saat kamu masih belajar. Hindari tali hitam atau yang sangat licin karena menyembunyikan kesalahan. Alternatif yang lebih murah dan gampang dicari di Indonesia adalah tali kur (polyester), tali rami (jute), atau tali jemuran katun. Tali kur lebih licin dan simpulnya bisa geser, jadi ikat lebih kencang. Untuk pot gantung yang menahan beban, pilih tali yang cukup tebal dan kuat, bukan benang tipis. Cek ketebalan dan bahannya sebelum membeli segulung penuh.

Berapa banyak tali yang saya butuhkan?

Patokan aman: potong tiap tali sekitar empat kali panjang gantungan jadi yang kamu inginkan, lalu lipat dua. Untuk pot gantung sekitar 80-90 cm, delapan utas tali katun masing-masing 3,5-4 meter biasanya cukup, ditambah dua potong pendek sekitar 1 meter untuk simpul lilit atas dan bawah. Totalnya sekitar 30-34 meter. Angka ini berubah kalau kamu membuat simpul lebih rapat, menambah baris keranjang, atau memakai desain yang lebih rumit, semuanya memakan lebih banyak tali. Kalau ragu, lebihkan. Kekurangan tali di tengah pengerjaan sulit diperbaiki karena sambungan akan terlihat dan lemah. Sisa tali selalu bisa dipakai untuk proyek kecil berikutnya.

Apakah pot gantung makrame kuat menahan pot berat?

Bisa, asalkan tiga hal terpenuhi: talinya cukup tebal dan kuat, simpul lilit atas dan bawah diikat rapat, dan kaitnya tertanam kokoh. Titik gagal paling sering bukan talinya, tapi kaitnya. Pot berisi tanah basah bisa berbobot beberapa kilogram setelah disiram, jauh lebih berat dari saat kering. Gantung pada kait yang masuk ke balok kayu atau dak beton, atau braket dinding berpenyangga, bukan paku payung, selotip, atau kait tempel. Untuk pemula, mulai dari pot kecil dan tanaman ringan dulu. Periksa simpul dan kait secara berkala, terutama setelah beberapa bulan, karena tali katun bisa melemah kalau sering basah.

Tanaman apa yang cocok untuk pot gantung?

Tanaman yang menjuntai atau berukuran ringan paling cocok, misalnya sirih gading (pothos), philodendron, lili paris (spider plant), sukulen, dan beberapa jenis pakis. Pot gantung mengering lebih cepat dari pot di lantai karena lebih banyak terkena udara dan sering berada di tempat yang lebih hangat dekat langit-langit. Jadi cek kelembapan tanah dengan menusukkan jari sebelum menyiram, jangan menyiram menurut jadwal kaku. Sesuaikan cahaya dengan kebutuhan tiap tanaman; banyak tanaman gantung suka cahaya terang tak langsung. Tidak ada jaminan pasti subur, hasilnya tergantung perawatan, cahaya, dan jenis tanaman. Pastikan pot punya lubang drainase supaya akar tidak tergenang.

Bagaimana merawat tali makrame supaya awet?

Musuh utama tali katun adalah lembap yang menetap. Kalau tali terus-menerus basah kena air siraman, seratnya bisa berjamur, bau, dan lama-lama melemah. Cara paling aman: pakai pot dalam dari plastik atau tatakan sehingga air tidak membasahi tali, atau turunkan pot untuk disiram di wastafel lalu biarkan meniris sampai berhenti menetes sebelum digantung lagi. Jauhkan dari sinar matahari langsung yang terlalu terik seharian karena bisa membuat warna pudar dan serat rapuh. Bersihkan debu sesekali dengan kuas kering atau kibaskan. Kalau ada helai yang mulai berjumbai atau menipis, ganti gantungan sebelum benar-benar putus, terutama yang menahan pot berat.

Simpul saya berantakan dan miring, apa yang salah?

Ada dua penyebab paling umum. Pertama, ketegangan tidak konsisten, kadang tarik kencang kadang longgar, sehingga simpul tidak seragam. Solusinya, tarik dengan kekuatan yang sama tiap simpul dan pastikan tali inti tetap lurus tegang. Kedua, kamu mungkin selalu memulai simpul kotak dari sisi yang sama, sehingga malah terbentuk spiral, bukan simpul lurus. Untuk simpul kotak yang rata, ganti sisi awal setiap kali: satu kali mulai dari kiri, berikutnya dari kanan. Kalau hasil awal berantakan, itu wajar. Bongkar dan ulangi beberapa sentimeter saja, jangan seluruhnya. Kemajuan datang dari latihan, bukan dari sekali jadi langsung rapi.