Panduan Kita

Cara menyimpan bawang merah agar tahan lama

Bawang merah cepat busuk karena lembap dan panas. Simpan utuh di tempat sejuk, kering, dan berventilasi supaya tahan berminggu-minggu tanpa berjamur.

Oleh Sari Wahyuni 8 menit baca
Cara menyimpan bawang merah agar tahan lama
(CC0 1.0) via rawpixel

Beli setengah kilo bawang merah, dua minggu kemudian separuhnya sudah lembek, berjamur, atau bertunas. Masalahnya jarang ada di kualitas bawang - hampir selalu di cara menyimpannya. Bawang merah punya tiga musuh utama: kelembapan, panas, dan sirkulasi udara yang buruk. Kendalikan ketiganya, dan stok bawangmu bisa bertahan berminggu-minggu tanpa terbuang percuma.

Tujuh langkah di atas adalah cara menyimpan bawang merah supaya tahan lama, dari menyortir saat beli sampai menangani bawang yang sudah dikupas. Semuanya sederhana, murah, dan bisa langsung kamu terapkan hari ini.

Kenapa bawang merah cepat busuk

Bawang merah adalah umbi kering. Selama kulit luarnya tetap kering dan udara bisa mengalir di sekitarnya, bawang bertahan lama dalam kondisi semi-dorman. Begitu kondisi ini terganggu, pembusukan berjalan cepat. Ada tiga faktor yang paling berpengaruh.

Kelembapan. Ini penyebab nomor satu. Air yang menempel di kulit atau uap yang terperangkap dalam wadah tertutup memicu pertumbuhan jamur dan bakteri pembusuk. Bawang yang dicuci sebelum disimpan atau dibungkus plastik rapat adalah kasus yang paling sering.

Panas dan cahaya. Suhu hangat dan sinar matahari langsung memberi sinyal ke bawang untuk mulai bertunas. Begitu tunas muncul, bawang mengalihkan energinya ke pertumbuhan tunas, tekstur siungnya melunak, dan rasanya berubah.

Sirkulasi udara buruk. Bawang yang ditumpuk menggunung atau dikurung dalam wadah kedap tidak bisa β€œbernapas”. Uap air dari bawang sendiri terperangkap dan mempercepat pembusukan dari dalam tumpukan.

Kalau kamu paham tiga faktor ini, semua langkah penyimpanan di bawah jadi masuk akal: semuanya bertujuan menjaga bawang tetap kering, sejuk, gelap, dan berangin.

Persiapan sebelum disimpan: sortir dan jangan dicuci

Daya tahan bawang ditentukan bahkan sebelum kamu menaruhnya di wadah. Dua kebiasaan kecil ini paling menentukan.

Pertama, sortir. Saat pulang dari pasar, luangkan lima menit untuk memisahkan bawang. Yang keras, berkulit kering, dan mengkilap masuk ke stok simpan. Yang lembek, memar, berbintik hitam, atau sudah bertunas dipisahkan untuk dipakai lebih dulu. Satu bawang busuk melepas kelembapan dan spora jamur yang cepat menular ke tetangganya, jadi jangan biarkan bawang cacat bercampur dengan stok sehat.

Kedua, jangan dicuci. Ini kesalahan yang paling umum. Bawang merah dari pasar sering masih ada sisa tanah kering, dan naluri kita adalah mencucinya bersih. Tapi air yang menempel di sela-sela siung justru mengundang jamur. Cukup keprok lembut atau sikat dengan kuas kering untuk melepas tanah. Biarkan kulit luar yang kering tetap ada karena itu pelindung alami bawang. Cuci hanya tepat sebelum memasak.

Kalau bawang yang kamu beli terlanjur basah karena hujan atau disemprot air di pasar, angin-anginkan di atas nampan sampai benar-benar kering sebelum masuk wadah simpan.

Wadah dan lokasi terbaik untuk menyimpan bawang

Setelah disortir dan kering, tinggal soal wadah dan tempat. Prinsipnya satu: biarkan udara mengalir.

Wadah yang bagus adalah yang terbuka atau berpori. Keranjang anyaman, kantong jaring (jala) yang biasa dipakai penjual, besek bambu, mangkuk terbuka, atau kantong kertas berlubang semuanya cocok. Yang harus dihindari adalah kantong plastik tertutup, kotak kedap udara, dan wadah kaca bertutup rapat. Wadah kedap memerangkap uap air dari bawang sendiri dan mempercepat busuk.

Jangan menumpuk bawang terlalu tebal. Lapisan tipis membuat udara bisa menyentuh setiap bawang. Kalau kamu beli dalam jumlah banyak, bagi ke beberapa keranjang daripada menumpuknya dalam satu tempat.

Soal lokasi, cari titik yang sejuk, kering, gelap, dan berventilasi. Rak dapur yang jauh dari kompor, sudut pantry, atau lemari dapur yang berangin adalah pilihan bagus. Hindari tiga tempat ini: kena sinar matahari langsung karena memicu tunas, dekat kompor atau oven karena panas, dan di atas kulkas karena permukaannya hangat oleh panas mesin. Dapur di Indonesia cenderung lembap dan hangat, jadi tugasmu adalah menemukan titik paling kering dan berangin di rumah, bisa jadi rak dekat jendela yang teduh tapi berventilasi baik.

Kesalahan umum yang bikin bawang cepat rusak

Beberapa kebiasaan yang tampak wajar justru memperpendek umur bawang. Hindari yang berikut.

Menyimpan di kulkas. Bawang merah utuh tidak cocok dengan suhu dingin dan lembap kulkas. Di sana bawang menyerap air, jadi lembek, dan gampang berjamur. Kulkas hanya untuk bawang yang sudah dikupas atau dipotong.

Menyimpan bersama kentang. Kentang dan bawang sama-sama sering ditaruh di keranjang dapur, tapi keduanya musuh. Kentang melepas uap air dan gas yang membuat bawang cepat bertunas dan busuk. Pisahkan wadah dan lokasinya.

Membiarkan dalam kantong plastik kresek. Bawang yang dibiarkan dalam kresek ikatan dari pasar akan cepat berkeringat dan busuk. Segera pindahkan ke wadah berventilasi begitu sampai rumah.

Menyimpan dekat sumber uap. Bak cuci piring, rak di atas dispenser air panas, atau area yang sering kena uap masakan adalah tempat lembap. Jauhkan bawang dari titik-titik ini.

Menumpuk terlalu banyak dalam satu wadah. Tumpukan tebal menahan panas dan uap air di bagian tengah. Bawang di dalam tumpukan sering sudah busuk sementara yang di luar masih bagus.

Menyimpan bawang kupas, iris, dan bawang goreng

Aturan berubah begitu bawang tidak lagi utuh atau sudah diolah.

Untuk bawang kupas atau potong, kulkas adalah tempatnya. Masukkan ke wadah kedap udara atau bungkus rapat supaya aromanya tidak menyebar ke makanan lain dan permukaannya tidak cepat kering. Bawang utuh yang sudah dikupas bertahan sekitar 5-7 hari; bawang iris atau cincang lebih cepat kehilangan aroma, jadi pakai dalam 2-3 hari. Untuk stok lebih lama, bawang iris bisa dibekukan dalam wadah kedap, walau setelah dicairkan teksturnya lembek sehingga lebih cocok untuk tumisan daripada taburan segar.

Cara awet lain yang populer di dapur Indonesia adalah mengolahnya jadi bawang goreng. Iris tipis, goreng dengan api sedang sampai keemasan, tiriskan, lalu biarkan benar-benar dingin dan kering. Simpan dalam toples kedap udara di tempat sejuk. Bawang goreng yang benar-benar kering bisa bertahan berminggu-minggu tetap renyah. Kuncinya memastikan tidak ada uap atau minyak berlebih yang terperangkap, karena kelembapan membuat bawang goreng melempem dan tengik.

Kalau stok bawang segarmu terlanjur banyak dan mulai ada yang bertunas, mengolahnya jadi bawang goreng atau pasta bumbu beku adalah cara menyelamatkannya sebelum terbuang.

Berapa lama bawang merah bisa bertahan

Tidak ada angka pasti, karena umur simpan bergantung pada kualitas awal dan kondisi penyimpanan. Sebagai patokan realistis di dapur Indonesia yang cenderung lembap dan hangat:

  • Bawang merah utuh berkulit di tempat sejuk, kering, dan berventilasi: beberapa minggu. Semakin bagus sirkulasi udara dan semakin kering tempatnya, semakin panjang umurnya.
  • Bawang kupas utuh dalam wadah kedap di kulkas: sekitar 5-7 hari.
  • Bawang iris atau cincang di kulkas: 2-3 hari sebelum aromanya jauh menurun.
  • Bawang goreng dalam toples kedap: berminggu-minggu selama benar-benar kering.

Faktor terbesar sering kali adalah kondisi bawang saat kamu membelinya. Bawang yang sudah lama menumpuk di pasar, memar, atau setengah bertunas akan berumur pendek berapa pun baiknya cara simpanmu. Pilih bawang yang keras, terasa berat di tangan, kulitnya kering dan utuh, serta tidak ada bagian yang lembek saat ditekan. Kualitas awal yang baik adalah setengah dari pekerjaan.

Mengenali bawang yang sudah tidak layak

Cek stok setiap beberapa hari supaya satu bawang busuk tidak menular ke seisi keranjang. Tanda bawang harus dibuang: tekstur lembek atau berair, permukaan berlendir, ada jamur berupa bercak putih, hijau, atau hitam, dan bau busuk menyengat. Bawang seperti ini singkirkan segera.

Sebaliknya, bawang yang hanya bertunas masih aman dipakai selama siungnya masih keras. Buang tunas hijaunya, lalu gunakan sisa bawangnya. Rasanya sedikit lebih ringan, tapi tetap layak. Bawang bertunas sebaiknya dipakai lebih dulu karena kualitasnya akan terus menurun.

Terapkan prinsip pakai yang lama dulu: taruh bawang lama di depan keranjang, yang baru di belakang. Kebiasaan ini, ditambah pengecekan singkat beberapa hari sekali, memastikan kamu jarang membuang bawang dan pengeluaran belanja dapur lebih hemat.

Kalau kamu mengelola stok bumbu dapur, prinsip yang sama berlaku untuk umbi lain. Lihat panduan cara menyimpan bawang putih agar tahan lama. Dan untuk menjaga bahan segar lain tetap awet, cara simpan sayur agar tahan seminggu di kulkas memakai logika kelembapan dan sirkulasi udara yang serupa.

Langkah-langkahnya

  1. Sortir bawang sebelum disimpan

    Sebelum disimpan, sortir dulu. Pisahkan bawang yang masih keras dan kulitnya kering-mengkilap dari yang sudah lembek, berbintik hitam, berjamur, atau bertunas. Satu bawang busuk mempercepat pembusukan bawang di sebelahnya lewat kelembapan dan spora jamur. Bawang yang cacat ringan seperti memar kecil atau kulit terkelupas sebaiknya dipakai lebih dulu dalam beberapa hari, bukan disimpan lama. Sisakan hanya bawang yang benar-benar sehat untuk stok jangka panjang. Langkah lima menit ini menentukan apakah stokmu bertahan berminggu-minggu atau busuk berjamaah dalam sepekan.

  2. Jangan cuci bawang sebelum disimpan

    Jangan mencuci bawang merah sebelum disimpan. Air yang menempel di kulit dan sela-sela siung adalah pemicu utama jamur dan pembusukan. Bawang dari pasar biasanya masih ada sisa tanah kering; cukup keprok lembut atau sikat dengan kuas kering untuk melepas kotoran. Biarkan kulit luar yang kering tetap menempel karena itu lapisan pelindung alami. Cuci bawang hanya tepat sebelum dimasak, bukan sebelum disimpan. Kalau bawang basah karena hujan atau lembap saat beli, angin-anginkan di atas nampan sampai benar-benar kering dulu sebelum masuk wadah.

  3. Simpan utuh berkulit di wadah berventilasi

    Simpan bawang dalam keadaan utuh dan berkulit, jangan dikupas. Gunakan wadah yang membiarkan udara mengalir: keranjang anyaman, kantong jaring (jala), besek bambu, atau mangkuk terbuka. Kantong kertas berlubang juga bisa. Hindari kantong plastik tertutup dan wadah kedap udara karena memerangkap uap air dan mempercepat busuk. Jangan menumpuk bawang terlalu tebal; lapisan tipis membuat sirkulasi udara lebih baik. Kalau punya banyak, bagi ke beberapa wadah daripada menggunung dalam satu tempat. Sirkulasi udara adalah kunci utama bawang tahan lama.

  4. Letakkan di tempat sejuk, kering, dan gelap

    Letakkan wadah di tempat yang sejuk, kering, gelap, dan berventilasi. Contohnya rak dapur yang jauh dari kompor, sudut pantry, atau lemari dapur yang tidak lembap. Hindari tempat yang terkena sinar matahari langsung atau panas, karena cahaya dan suhu tinggi memicu bawang bertunas lebih cepat. Jangan simpan di dekat kompor, oven, atau di atas kulkas karena area itu hangat. Kelembapan dapur Indonesia yang tinggi jadi tantangan, jadi pilih titik yang paling kering dan berangin di rumahmu.

  5. Jauhkan dari kentang dan sumber lembap

    Jauhkan bawang merah dari kentang. Kentang melepaskan uap air dan gas yang membuat bawang cepat bertunas dan busuk, begitu pula sebaliknya. Simpan keduanya di wadah dan lokasi terpisah. Jauhkan juga bawang dari sumber lembap lain seperti bak cuci piring, area yang sering terkena uap masakan, atau buah yang cepat matang. Beri jarak antar bahan supaya udara bisa mengalir. Aturan sederhana: bawang suka teman yang kering dan sejuk, bukan yang basah dan hangat.

  6. Simpan bawang kupas atau iris di kulkas

    Kalau bawang sudah terlanjur dikupas atau dipotong, penyimpanannya berbeda. Masukkan ke wadah kedap udara atau bungkus rapat, lalu simpan di kulkas. Bawang kupas atau iris bertahan sekitar 5-7 hari di kulkas; bawang cincang lebih cepat kehilangan aroma, pakai dalam 2-3 hari. Wadah kedap juga mencegah bau bawang menyebar ke makanan lain di kulkas. Untuk stok lebih lama, iris bawang bisa dibekukan dalam wadah kedap, walau teksturnya berubah lembek setelah dicairkan sehingga lebih cocok untuk tumisan daripada taburan segar.

  7. Cek berkala dan buang yang mulai busuk

    Sisihkan waktu sebentar setiap beberapa hari untuk mengecek stok. Ambil dan singkirkan bawang yang mulai lembek, berair, berjamur, atau berbau menyengat sebelum menular ke yang lain. Pakai dulu bawang yang kondisinya paling lemah atau yang sudah mulai bertunas. Terapkan prinsip pakai yang lama dulu: taruh bawang lama di depan, yang baru di belakang. Pengecekan lima menit ini mencegah satu bawang busuk merusak seisi keranjang dan menghemat pengeluaran belanjamu.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah bawang merah boleh disimpan di kulkas?

Untuk bawang merah utuh yang masih berkulit, kulkas justru bukan tempat ideal. Suhu dingin dan kelembapan di dalam kulkas membuat bawang menyerap air, jadi lembek, berjamur, dan cepat bertunas. Simpan bawang utuh di suhu ruang yang sejuk, kering, dan berventilasi. Kulkas baru berguna untuk bawang yang sudah dikupas, diiris, atau dicincang, dan itu harus disimpan dalam wadah kedap udara serta dipakai dalam beberapa hari. Jadi patokannya sederhana: bawang utuh di luar kulkas, bawang yang sudah diolah di dalam kulkas dengan wadah tertutup rapat.

Berapa lama bawang merah bisa bertahan?

Tergantung kondisi penyimpanan. Bawang merah utuh berkulit yang disimpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi bisa bertahan beberapa minggu, bahkan lebih lama kalau kualitas awalnya bagus dan sirkulasi udaranya baik. Di dapur Indonesia yang cenderung lembap dan hangat, umur simpannya lebih pendek, jadi anggap beberapa minggu sebagai patokan realistis dan cek berkala. Bawang yang sudah dikupas atau diiris hanya bertahan sekitar 5-7 hari di kulkas. Bawang goreng dalam wadah kedap bisa bertahan berminggu-minggu. Kualitas awal saat beli sangat menentukan daya tahannya.

Bawang merah saya bertunas, masih bisa dipakai?

Masih bisa, selama bawangnya masih keras dan tidak busuk. Tunas hijau yang muncul aman dimakan, hanya rasanya sedikit lebih ringan atau kurang tajam. Kamu bisa membuang tunasnya lalu memakai sisa bawangnya seperti biasa. Kalau mau, tanam saja bawang bertunas di pot atau tanah, karena daun hijaunya bisa dipanen seperti daun bawang. Yang perlu dibuang adalah bawang yang sudah lembek, berair, berlendir, berjamur, atau berbau busuk menyengat. Bawang bertunas sebaiknya dipakai lebih dulu daripada disimpan lebih lama, karena kualitasnya akan terus menurun.

Kenapa bawang merah cepat busuk padahal baru beli?

Beberapa penyebab umum. Pertama, kualitas awal: bawang yang sudah lama di pasar atau memar saat pengangkutan memang berumur pendek. Kedua, penyimpanan lembap, misalnya disimpan dalam kantong plastik tertutup atau di tempat yang kena uap dan air. Ketiga, dicuci sebelum disimpan sehingga ada air yang terjebak. Keempat, satu bawang busuk yang tidak disortir menulari yang lain. Kelima, disimpan berdekatan dengan kentang atau di tempat panas. Perbaiki dengan menyortir saat beli, tidak mencuci, dan menyimpan di wadah berventilasi di tempat sejuk dan kering.

Apakah menggoreng jadi bawang goreng cara awet yang baik?

Ya, mengolah bawang merah jadi bawang goreng adalah cara efektif memperpanjang umur simpan sekaligus menyiapkan bumbu siap pakai. Iris tipis, goreng dengan api sedang sampai keemasan, lalu tiriskan sampai benar-benar kering dan dingin. Simpan dalam toples kedap udara di tempat sejuk dan kering. Bawang goreng yang benar-benar kering dan tersimpan rapat bisa bertahan berminggu-minggu tetap renyah. Pastikan tidak ada uap atau minyak berlebih yang terperangkap, karena kelembapan membuat bawang goreng cepat melempem dan tengik. Ini pilihan bagus kalau stok bawang segarmu terlalu banyak dan mulai ada yang bertunas.

Bagaimana menyimpan bawang merah yang sudah dikupas atau dipotong?

Bawang merah yang sudah dikupas atau dipotong harus masuk kulkas, bukan disimpan di suhu ruang. Bungkus rapat atau taruh dalam wadah kedap udara supaya aromanya tidak menyebar ke makanan lain dan permukaannya tidak cepat kering. Bawang utuh yang sudah dikupas bertahan sekitar 5-7 hari; bawang iris atau cincang lebih cepat layu, jadi pakai dalam 2-3 hari. Untuk penyimpanan lebih lama, bawang iris bisa dibekukan dalam wadah kedap, walau teksturnya jadi lembek setelah cair sehingga lebih cocok untuk tumisan. Jangan tinggalkan bawang potong di suhu ruang lebih dari dua jam.