Panduan Kita

Cara menghilangkan jamur di tembok rumah

Jamur tembok muncul dari kelembapan dan ventilasi buruk. Panduan 7 langkah membersihkan, mencegah, dan tahu kapan harus panggil tukang - aman dan tuntas.

Oleh Sari Wahyuni 8 menit baca
Cara menghilangkan jamur di tembok rumah
(CC0 1.0) via rawpixel

Bercak hitam kehijauan yang muncul di pojok kamar tidur atau di tembok belakang lemari bukan sekadar masalah penampilan. Jamur tembok adalah organisme hidup yang tumbuh dari kelembapan, dan dia akan terus melebar selama tembok itu basah. Banyak orang langsung mengecat ulang untuk menutupinya, lalu heran kenapa beberapa bulan kemudian noda yang sama muncul lagi, kini mengelupaskan cat barunya dari dalam.

Tujuh langkah di bawah ini menangani jamur tembok secara tuntas: melindungi diri dari spora, mematikan akar masalah berupa sumber air, membersihkan dengan bahan yang aman, lalu mencegah jamur kembali. Total waktu pengerjaan sekitar dua jam, belum termasuk waktu mengeringkan tembok.

Kenapa jamur tumbuh di tembok rumah

Jamur butuh tiga hal untuk hidup: kelembapan, makanan (debu, cat, plester organik), dan suhu yang nyaman. Dari ketiganya, yang paling bisa kamu kendalikan adalah kelembapan. Inilah kenapa rumah di iklim tropis lembap seperti Indonesia sangat rentan jamur tembok, terutama saat musim hujan.

Sumber kelembapan yang paling sering jadi biang jamur tembok:

  • Bocor dan rembesan. Pipa air yang bocor di balik dinding, atap yang rembes saat hujan, atau talang air yang mampet membuat tembok basah dari dalam tanpa terlihat.
  • Rembesan dari tanah. Tembok yang menempel langsung ke tanah tanpa lapisan kedap air akan menyerap air tanah ke atas, sering terlihat sebagai noda lembap di bagian bawah dinding.
  • Kondensasi. Di kamar mandi, dapur, dan kamar tidur yang jarang dibuka jendelanya, uap air menempel di tembok yang lebih dingin dan menetap di situ. Ventilasi buruk memperparah ini.

Karena jamur selalu mengikuti air, langkah pertama yang benar-benar menyelesaikan masalah bukan menyikat noda, melainkan menemukan dari mana air itu datang.

Bahaya jamur yang sering diremehkan

Jamur tembok tidak hanya jelek dipandang. Saat kamu menyikat atau mengelapnya, spora halus terlepas ke udara dan terhirup. Pada banyak orang ini memicu mata gatal, hidung tersumbat, dan batuk. Pada orang dengan asma atau alergi, reaksinya bisa jauh lebih berat.

Kelompok yang paling rentan terhadap paparan jamur dalam ruangan adalah penderita asma dan alergi, orang dengan daya tahan tubuh lemah, bayi, serta lansia. Pada mereka, tinggal di ruangan berjamur dalam waktu lama bisa memicu gangguan pernapasan yang berulang.

Karena itulah dua hal jadi wajib: pakai pelindung diri (minimal masker dan sarung tangan, idealnya respirator N95), dan buka ventilasi supaya spora yang terlepas terbawa keluar, bukan menumpuk di ruangan tertutup. Jangan pernah membersihkan jamur dalam ruang yang serba tertutup rapat.

Memilih bahan pembersih yang aman

Untuk pembersih, kamu tidak butuh cairan kimia keras yang mahal. Dua bahan paling umum dan efektif adalah cuka putih dan pemutih encer, tetapi keduanya punya peran berbeda.

Cuka putih cocok untuk jamur ringan sampai sedang dan untuk tembok yang ingin kamu pertahankan catnya. Cuka menembus pori dan bisa membunuh akar jamur, bukan cuma memudarkan warnanya. Pakai cuka putih murni tanpa dicampur air, semprot, diamkan sekitar satu jam, lalu sikat.

Pemutih encer (satu bagian pemutih dengan sepuluh bagian air) berguna untuk noda hitam membandel, tapi terutama hanya saat tembok akan dicat ulang. Pemutih kuat memudarkan warna hitam, tetapi sering tidak menembus plester berpori untuk membunuh akar, dan bisa membuat cat memucat.

Ada satu aturan keselamatan yang tidak boleh dilanggar: jangan pernah mencampur pemutih dengan cuka atau dengan pembersih amonia. Campuran pemutih dan asam atau amonia menghasilkan gas beracun yang berbahaya jika terhirup di ruang tertutup. Pilih salah satu, jangan dua-duanya sekaligus.

Membersihkan tahap demi tahap

Setelah pelindung diri terpasang dan sumber air sudah diperbaiki, urutan kerjanya sederhana: sikat kering dulu untuk mengurangi spora, baru basahi dengan larutan pembersih. Membasahi tembok lebih dulu malah membuat spora menempel lebih erat dan menyebar saat digosok.

Sikat perlahan dalam keadaan kering, kumpulkan serpihan dengan kain lembap, dan buang langsung ke kantong plastik tertutup. Baru setelah itu semprot cuka atau pemutih encer, diamkan, sikat sampai bersih, lalu lap dengan kain dan spons yang sering dibilas. Ganti air bilasan begitu keruh supaya kamu tidak menyebar jamur balik ke tembok yang sudah bersih.

Mengeringkan dan mencegah jamur kembali

Bagian yang paling sering dilewati orang adalah pengeringan. Tembok yang dibersihkan tapi dibiarkan lembap akan berjamur lagi dalam hitungan hari. Setelah bersih, arahkan kipas angin ke tembok, buka jendela lebar, dan kalau ada, jalankan dehumidifier. Untuk tembok yang sebelumnya basah parah, tunggu satu sampai dua hari sampai benar-benar kering sebelum dicat.

Mengecat ulang dengan cat dasar tahan jamur lalu cat anti-jamur menutup pori dan memperlambat jamur kembali. Tapi cat saja tidak cukup kalau ruangan tetap lembap. Kebiasaan harian yang menjaga tembok tetap kering jauh lebih menentukan:

  • Buka jendela tiap pagi supaya udara lembap berganti udara segar.
  • Nyalakan exhaust fan saat mandi dan memasak untuk membuang uap air.
  • Beri jarak antara lemari atau perabot besar dengan tembok supaya udara mengalir di belakangnya.
  • Segera keringkan cipratan, tetesan, atau rembesan begitu terlihat.

Kapan harus menyerah dan memanggil tukang

Tidak semua jamur tembok bisa kamu tangani sendiri. Panggil profesional kalau jamur menutupi area yang luas, sudah menembus sampai ke plester dan lapisan dalam tembok, terus kembali meski sudah dibersihkan berulang kali, atau muncul akibat banjir dan rembesan parah yang menyentuh struktur bangunan.

Dalam kasus seperti itu, plester yang sudah rusak biasanya harus dibongkar dan diganti, dan sumber bocor di balik dinding atau atap butuh perbaikan yang tidak bisa diselesaikan dengan sikat dan cuka. Kalau ada anggota keluarga dengan gangguan pernapasan serius, menyerahkan pembersihan area besar ke pihak yang punya alat dan pelindung memadai adalah pilihan yang lebih bijak daripada memaksakan diri.

Membersihkan jamur tembok pada dasarnya soal mengejar air, bukan mengejar noda. Selama tembok kering dan ruangan berventilasi, jamur jarang punya kesempatan tumbuh.

Untuk masalah kelembapan yang berhubungan, lihat juga panduan kami tentang cara menghilangkan bau di kamar mandi, karena kamar mandi yang pengap adalah salah satu titik paling rawan jamur di rumah. Dan kalau jamur juga muncul di sela-sela karet mesin cuci, cara membersihkan mesin cuci memakai prinsip yang sama: hilangkan lembap yang menjadi sumbernya.

Langkah-langkahnya

  1. Pakai pelindung diri sebelum menyentuh jamur

    Sebelum mulai, kenakan masker, sarung tangan karet, dan kacamata pelindung. Spora jamur tembok melayang di udara saat kamu sikat atau lap, dan terhirup bisa memicu batuk, mata gatal, sampai sesak pada orang dengan asma atau alergi. Kalau punya respirator N95, pakai itu - lebih rapat daripada masker kain. Buka jendela atau pintu ruangan supaya udara mengalir keluar, jangan kerja di ruang tertutup rapat. Singkirkan furnitur dan barang dari area kerja, atau tutup dengan plastik supaya spora tidak menempel.

  2. Cari dan perbaiki sumber kelembapannya dulu

    Jamur cuma gejala - akarnya selalu air. Sebelum membersihkan, telusuri kenapa tembok itu lembap. Cek apakah ada pipa bocor di balik dinding, talang air mampet, atap rembes saat hujan, atau tembok yang menempel tanah tanpa lapisan kedap air. Di kamar tidur dan kamar mandi, biang utamanya sering kondensasi karena ventilasi buruk. Kalau kamu bersihkan jamur tanpa menutup sumber air, dalam hitungan minggu jamur balik lagi di titik yang sama. Perbaiki bocor atau rembesan dulu, baru lanjut ke pembersihan.

  3. Sikat kering noda jamur permukaan lebih dulu

    Untuk jamur yang masih di permukaan cat, sikat perlahan dengan sikat kaku dalam keadaan kering untuk mengangkat lapisan jamur yang menonjol. Lakukan dengan gerakan pelan, jangan digosok keras sampai spora beterbangan ke mana-mana. Sapukan ke arah bawah, lalu kumpulkan serpihan yang rontok dengan kain lembap dan langsung buang ke kantong plastik tertutup. Tahap kering ini mengurangi jumlah spora sebelum kamu membasahi tembok, supaya larutan pembersih bekerja lebih efektif di tahap berikutnya.

  4. Semprot larutan cuka putih untuk jamur ringan

    Untuk jamur ringan sampai sedang, cuka putih adalah pilihan teraman. Tuang cuka putih murni (tanpa dicampur air) ke botol semprot, lalu semprot rata ke area berjamur sampai basah. Diamkan sekitar satu jam supaya asamnya menembus dan membunuh akar jamur, bukan cuma mewarnai permukaan. Cuka aman untuk sebagian besar cat tembok dan tidak meninggalkan uap berbahaya. Untuk celah kecil, retakan, atau nat, pakai sikat gigi bekas yang dicelup cuka. Jangan pernah mencampur cuka dengan pemutih - reaksinya menghasilkan gas klorin yang beracun.

  5. Untuk noda membandel, pakai pemutih yang diencerkan

    Kalau noda hitam membandel dan tembok bisa dicat ulang nanti, larutkan satu bagian pemutih (bleach) dengan sepuluh bagian air di botol semprot. Pakai di ruangan berventilasi baik, dengan masker dan sarung tangan tetap terpasang. Semprot ke noda, diamkan beberapa menit, lalu sikat. Pemutih memang memudarkan warna hitam jamur, tapi sering tidak membunuh akar di dalam plester berpori dan bisa membuat cat memucat. Jangan dipakai di tembok yang akan dibiarkan tanpa cat. Ingat aturan paling penting: pemutih tidak boleh dicampur cuka atau pembersih amonia.

  6. Sikat, lap bersih, lalu keringkan total

    Setelah larutan meresap, sikat area berjamur sampai noda terangkat, lalu lap dengan kain bersih dan spons yang sering dibilas. Ganti air bilasan kalau sudah keruh supaya kamu tidak menyebar spora balik ke tembok. Begitu bersih, langkah paling menentukan adalah mengeringkan tembok sampai benar-benar kering - bukan sekadar lembap. Nyalakan kipas angin yang diarahkan ke tembok, buka jendela lebar, atau pakai dehumidifier kalau punya. Tembok yang masih menyimpan air adalah undangan terbuka untuk jamur tumbuh lagi dalam beberapa hari.

  7. Cat ulang dengan cat anti-jamur dan jaga ruangan tetap kering

    Begitu tembok kering sempurna (tunggu minimal satu sampai dua hari kalau sebelumnya basah parah), lapisi dengan cat dasar tahan jamur lalu cat anti-jamur yang banyak dijual di toko bangunan. Lapisan ini menutup pori dan memperlambat jamur kembali. Setelah itu, fokus ke pencegahan harian: buka jendela tiap pagi supaya udara berganti, jalankan exhaust fan saat mandi atau memasak, jauhkan lemari dari menempel rapat ke tembok agar ada celah udara, dan keringkan segera kalau ada cipratan atau rembesan. Tembok kering dan berventilasi jarang berjamur.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah cuka putih atau pemutih yang lebih baik untuk jamur tembok?

Untuk pemakaian rumahan, cuka putih biasanya lebih disarankan. Cuka menembus permukaan berpori dan bisa membunuh akar jamur, sementara pemutih cenderung hanya memudarkan warna hitam di permukaan tanpa mematikan akar di dalam plester. Cuka juga lebih aman dihirup dan tidak merusak warna cat. Pemutih encer berguna saat kamu butuh menghilangkan noda hitam membandel pada tembok yang memang akan dicat ulang, karena pemutih bisa membuat cat memucat. Apa pun pilihanmu, jangan pernah mencampur cuka dengan pemutih atau pembersih amonia, karena campuran itu menghasilkan gas beracun yang berbahaya jika terhirup di ruang tertutup. Cukup pilih satu bahan dan kerjakan di ruang berventilasi.

Apakah jamur tembok berbahaya untuk kesehatan?

Bisa, terutama bila area luas atau kamu sering menghirup sporanya. Paparan jamur dalam ruangan dikaitkan dengan iritasi mata, hidung tersumbat, batuk, dan gejala alergi yang berulang. Orang dengan asma, alergi, daya tahan tubuh lemah, bayi, dan lansia paling rentan dan bisa mengalami reaksi yang lebih berat saat tinggal lama di ruangan berjamur. Karena itu memakai masker dan sarung tangan saat membersihkan bukan sekadar formalitas, melainkan perlindungan nyata dari spora yang terlepas. Kalau kamu atau anggota keluarga mengalami gangguan pernapasan yang memburuk di rumah berjamur, sebaiknya konsultasi ke tenaga kesehatan dan serius menangani sumber kelembapannya, bukan hanya membersihkan permukaannya.

Kenapa jamur selalu tumbuh lagi di tempat yang sama?

Karena sumber airnya belum diperbaiki. Jamur butuh kelembapan untuk hidup, jadi kalau titik tertentu terus berjamur, hampir pasti ada bocor pipa, atap rembes, talang mampet, rembesan dari tanah, atau kondensasi karena ventilasi buruk di situ. Membersihkan permukaan tanpa menutup sumber air sama saja menunda masalah beberapa minggu, lalu noda yang sama muncul lagi. Periksa apa yang membuat area itu lembap, perbaiki dulu sumbernya, baru bersihkan jamurnya. Tambahkan ventilasi atau alat penurun kelembapan kalau ruangan itu memang cenderung pengap dan sering basah, dan beri jarak antara perabot besar dengan tembok supaya udara bisa mengalir di belakangnya.

Bagaimana cara mencegah jamur muncul lagi setelah dibersihkan?

Kuncinya menjaga tembok dan ruangan tetap kering serta berventilasi. Buka jendela tiap pagi supaya udara lembap berganti dengan udara segar. Nyalakan exhaust fan saat memasak dan setelah mandi, karena uap air yang menempel di tembok adalah bahan bakar utama jamur. Beri jarak antara lemari atau perabot besar dengan tembok agar udara bisa mengalir di belakangnya dan tidak ada kantong lembap yang terjebak. Segera keringkan cipratan air atau rembesan begitu terlihat. Gunakan cat anti-jamur di area yang rawan, dan kalau rumahmu memang lembap, pertimbangkan memasang dehumidifier. Pencegahan harian seperti ini jauh lebih murah dan mudah daripada harus membersihkan jamur berulang kali.

Kapan saya harus memanggil tukang atau profesional?

Panggil profesional kalau jamur menutupi area luas, sudah menembus sampai ke plester atau lapisan dalam tembok, terus kembali meski sudah dibersihkan berkali-kali, atau muncul akibat banjir dan rembesan parah yang melibatkan struktur bangunan. Tukang bisa membongkar dan mengganti plester yang sudah rusak, sedangkan sumber bocor di balik dinding atau atap sering butuh perbaikan yang tidak bisa kamu tangani sendiri. Kalau ada anggota keluarga dengan gangguan pernapasan serius, lebih bijak menyerahkan pembersihan area besar ke pihak yang punya alat dan pelindung memadai.

Apakah aman mengecat langsung di atas tembok berjamur?

Tidak. Mengecat langsung di atas jamur hanya menutupi masalah sementara - jamur akan terus tumbuh di bawah lapisan cat baru dan mengelupasnya dari dalam dalam hitungan bulan, sehingga noda yang sama muncul kembali. Kamu harus membersihkan jamur sampai tuntas, memperbaiki sumber kelembapan, lalu mengeringkan tembok benar-benar kering sebelum mengecat, bukan sekadar kering di permukaan. Setelah kering, gunakan cat dasar tahan jamur sebagai lapisan pertama, baru cat anti-jamur di atasnya supaya pori tertutup rapat. Mengecat di atas tembok yang masih lembap atau masih berjamur adalah pemborosan cat dan tenaga karena hampir pasti gagal dan harus diulang.