Panduan Kita

Cara membuat daftar riwayat hidup tulis tangan

Cara membuat daftar riwayat hidup tulis tangan yang rapi dan dilirik HRD: kertas, urutan bagian, contoh isi lengkap, dan kesalahan yang bikin ditolak.

Oleh Nadia Syarif 9 menit baca
Cara membuat daftar riwayat hidup tulis tangan
(CC0 1.0) via rawpixel

Lowongan security, admin gudang, operator pabrik, guru honorer, sampai berkas seleksi CPNS sering menuliskan satu syarat yang bikin pelamar berhenti sejenak: daftar riwayat hidup tulis tangan. Bukan CV yang dirapikan di Canva atau Word, tapi ditulis manual dengan pulpen di atas kertas.

Isinya sebenarnya sama persis dengan CV biasa. Yang berbeda hanya medianya. Justru karena ditulis tangan, ada lapisan penilaian tambahan yang tidak ada di CV ketik: kerapian, keterbacaan, dan ketelitian kamu. HRD bisa menebak banyak hal dari selembar tulisan tangan, mulai dari apakah kamu sabar, teliti, sampai apakah kamu mau mengikuti instruksi.

Panduan ini membahas cara membuatnya dari kertas kosong: alat yang dipakai, urutan bagian dari judul sampai tanda tangan, contoh isi yang bisa langsung kamu tiru, dan kesalahan yang sering bikin berkas terlihat asal-asalan.

Kabar baiknya, dokumen ini tidak butuh kreativitas apa pun. Ada struktur baku yang sudah dipahami HRD di mana-mana, dan tugas kamu cuma mengisinya dengan rapi. Begitu kamu tahu urutannya, menulis satu halaman ini hanya perlu waktu sekitar setengah jam, sudah termasuk memeriksa ulang.

Kenapa masih ada yang minta tulis tangan

Di banyak kantor modern, CV tulis tangan memang sudah ditinggalkan. Tapi permintaan ini masih hidup di sejumlah tempat, dan alasannya masuk akal.

Pertama, tulis tangan menguji kerapian dan ketelitian. Untuk posisi yang butuh kedisiplinan administratif seperti staf tata usaha, kasir, atau admin gudang, cara kamu menata satu halaman sudah memberi sinyal. Kedua, tulisan tangan sulit disalin mentah dari template internet, jadi HRD tahu kamu benar-benar menulisnya sendiri dan tidak sekadar menempel. Ketiga, sebagian instansi pemerintah, BUMN, sekolah, dan perusahaan tradisional memang masih memakainya sebagai bagian dari prosedur arsip yang sudah lama berjalan.

Yang perlu kamu ingat: kalau lowongan tidak secara khusus meminta tulis tangan, versi ketik yang rapi biasanya lebih disukai karena lebih mudah dibaca. Jadi buat versi tulis tangan hanya saat memang diminta secara eksplisit. Kalau ragu, tanyakan ke kontak HRD yang tercantum di pengumuman sebelum menghabiskan waktu menulis ulang berkali-kali.

Kapan wajib tulis tangan dan kapan boleh diketik

Perhatikan kata kunci di pengumuman lowongan. Kalau tertulis “daftar riwayat hidup tulis tangan”, “CV ditulis tangan”, atau “ditulis dengan tangan sendiri”, maka versi manual wajib dan tidak bisa diganti dengan ketikan. Ini paling sering muncul pada lowongan instansi, pabrik, ritel, keamanan, dan posisi entry level.

Kalau pengumuman hanya menyebut “daftar riwayat hidup” atau “CV” tanpa embel-embel tulis tangan, kamu bebas memilih. Untuk lamaran yang dikirim lewat email atau portal online, versi ketik jauh lebih praktis dan profesional. Untuk lamaran fisik yang diantar langsung ke perusahaan tradisional, tulis tangan kadang dianggap lebih personal, tapi ketik yang rapi tetap aman.

Satu prinsip sederhana: ikuti instruksi apa adanya. Jangan mengirim versi ketik saat diminta tulis tangan, dan jangan repot menulis tangan kalau memang tidak diwajibkan. Menyalahi format yang diminta sering jadi alasan pertama berkas disingkirkan, bahkan sebelum isinya dibaca.

Alat dan kertas yang perlu disiapkan

Persiapan menentukan setengah hasil. Sebelum menulis, siapkan:

  • Kertas. Folio bergaris atau HVS A4 polos, keduanya lazim dipakai. Folio bergaris membantu tulisan tetap lurus; HVS polos terlihat lebih bersih tapi butuh tangan stabil. Pilih yang bersih, tanpa lipatan atau noda.
  • Pulpen. Tinta hitam atau biru gelap yang mengalir lancar dan tidak blobor. Siapkan satu cadangan dengan jenis sama supaya warna konsisten kalau yang pertama macet.
  • Kertas cadangan. Sediakan dua atau tiga lembar. Kalau ada kesalahan besar, kamu tinggal ganti tanpa panik.
  • Data lengkap. Kumpulkan dulu di catatan: nama sesuai KTP, tanggal lahir, alamat, nomor HP aktif, email, tahun lulus tiap jenjang, dan periode kerja.
  • Pas foto. Kalau diminta, siapkan pas foto terbaru ukuran 3x4 atau 4x6 berlatar polos, ditambah beberapa cadangan.

Menyiapkan semuanya lebih dulu mencegah kamu berhenti di tengah menulis, momen yang paling sering bikin tulisan mendadak jadi berantakan.

Struktur daftar riwayat hidup tulis tangan (urut dari atas)

Ikuti urutan baku ini dari atas ke bawah. Strukturnya hampir sama untuk semua posisi.

1. Judul. Tulis DAFTAR RIWAYAT HIDUP dengan huruf kapital di bagian paling atas, posisikan di tengah. Ini penanda dokumen, jadi buat menonjol dan jelas.

2. Data pribadi. Blok identitas dengan format daftar ke bawah: Nama lengkap, Tempat/tanggal lahir, Jenis kelamin, Agama, Status perkawinan, Kewarganegaraan, Alamat, Nomor HP, dan Email. Luruskan tanda titik dua supaya rapi. Pakai data yang sama persis dengan KTP dan ijazah.

3. Riwayat pendidikan. Daftar jenjang formal dengan tahun lulus. Cukup nama sekolah, jurusan bila ada, kota, dan tahun. Urutkan konsisten, dari jenjang paling awal ke terakhir atau sebaliknya.

4. Pengalaman kerja. Nama perusahaan, posisi, dan periode, dari yang terbaru. Kalau belum punya, ganti dengan pengalaman organisasi, magang, atau kerja paruh waktu.

5. Keahlian. Tiga sampai lima keterampilan relevan yang benar-benar kamu kuasai, tulis apa adanya.

6. Penutup dan tanda tangan. Kalimat penutup singkat, lalu kota dan tanggal di sisi kanan, ruang tanda tangan, dan nama lengkap di bawahnya.

Kalau ruang di satu halaman mulai sempit, ringkas bagian yang paling tidak relevan dengan posisi. Idealnya seluruh daftar riwayat hidup muat dalam satu sampai dua halaman.

Contoh isi lengkap yang bisa kamu tiru

Berikut contoh yang sudah diisi. Ganti isinya dengan datamu sendiri dan pertahankan strukturnya.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi Nama lengkap : Rani Amelia Tempat/tanggal lahir : Bandung, 12 Maret 2001 Jenis kelamin : Perempuan Agama : Islam Status perkawinan : Belum menikah Kewarganegaraan : Indonesia Alamat : Jl. Melati No. 24, RT 03/RW 05, Kel. Sukamaju, Kec. Cibiru, Bandung 40615 Nomor HP : 0812-xxxx-xxxx Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan

  • SD Negeri 3 Cibiru, Bandung (lulus 2013)
  • SMP Negeri 8 Bandung (lulus 2016)
  • SMK Negeri 2 Bandung, jurusan Akuntansi (lulus 2019)

Pengalaman Kerja

  • Staf Administrasi, CV Sinar Abadi, Bandung (2019 - 2022)
  • Kasir, Toko Berkah Jaya, Bandung (2022 - 2024)

Keahlian

  • Mengoperasikan Microsoft Word dan Excel
  • Pembukuan dan pencatatan kas harian
  • Mengetik cepat dan teliti

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Bandung, 14 Agustus 2026

Rani Amelia

Perhatikan: tidak ada kalimat berbunga-bunga, tidak ada alasan panjang, dan semua data bisa dicek. Itulah yang dicari. Placeholder seperti “0812-xxxx-xxxx” tentu kamu ganti dengan nomor asli yang aktif.

Kalau kamu lulusan baru dan bagian Pengalaman Kerja masih kosong, jangan biarkan halaman terlihat bolong. Ganti judulnya jadi “Pengalaman Organisasi” atau “Pengalaman Magang”, lalu isi dengan kegiatan yang pernah kamu jalani: pengurus OSIS, panitia acara kampus, magang di dinas atau perusahaan, atau kerja paruh waktu saat sekolah. Yang dinilai bukan nama besar tempatnya, tapi bukti bahwa kamu pernah memegang tanggung jawab dan menyelesaikannya. Satu baris tugas untuk tiap kegiatan sudah cukup memberi gambaran.

Kesalahan yang sering bikin DRH tulis tangan dianggap ceroboh

Karena tulisan tangan menampilkan proses berpikirmu apa adanya, kesalahan kecil jauh lebih kelihatan dibanding di dokumen ketik. Kabar baiknya, hampir semua kesalahan ini bisa dicegah dengan pelan-pelan dan menyiapkan kertas cadangan. Beberapa hal yang paling sering menurunkan kesan:

  • Coretan dan tipp-ex. Menandakan kurang teliti. Kalau salah, tulis ulang di kertas baru daripada menutupinya.
  • Tulisan tidak konsisten. Ukuran huruf yang naik-turun atau baris yang miring bikin susah dibaca. Latihan dulu di kertas buram.
  • Data tidak cocok dengan berkas lain. Nama atau tanggal lahir yang beda dengan KTP dan ijazah langsung jadi tanda tanya bagi HRD.
  • Nomor HP atau email salah tulis. Satu digit keliru bikin kamu tidak bisa dihubungi untuk panggilan wawancara.
  • Mengarang pengalaman. Mudah terbongkar saat wawancara atau cek referensi, dan merusak kepercayaan sejak awal.
  • Terlalu panjang. Daftar riwayat hidup bukan esai. Padat dan terbaca lebih baik daripada penuh sesak sampai dua halaman berjejal.

Setelah selesai: periksa, fotokopi, dan lampirkan

Sebelum dikirim, baca ulang dari atas ke bawah minimal sekali. Cek ejaan nama, angka tahun, nomor HP, dan email dengan teliti. Pastikan tidak ada bagian yang terlewat dan tanda tangan sudah dibubuhkan.

Kalau diminta, tempel pas foto di sudut kanan atas dengan lem, bukan staples yang bisa merobek atau menutupi wajah. Lalu buat salinan: scan pakai aplikasi pemindai di HP atau fotokopi di tempat terdekat, dan simpan satu untuk arsip pribadi. Salinan ini berguna sebagai rujukan saat kamu ditanya detail yang sama di formulir atau wawancara.

Terakhir, gabungkan daftar riwayat hidup dengan berkas lamaran lain sesuai urutan yang diminta, biasanya surat lamaran di depan, lalu daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah, dan dokumen pendukung. Masukkan ke map atau amplop yang bersih kalau berkas dikumpulkan secara fisik.

Kalau lamaran dikirim lewat email atau portal online, ubah hasil scan jadi satu file PDF yang tidak buram, lalu beri nama file yang jelas seperti “Daftar Riwayat Hidup - Nama Kamu”. Pastikan seluruh tulisan terbaca saat dibuka di layar ponsel, karena banyak perekrut memeriksa berkas pertama kali dari HP, bukan komputer. Hasil scan yang gelap atau miring bisa membuat berkas yang sudah kamu tulis rapi jadi sulit dinilai.

Daftar riwayat hidup tulis tangan yang rapi menunjukkan kamu bisa mengikuti instruksi dan menjaga detail, dua hal yang dinilai jauh sebelum wawancara. Kalau kamu juga perlu menyiapkan berkas pelengkapnya, pelajari cara menulis surat lamaran kerja yang benar-benar dibaca HRD. Dan saat kamu siap membuat versi ketik yang lebih modern untuk lamaran online, lihat cara membuat CV yang dilirik HRD.

Langkah-langkahnya

  1. Siapkan kertas, pulpen, dan data sebelum menulis

    Sebelum mencoret satu huruf, kumpulkan dulu bahannya. Siapkan kertas folio bergaris atau HVS A4 polos yang bersih tanpa lipatan. Pilih pulpen tinta hitam atau biru gelap yang tidak blobor, dan siapkan satu cadangan dengan jenis sama. Kumpulkan data yang akan ditulis: nama sesuai KTP, tempat dan tanggal lahir, alamat lengkap, nomor HP aktif, email, tahun lulus tiap jenjang pendidikan, dan periode pengalaman kerja. Menyiapkan semua ini di catatan lebih dulu mencegah kamu berhenti di tengah menulis lalu bikin tulisan berantakan. Kalau lowongan menyebut format atau kertas tertentu, ikuti itu dulu.

  2. Tulis judul dan blok identitas diri

    Di baris paling atas, tulis judul DAFTAR RIWAYAT HIDUP dengan huruf kapital, posisikan di tengah. Beri jarak satu sampai dua baris, lalu mulai blok identitas. Tulis berurutan ke bawah: Nama lengkap, Tempat/tanggal lahir, Jenis kelamin, Agama, Status perkawinan, Kewarganegaraan, Alamat, Nomor HP, dan Email. Luruskan tanda titik dua agar sejajar supaya terlihat teratur. Gunakan nama dan data yang sama persis dengan KTP dan ijazah, karena HRD sering mencocokkannya dengan berkas lain. Tulis alamat selengkap mungkin sampai kelurahan, kecamatan, dan kode pos.

  3. Isi riwayat pendidikan dengan tahun lulus

    Buat bagian Riwayat Pendidikan berisi jenjang formal yang pernah kamu tempuh beserta tahun lulusnya. Urutkan konsisten, boleh dari yang paling awal sampai terakhir, atau sebaliknya dari yang tertinggi. Cukup tulis nama sekolah, jurusan bila ada, kota, dan tahun. Contoh: SMK Negeri 2 Bandung, jurusan Akuntansi, lulus 2019. Kalau kamu sudah kuliah, boleh meringkas jenjang SD dan SMP agar tidak memenuhi halaman. Tambahkan pendidikan non-formal seperti kursus atau pelatihan bersertifikat di bawahnya bila relevan dengan posisi yang dilamar.

  4. Cantumkan pengalaman kerja atau organisasi

    Buat bagian Pengalaman Kerja bila kamu sudah pernah bekerja. Tulis nama perusahaan, posisi, dan periode (bulan atau tahun mulai sampai selesai) untuk tiap pengalaman, dari yang terbaru ke terlama. Boleh tambahkan satu baris tugas utama bila masih ada ruang. Kalau kamu lulusan baru dan belum punya pengalaman kerja, ganti dengan pengalaman organisasi, magang, kepanitiaan, atau kerja paruh waktu. Bagian ini menunjukkan kamu pernah punya tanggung jawab nyata. Jangan mengarang pengalaman yang tidak ada, karena mudah ketahuan saat wawancara atau cek referensi.

  5. Tambahkan keahlian dan data pendukung

    Di bawah pengalaman, tambahkan bagian Keahlian atau Keterampilan yang relevan: mengoperasikan Microsoft Office, mengemudi dan punya SIM, bahasa yang dikuasai, atau keahlian teknis sesuai posisi. Tulis jujur sesuai kemampuan nyata. Bila lowongan meminta, kamu bisa menambahkan hobi singkat atau data lain seperti tinggi dan berat badan yang umum diminta untuk posisi tertentu. Jangan memaksakan daftar panjang; tiga sampai lima keahlian yang benar-benar kamu kuasai lebih meyakinkan daripada sepuluh yang setengah-setengah.

  6. Tutup dengan pernyataan, tempat-tanggal, dan tanda tangan

    Akhiri dengan kalimat penutup, misalnya: 'Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.' Di bawahnya, di sisi kanan, tulis kota dan tanggal pembuatan, beri ruang untuk tanda tangan, lalu tulis nama lengkap di bawahnya. Tanda tangani dengan pulpen yang sama. Kalau instansi meminta materai, tempel dan tanda tangani sebagian di atas materai sesuai instruksi mereka; daftar riwayat hidup untuk pelamaran biasa umumnya tidak butuh materai. Pastikan tanggalnya masuk akal dan sama dengan waktu kamu mengirim berkas.

  7. Periksa ulang, rapikan, dan siapkan salinan

    Baca ulang dari atas ke bawah. Cek ejaan nama, angka tahun, dan nomor HP - satu digit salah bisa bikin kamu tidak bisa dihubungi. Pastikan tidak ada coretan, tipp-ex, atau tulisan miring tak beraturan. Kalau ada kesalahan besar, tulis ulang di kertas baru; jangan menimpa dengan cairan koreksi. Setelah bersih, tempel pas foto bila diminta, lalu scan atau fotokopi untuk arsip pribadi sebelum berkas dikirim. Simpan satu salinan supaya kamu punya rujukan saat mengisi formulir lain atau saat wawancara.

Pertanyaan yang sering ditanya

Kertas apa yang sebaiknya dipakai, folio bergaris atau HVS polos?

Dua-duanya diterima di kebanyakan lowongan. Kertas folio bergaris memudahkan kamu menjaga tulisan tetap lurus dan rapi, cocok kalau kamu tidak percaya diri menulis di kertas kosong. HVS A4 polos terlihat lebih bersih dan modern, tapi butuh tangan yang stabil atau alas bergaris di bawahnya supaya baris tidak naik-turun. Yang terpenting: kertas bersih, tidak kusut, dan tidak ada lipatan tajam. Kalau pengumuman lowongan menyebut jenis kertas tertentu, ikuti itu tanpa berdebat. Bila tidak disebut, pilih yang membuat tulisan tanganmu paling terbaca.

Pulpen warna apa yang sebaiknya dipakai?

Gunakan tinta hitam atau biru gelap. Hitam paling aman karena hasil fotokopi dan pemindaiannya paling jelas dan kontras. Biru gelap juga umum dipakai dan kadang membantu membedakan dokumen asli dari fotokopi. Hindari warna lain seperti merah, hijau, atau ungu karena terlihat tidak formal. Pakai satu pulpen yang sama dari awal sampai tanda tangan supaya warna dan ketebalannya konsisten. Pastikan tintanya tidak blobor atau tembus ke belakang kertas. Kalau instansi menyebut warna tertentu, misalnya wajib hitam, patuhi instruksinya. Coba dulu pulpen di kertas buram untuk memastikan tintanya keluar lancar sebelum kamu pakai di lembar final.

Kalau salah tulis, boleh pakai tipp-ex atau dicoret?

Sebaiknya tidak. Coretan dan tipp-ex membuat dokumen terlihat asal dan bisa menimbulkan kesan kamu kurang teliti, padahal ketelitian justru yang dinilai dari tugas menulis tangan. Untuk kesalahan kecil, lebih baik latihan dulu di kertas buram sebelum menulis versi final. Kalau salah di versi final, ambil kertas baru dan tulis ulang dari awal. Memang lebih memakan waktu, tapi hasilnya jauh lebih meyakinkan. Karena itu, siapkan dua sampai tiga lembar kertas cadangan sejak awal supaya kamu tidak panik dan tidak tergoda menutupi kesalahan saat ada yang keliru di tengah menulis.

Apakah daftar riwayat hidup tulis tangan perlu materai?

Umumnya tidak. Daftar riwayat hidup biasa yang kamu buat untuk melamar kerja cukup ditandatangani tanpa materai. Materai lebih sering diminta untuk surat pernyataan atau dokumen dengan kekuatan hukum tertentu. Namun sebagian instansi, BUMN, atau formulir resmi seperti berkas CPNS bisa meminta daftar riwayat hidup ditempeli materai dan ditandatangani di atasnya. Aturan ini berbeda-beda antar instansi, jadi jangan berasumsi. Baca pengumuman lowongan dengan teliti, dan kalau ada format resmi yang bisa diunduh, ikuti persis termasuk soal materai dan letak tanda tangan.

Perlu tempel pas foto? Ukuran berapa?

Banyak lowongan meminta pas foto ditempel di sudut kanan atas daftar riwayat hidup, tapi tidak semua. Ukuran yang paling sering diminta adalah 3x4 atau 4x6 sentimeter dengan foto terbaru dan berpakaian rapi. Tempel dengan lem, bukan staples atau selotip yang menutupi wajah. Kalau pengumuman menyebut ukuran, warna latar, atau jumlah foto tertentu, ikuti itu. Kalau tidak disebut sama sekali, menyiapkan pas foto 3x4 berlatar polos biasanya aman. Simpan beberapa lembar cadangan karena berkas lamaran lain sering meminta foto yang sama.

Apa bedanya daftar riwayat hidup, CV, dan curriculum vitae?

Secara isi, ketiganya merujuk ke dokumen yang sama: ringkasan identitas, pendidikan, pengalaman, dan keahlian kamu. 'Curriculum vitae' adalah istilah aslinya dalam bahasa Latin, 'CV' adalah singkatannya, dan 'daftar riwayat hidup' adalah padanan bahasa Indonesianya. Dalam praktik, 'CV' sering dipakai untuk versi ketik yang lebih modern dan berdesain, sedangkan 'daftar riwayat hidup' lebih sering muncul saat perusahaan atau instansi meminta format sederhana atau tulis tangan. Kalau lowongan menulis 'daftar riwayat hidup tulis tangan', yang dimaksud adalah dokumen ini dalam versi manual dengan struktur formal seperti di panduan ini.