Cara menyetel rem motor yang kurang pakem
Rem motor terasa kurang menggigit? Pelajari cara menyetel jarak main rem tromol dan mengecek rem cakram sendiri di rumah dengan aman.
Rem terasa kurang menggigit, jarak pengereman makin panjang, atau tuasnya harus ditarik dalam-dalam baru motor mau berhenti. Gejala ini paling sering muncul pelan-pelan sampai kamu baru sadar saat harus mengerem mendadak di lampu merah atau menghindari lubang. Kabar baiknya, sebagian besar kasus rem kurang pakem punya penyebab yang jelas dan bisa ditangani sendiri di rumah dengan alat sederhana - selama kamu tahu bedanya antara rem yang tinggal disetel dan rem yang butuh ganti komponen.
Yang perlu dipahami sejak awal: rem adalah sistem keselamatan, bukan tempat untuk coba-coba. Beberapa pekerjaan aman kamu kerjakan sendiri, sebagian lagi lebih baik diserahkan ke bengkel. Panduan ini memisahkan keduanya dengan jujur supaya kamu tidak salah menyetel dan justru bikin rem lebih berbahaya.
Alat yang dibutuhkan pun sederhana dan biasanya sudah ada di rumah: kunci pas seukuran mur setelan, obeng, tang, lap bersih, dan cairan pembersih rem. Yang tidak boleh ketinggalan justru bukan alat, melainkan buku manual motormu, karena di situlah tercantum angka jarak main dan spesifikasi yang berbeda tiap model. Sediakan juga tempat kerja yang cukup terang supaya kamu bisa mengintip kondisi kampas dengan jelas.
Rem kurang pakem itu gejala, bukan satu masalah
βRem kurang pakemβ adalah keluhan, bukan diagnosis. Di baliknya bisa ada beberapa penyebab yang sangat berbeda cara penanganannya. Pada rem tromol, penyebab paling umum justru sepele: jarak main yang terlalu longgar karena kabel atau batang rem mulur seiring pemakaian. Ini cukup disetel, tidak perlu ganti apa pun.
Pada rem cakram, ceritanya lain. Rem cakram jarang soal setelan karena sistemnya menyesuaikan diri secara otomatis. Kalau terasa lemah, biasanya karena kampas sudah menipis, minyak rem berkurang atau sudah lama dan menyerap air, ada udara terjebak di dalam selang, atau permukaan cakram licin kena kotoran. Masing-masing butuh penanganan berbeda.
Karena itu, langkah pertama bukan mengambil kunci, tapi mengamati. Rasakan tuas dan pedalnya, dengarkan suaranya, dan lihat kondisi kampas serta minyak rem. Salah menebak penyebab akan membuang waktu dan, lebih buruk lagi, bisa membuatmu menyetel sesuatu yang tidak seharusnya disentuh.
Jangan menunggu rem benar-benar tidak berfungsi baru bertindak. Gejala awal seperti jarak pengereman yang sedikit memanjang, tuas yang mulai terasa longgar, atau decitan halus yang datang sesekali adalah peringatan dini. Menanganinya saat masih ringan jauh lebih murah dan aman daripada membiarkannya sampai rem gagal di jalan. Biasakan mengecek rem setiap kali mencuci motor atau sebelum perjalanan jauh, karena saat itulah rodanya mudah diputar dan komponennya gampang diamati.
Bedakan rem tromol dan rem cakram - cara setelnya beda
Sebelum apa-apa, pastikan kamu tahu jenis rem di setiap roda. Rem tromol memakai sepasang kampas berbentuk sepatu yang mengembang menekan dinding teromol saat rem ditarik. Sistem ini digerakkan kabel atau batang, dan di ujung mekanismenya ada mur penyetel untuk mengatur jarak main. Rem tromol umum di roda belakang motor bebek dan matic, serta di kedua roda motor lama.
Rem cakram memakai piringan logam yang berputar bersama roda, dijepit kampas dari dua sisi lewat kaliper. Tenaganya berasal dari tekanan minyak rem yang kamu kirim lewat tuas. Karena hidrolik, jarak kampas ke cakram menyesuaikan sendiri; tidak ada mur untuk dikencangkan.
Cara membedakannya di lapangan: kalau ada piringan logam mengkilap di sisi roda, itu cakram. Kalau tromol tertutup rapat dengan tuas rem di sisinya, itu tromol. Konfigurasi paling umum di motor harian adalah cakram depan dan tromol belakang. Mengetahui ini menghindarkanmu dari mencari setelan yang memang tidak ada di rem cakram.
Cek dulu: kenapa rem terasa kurang menggigit
Diagnosis yang benar menghemat banyak kerja. Mulai dengan merasakan tuas dan pedal. Tuas rem cakram yang sehat terasa mantap dan berhenti di titik yang konsisten. Kalau terasa dalam, empuk, atau seperti perlu dipompa dua kali baru menggigit, itu tanda kuat ada angin di sistem atau kampas sangat tipis. Kalau tuas keras tapi motor tetap susah berhenti, curigai kampas yang mengeras atau cakram yang licin.
Berikutnya, periksa fisiknya. Intip ketebalan kampas lewat celah kaliper - kalau sudah tipis mendekati alur indikator, itu jawabannya. Lihat tabung minyak rem: permukaannya harus berada di antara garis MIN dan MAX. Minyak yang turun tanpa ada kebocoran biasanya menandakan kampas menipis. Untuk rem tromol, injak pedal dan rasakan seberapa jauh geraknya sebelum menggigit; jarak main berlebih artinya tinggal disetel.
Catat juga gejala pendukung: rem yang menarik ke satu sisi, berdecit kasar, atau berbau gosong. Semua ini petunjuk yang mempersempit kemungkinan sebelum kamu mengambil alat.
Periksa rem depan dan belakang terpisah, bukan sekaligus. Pengereman motor yang ideal membagi beban antara keduanya, jadi kalau salah satu jauh lebih lemah, keseimbangannya terganggu dan motor bisa terasa limbung saat mengerem mendadak. Kalau kamu baru sadar remnya kurang pakem setelah motor dipakai menerjang genangan, coba rem pelan sambil berjalan untuk mengeringkan kampas - air memang bisa membuat rem tromol sesaat kehilangan gigitan, dan biasanya pulih sendiri setelah beberapa kali pengereman ringan.
Menyetel jarak main rem tromol dengan aman
Inilah pekerjaan yang paling ramah untuk dikerjakan sendiri. Pada rem tromol belakang, cari mur penyetel berbentuk kupu-kupu di ujung batang rem, dekat tuas rem pada teromol. Memutar mur searah jarum jam akan menarik batang lebih jauh sehingga kampas lebih cepat menempel dan jarak main mengecil. Memutar berlawanan arah menambah jarak main.
Kuncinya adalah menyetel sedikit demi sedikit. Setelah setiap putaran kecil, putar roda dengan tangan. Roda harus tetap berputar bebas tanpa suara gesekan. Begitu terasa menyeret atau terdengar gesekan terus-menerus, berarti terlalu kencang - kendurkan lagi. Rem tromol yang terlalu rapat akan panas, cepat aus, dan berbahaya karena bisa mengunci saat panas memuai.
Untuk rem tromol depan yang memakai kabel dan tuas di setang, penyetel halusnya ada di dekat tuas. Putar sampai tuas terasa pas dan tidak mentok ke gagang setang saat ditarik penuh. Setelah selesai, pastikan lampu rem tetap menyala saat rem diinjak, dan jangan lupa angka jarak main yang tepat berbeda tiap motor - cek buku manual, jangan mengira-ngira.
Rem cakram: yang bisa dan tidak bisa kamu setel sendiri
Untuk rem cakram, batasi diri pada pekerjaan yang aman. Yang boleh kamu lakukan sendiri: memeriksa ketebalan kampas, mengecek tinggi minyak rem, dan membersihkan permukaan cakram dari kotoran. Kalau kampas sudah tipis, ganti sepasang sekaligus supaya cengkeraman seimbang. Kalau cakram licin karena debu atau cipratan pelumas rantai, semprot dengan cairan pembersih rem dan lap dengan kain bersih tak berbulu.
Yang sebaiknya diserahkan ke bengkel: membuang angin (bleeding), mengganti minyak rem, dan membongkar kaliper. Ketiganya berhubungan langsung dengan kemampuan motor berhenti, dan kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Membuka tutup reservoir pun perlu hati-hati - jaga kotoran tidak masuk, dan pastikan jenis minyak rem sesuai kode DOT yang tertera di tutup. Jangan mencampur tipe berbeda, dan lap segera bila tumpah karena minyak rem merusak cat.
Satu hal yang sering luput: minyak rem menyerap air dari udara seiring waktu. Air yang bercampur menurunkan titik didih minyak, sehingga saat rem bekerja keras dan panas, cairan bisa mendidih dan membentuk gelembung uap yang membuat rem terasa ngempos. Itu sebabnya minyak rem punya interval penggantian berkala meski terlihat masih penuh. Warna minyak yang sudah gelap atau keruh adalah petunjuk kasar bahwa cairannya sudah lama dan perlu diganti. Untuk angka interval yang tepat, kembali lagi ke buku manual motormu.
Kalau motormu memakai rem kombinasi (CBS) atau ABS, komponennya lebih rumit dan punya sensor serta katup khusus. Cukup lakukan pengecekan luar seperti kampas dan minyak rem, lalu percayakan penyetelan internal ke bengkel resmi yang punya alat dan data yang tepat.
Kesalahan yang bikin rem malah lebih bahaya
Beberapa kesalahan justru mengubah rem yang cuma lemah menjadi rem yang berisiko. Yang pertama adalah menyetel rem tromol terlalu kencang sampai kampas menempel terus. Ini menghasilkan panas berlebih, mempercepat keausan, dan bisa membuat rem mengunci mendadak. Selalu pastikan roda berputar bebas setelah disetel.
Kesalahan kedua adalah membiarkan minyak, gemuk, atau air sabun mengenai cakram dan kampas. Kampas yang sudah terkontaminasi daya cengkeramnya turun dan sulit dipulihkan; lebih aman diganti daripada dipaksa dipakai. Ketiga, memakai minyak rem sembarangan atau mencampur tipe berbeda dapat merusak seal dan menurunkan kinerja. Keempat, menunda ganti kampas sampai habis ke bagian logam akan merusak cakram dan membuat pengereman kasar serta mahal diperbaiki.
Kesalahan terakhir yang paling berbahaya: tidak menguji rem sebelum dipakai jalan. Sekecil apa pun perubahan yang kamu lakukan, uji dulu di kecepatan rendah di tempat aman. Rem adalah komponen yang tidak memberi kesempatan kedua kalau gagal di saat genting.
Kapan sebaiknya bawa ke bengkel
Ada batas yang sehat antara mengerjakan sendiri dan menyerah ke ahlinya. Bawa ke bengkel kalau tuas rem cakram tetap terasa dalam meski kampas dan minyak sudah normal - itu tanda perlu buang angin. Bawa juga kalau kamu menemukan rembesan minyak rem di sekitar kaliper atau selang, karena kebocoran adalah masalah serius yang tidak boleh ditunda.
Datangi bengkel bila kampas sudah habis sampai logam, cakram terasa bergelombang atau menyebabkan getaran saat mengerem, atau motor menarik kuat ke satu sisi saat direm. Motor dengan sistem CBS atau ABS yang bermasalah juga sebaiknya ditangani mekanik yang punya alat diagnosis, bukan dibongkar sendiri.
Menyerahkan pekerjaan yang di luar kemampuanmu bukan tanda gagal - itu keputusan yang tepat untuk sistem sepenting rem. Sambil menunggu, hindari memakai motor dengan rem yang kamu ragukan.
Kalau kamu sedang membiasakan diri merawat motor sendiri, lanjutkan dengan panduan cara merawat dan melumasi rantai motor supaya tarikan tetap ringan dan aman, serta cara mengganti busi motor sendiri untuk menjaga mesin tetap responsif. Perawatan kecil yang rutin selalu lebih murah dan lebih aman daripada menunggu sampai ada yang rusak parah.
Langkah-langkahnya
-
Kenali dulu jenis rem motormu
Cara menyetel sangat bergantung pada jenis rem. Rem tromol (drum) memakai kampas yang menekan ke dalam teromol dan disetel secara mekanis lewat mur atau baut penyetel - umum di motor bebek dan sebagian matic, terutama roda belakang. Rem cakram (disc) memakai piringan logam yang dijepit kampas lewat tekanan minyak rem, dan jarak mainnya menyesuaikan sendiri, jadi tidak ada mur untuk dikencangkan. Lihat rodanya: kalau ada piringan logam mengkilap, itu cakram; kalau tromol tertutup rapat, itu tromol. Banyak motor memakai cakram di depan dan tromol di belakang. Kenali dulu supaya kamu tidak mencari setelan yang memang tidak ada.
-
Posisikan motor stabil dan pastikan mesin dingin
Standarkan motor di standar tengah supaya roda belakang bisa berputar bebas saat kamu mengecek gesekan rem. Kalau tidak ada standar tengah, pakai paddock stand atau minta bantuan orang untuk menahan motor tetap tegak. Pastikan mesin dan knalpot sudah dingin, apalagi kalau kamu akan bekerja dekat kaliper depan yang posisinya berdekatan dengan blok mesin. Siapkan alat di dekatmu, pakai sarung tangan, dan letakkan lap untuk menghindari tetesan cairan. Kalau motor kamu punya rem kombinasi (CBS) atau ABS, jangan bongkar sendiri komponennya - cukup lakukan pengecekan luar dan serahkan penyetelan dalam ke bengkel resmi.
-
Diagnosis dulu penyebab rem kurang pakem
Sebelum memutar mur apa pun, cari tahu penyebabnya. Tarik tuas rem depan dan injak pedal belakang: kalau terasa dalam, empuk, atau ambles pelan, itu tanda kampas menipis atau ada angin di sistem cakram. Kalau terasa keras tapi motor tetap susah berhenti, kemungkinan kampas mengeras (glazing) atau cakram licin kena kotoran. Cek ketebalan kampas lewat celah kaliper, dan lihat tinggi minyak rem di tabung reservoir apakah masih di antara garis batas. Untuk rem tromol, perhatikan jarak main pedal - kalau harus diinjak dalam baru menggigit, kemungkinan besar cuma perlu disetel.
-
Setel jarak main rem tromol belakang
Cari mur penyetel (biasanya berbentuk kupu-kupu) di ujung batang rem, di dekat tuas rem pada teromol roda belakang. Putar mur searah jarum jam untuk mengurangi jarak main sehingga rem lebih cepat menggigit, atau berlawanan arah untuk menambah jarak main. Lakukan sedikit demi sedikit, lalu putar roda dengan tangan setiap kali menyetel. Roda harus tetap bisa berputar bebas tanpa suara gesekan; kalau kampas terasa menempel terus, berarti terlalu kencang - kendurkan lagi. Sesuaikan jarak main pedal dengan angka di buku manual. Setelah pas, pastikan lampu rem tetap menyala saat pedal diinjak.
-
Setel rem tromol depan lewat tuas
Kalau motormu memakai rem tromol di depan, penyetelnya biasanya ada dua: satu di dekat tuas rem pada setang, satu lagi di tuas rem pada teromol roda. Untuk penyetelan halus, putar penyetel di dekat tuas setang sampai jarak main terasa pas - tuas tidak boleh mentok ke gagang setang saat ditarik penuh. Kalau kabel sudah mulur banyak, setel di sisi teromol. Beri sedikit pelumas pada kabel yang seret supaya tarikan ringan dan balik sempurna. Pastikan setelah dilepas, tuas kembali penuh dan kampas tidak menahan roda. Uji putaran roda depan dengan tangan sebelum lanjut.
-
Rem cakram: cek minyak rem dan ketebalan kampas
Rem cakram tidak disetel jarak mainnya, jadi kalau kurang pakem fokus ke kampas dan minyak rem. Lihat ketebalan kampas lewat celah kaliper - kalau sudah tipis mendekati alur indikator, ganti sepasang. Cek tinggi minyak rem di tabung reservoir; kalau di bawah garis MIN, kemungkinan kampas aus atau ada kebocoran. Buka tutup reservoir hanya bila perlu, jaga jangan sampai kotoran masuk, dan cocokkan jenis minyak (DOT tertera di tutup) - jangan mencampur tipe berbeda. Minyak rem merusak cat, jadi lap segera kalau tumpah. Kalau tuas terasa dalam meski kampas dan minyak normal, sistem perlu dibuang anginnya di bengkel.
-
Bersihkan cakram dan kampas dari kotoran
Cakram yang licin karena debu, air sabun sisa cuci, atau cipratan pelumas rantai bisa bikin rem selip. Semprot piringan dengan cairan pembersih rem khusus, lalu lap dengan kain bersih yang tidak berbulu. Jangan pernah menyentuh permukaan cakram dengan tangan berminyak. Kalau kampas sudah terkontaminasi oli atau gemuk, permukaannya sulit dibersihkan dan sebaiknya diganti karena daya cengkeramnya turun permanen. Untuk rem tromol, buka bila memungkinkan lalu bersihkan debu kampas dengan disemprot pembersih rem, bukan ditiup dengan mulut. Pastikan semua kering sebelum dipasang dan digunakan kembali.
-
Uji rem pelan sebelum dipakai jalan
Jangan langsung percaya rem sebelum dites. Dengan motor masih di standar, putar roda dan tekan rem - roda harus berhenti tegas lalu berputar bebas lagi saat rem dilepas. Setelah itu, jalankan motor pelan di halaman atau jalan sepi, lalu rem bertahap dari kecepatan rendah. Rasakan apakah motor berhenti lurus tanpa menarik ke satu sisi, dan apakah tuas terasa mantap. Kampas baru butuh jarak beberapa kilometer untuk menyesuaikan (bedding-in) sebelum cengkeramannya maksimal, jadi rem lebih hati-hati dulu. Kalau masih kurang pakem atau ada suara aneh, hentikan dan periksa ulang atau bawa ke bengkel.
Pertanyaan yang sering ditanya
Apakah rem tromol dan rem cakram cara menyetelnya sama?
Berbeda. Rem tromol punya setelan mekanis berupa mur atau baut penyetel yang mengatur jarak main; memutarnya mengubah seberapa cepat kampas menempel ke teromol. Rem cakram tidak punya setelan seperti itu karena kampasnya didorong oleh tekanan minyak rem dan jaraknya menyesuaikan sendiri saat kampas menipis. Jadi kalau rem cakram terasa kurang pakem, kamu tidak menyetelnya, melainkan mengganti kampas yang aus, menambah atau mengganti minyak rem, atau membuang angin di dalam selang. Menyamakan keduanya adalah kesalahan umum yang bikin orang mencari setelan yang memang tidak ada di rem cakram.
Kenapa rem cakram terasa dalam atau empuk padahal minyak rem penuh?
Tuas yang terasa dalam, empuk, atau seperti memompa biasanya menandakan ada udara terjebak di dalam sistem hidrolik. Udara bisa dimampatkan, sedangkan minyak rem tidak, sehingga tenaga tarikanmu terbuang untuk menekan gelembung udara alih-alih kampas. Solusinya adalah membuang angin (bleeding), yaitu mengeluarkan udara lewat baut khusus di kaliper sambil menjaga minyak rem tetap terisi. Prosesnya butuh ketelitian dan berkaitan langsung dengan keselamatan, jadi kalau kamu belum pernah melakukannya, sebaiknya serahkan ke bengkel. Penyebab lain tuas dalam adalah kampas yang sudah sangat tipis atau minyak rem yang sudah lama dan menyerap air.
Seberapa kencang harus menyetel jarak main rem tromol?
Kuncinya adalah keseimbangan: cukup kencang supaya rem cepat menggigit, tapi tidak sampai kampas menempel terus ke teromol. Cara memeriksanya sederhana - setelah menyetel, putar roda dengan tangan. Roda harus berputar bebas tanpa suara gesekan atau tahanan. Kalau terasa menyeret, berarti terlalu kencang dan harus dikendurkan sedikit. Rem yang terlalu rapat akan menghasilkan panas berlebih, mempercepat keausan kampas, dan pada kasus parah bisa membuat rem mengunci. Angka jarak main pedal atau tuas yang tepat berbeda tiap model motor, jadi jangan mengira-ngira - cek buku manual kendaraanmu untuk nilai yang dianjurkan pabrik.
Berapa lama sekali kampas rem motor harus diganti?
Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua motor karena tergantung gaya berkendara, beban, dan kondisi jalan. Yang lebih penting adalah membaca tandanya. Ganti kampas kalau ketebalannya sudah mendekati alur indikator keausan, rem berdecit terus-menerus, jarak pengereman makin panjang, atau permukaan kampas terlihat mengkilap dan mengeras. Untuk rem cakram, minyak rem yang terus turun tanpa kebocoran biasanya menandakan kampas menipis. Ganti kampas secara berpasangan dalam satu roda supaya pengereman tetap seimbang. Interval pengecekan yang dianjurkan biasanya tertera di buku manual, dan lebih aman memeriksa lebih sering daripada menunggu rem benar-benar habis.
Apakah aman menyetel rem sendiri di rumah?
Menyetel jarak main rem tromol dan mengecek kampas serta minyak rem termasuk pekerjaan yang aman dilakukan sendiri asal kamu teliti dan mengujinya sebelum dipakai jalan. Yang perlu kehati-hatian ekstra adalah pekerjaan pada sistem cakram hidrolik seperti membuang angin, mengganti minyak rem, atau membongkar kaliper, karena kesalahan di sini langsung memengaruhi kemampuan berhenti. Kalau ragu, batasi diri pada pengecekan dan penyetelan sederhana, lalu serahkan sisanya ke bengkel. Selalu uji rem di kecepatan rendah di tempat aman setelah menyetel. Jangan pernah membawa motor ke jalan raya bila kamu belum yakin remnya bekerja normal.
Rem berdecit setelah disetel, apa penyebabnya?
Decitan tidak selalu berarti bahaya, tapi perlu ditelusuri. Penyebab umum adalah debu kampas yang menumpuk, permukaan kampas yang mengeras karena panas, atau kampas dan cakram yang belum benar-benar bersih dari kotoran. Coba bersihkan cakram dengan cairan pembersih rem dan lap area kampas. Kalau motor baru ganti kampas, decitan ringan di awal wajar dan biasanya hilang setelah beberapa kilometer masa penyesuaian. Namun kalau decitan disertai getaran, tarikan ke satu sisi, atau daya rem yang jelas menurun, hentikan pemakaian dan periksa lebih lanjut. Kampas yang sudah habis sampai ke bagian logam juga menimbulkan suara kasar dan harus segera diganti.
Panduan otomotif & kendaraan lainnya
Cara mengganti lampu depan motor
Lampu depan motor mati bikin bahaya di jalan malam. Ganti bohlam sendiri sebenarnya mudah, asal tahu tipe yang benar dan cara aman menyentuh kaca halogen.
Cara merawat cat motor agar tetap mengkilap
Cat motor cepat kusam karena matahari, air hujan, dan kesalahan mencuci. Panduan lengkap cuci, poles, wax, dan parkir agar warna tetap mengkilap awet.
Cara jump start aki mobil yang soak
Aki mobil soak dan mesin cuma bunyi cetek-cetek? Pelajari cara jump start pakai kabel jumper dengan urutan terminal yang aman, plus kapan aki wajib diganti.