Cara menyimpan telur agar awet dan aman
Telur bisa bertahan 3-5 minggu di kulkas tapi hanya sekitar seminggu di suhu ruang. Panduan simpan telur: kutikula, posisi, suhu, dan uji kesegaran.
Cangkang telur bukan dinding rapat. Di permukaannya ada ribuan pori mikroskopis yang membuat telur bisa bertukar udara dengan lingkungannya. Lewat pori yang sama, uap air keluar, bau masuk, dan bakteri punya jalur menembus ke dalam.
Yang menahan semua itu cuma satu lapisan tipis: kutikula, selaput protein alami yang menyelimuti cangkang segera setelah telur keluar dari induknya. Lapisan ini tidak terlihat, tidak terasa, dan hilang hanya dengan beberapa detik gosokan di bawah air mengalir.
Di situlah letak ironi terbesar penyimpanan telur: kebiasaan yang terdengar paling higienis, yaitu mencuci telur begitu sampai rumah, justru memangkas umur simpannya paling banyak.
Delapan langkah di atas berdiri di atas tiga prinsip: lindungi kutikula, jaga suhu tetap stabil, dan pakai telur berdasarkan urutan masuk.
Kenapa telur bisa rusak padahal cangkangnya utuh
Telur menua lewat tiga proses yang jalan bersamaan, dan semuanya tidak terlihat dari luar.
1. Air keluar, udara masuk. Uap air menguap perlahan lewat pori. Ruang yang ditinggalkannya diisi udara, dan rongga udara di ujung tumpul telur membesar sedikit demi sedikit. Inilah dasar uji apung: makin besar rongganya, makin ringan telur di dalam air. Prosesnya makin cepat kalau udara sekitar hangat dan kering.
2. Putih telur mengencer. Telur segar punya putih kental yang memegang kuning di tengah. Seiring waktu strukturnya melemah dan putihnya jadi encer. Akibatnya kuning gampang bergeser, menyentuh selaput cangkang, dan pecah saat dipecahkan. Telur yang putihnya sudah encer masih bisa dimasak, tapi tidak lagi bagus untuk telur ceplok atau telur rebus setengah matang.
3. Bakteri menyeberang. Ini yang paling berisiko dan paling tidak kelihatan. Bakteri di permukaan cangkang, termasuk yang dari kotoran ayam, bisa menembus pori kalau kutikulanya rusak atau kalau ada lapisan air di cangkang. Telur yang sudah terkontaminasi sering tidak berbau apa pun dari luar.
Poin ketiga ini yang membuat βmasih kelihatan bagusβ bukan ukuran yang bisa dipegang, dan kenapa memasak telur sampai matang selalu jadi jaring pengaman terakhir.
Satu hal yang sering dikira berpengaruh padahal tidak: warna cangkang. Telur cokelat dan telur putih punya daya tahan yang sama persis. Warna cangkang ditentukan oleh jenis ayamnya, bukan oleh kesegaran atau kualitas isinya. Begitu juga dengan warna kuning telur, yang lebih banyak dipengaruhi pakan ayam daripada umur telur. Jadi jangan menilai daya simpan dari penampilan luar, nilai dari perlakuan: dicuci atau tidak, dan disimpan di suhu berapa.
Kulkas atau suhu ruang: keputusan yang harus konsisten
Pertanyaan ini sering diperdebatkan karena praktiknya memang berbeda antarnegara, dan penyebabnya bukan selera melainkan perlakuan di peternakan.
Di tempat telur dicuci sebelum dijual, telur wajib masuk kulkas karena kutikulanya sudah tiada. Di tempat telur dijual apa adanya tanpa dicuci, telur bisa bertahan di suhu ruang karena pelindung alaminya masih utuh. Indonesia umumnya masuk kategori kedua, itu sebabnya kamu biasa melihat telur ditumpuk di rak toko tanpa pendingin.
Tapi ada faktor tambahan yang tidak bisa diabaikan: iklim. Suhu dapur di sini sering di kisaran 28 sampai 32 derajat, dengan kelembapan tinggi. Di kondisi itu, telur di meja umumnya nyaman sekitar satu sampai dua minggu. Telur yang sama di kulkas bisa bertahan sekitar tiga sampai lima minggu.
Kesimpulan praktisnya:
- Punya ruang kulkas? Pakai. Selisih umur simpannya besar dan risikonya paling kecil.
- Telur sudah dicuci penjual? Wajib kulkas, tanpa pengecualian.
- Tidak ada ruang kulkas? Suhu ruang tetap bisa jalan, asal telur tidak dicuci, ditaruh di sudut paling sejuk dan teduh, dan dibeli dalam jumlah yang habis dalam seminggu.
Yang tidak boleh dilakukan adalah bolak-balik. Telur dingin yang dipindah ke meja akan berkeringat, dan lapisan embun di cangkang itu justru media yang bagus untuk bakteri menyeberang masuk. Sekali dingin, tetap dingin sampai dipakai.
Ada pengecualian kecil yang wajar: mengeluarkan telur sebentar tepat sebelum dimasak, misalnya supaya adonan kue tercampur lebih rata, bukan masalah karena telur itu langsung dipakai. Yang dilarang adalah mengeluarkan telur dari kulkas untuk disimpan kembali di suhu ruang.
Kalau kamu memilih jalur suhu ruang, sesuaikan pola belanjanya. Beli dalam jumlah yang realistis habis dalam seminggu, bukan sekaligus satu tray besar untuk sebulan. Telur murah di depan tapi terbuang di belakang bukan penghematan.
Tempat terbaik di dalam kulkas (petunjuknya bukan rak pintu)
Hampir semua kulkas menyediakan rak telur berlubang di pintu. Abaikan saja.
Pintu adalah zona dengan fluktuasi suhu paling ekstrem di seluruh kulkas. Setiap kali kamu membuka pintu untuk mengambil air, telur di sana langsung tersapu udara ruangan. Ditutup, didinginkan lagi. Naik turun berulang kali sepanjang hari.
Yang benar:
- Rak tengah bagian dalam. Suhunya paling stabil di sini, jauh dari pintu dan tidak terlalu dekat dinding belakang yang kadang membekukan.
- Tetap di dalam karton aslinya. Karton meredam bau, memperlambat penguapan, dan melindungi cangkang dari benturan.
- Ujung runcing di bawah. Karton standar sudah dirancang begitu, jadi cukup ikuti arahnya.
- Jangan berdampingan langsung dengan durian, terasi, petai, ikan, atau keju tajam.
- Sasaran suhu sekitar 1 sampai 4 derajat Celsius, sama seperti kompartemen pendingin pada umumnya.
Soal posisi ujung runcing, alasannya sederhana. Rongga udara ada di ujung tumpul. Kalau ujung tumpul di atas, rongga itu tetap di atas dan kuning telur cenderung mengambang di tengah, tidak menempel ke cangkang. Kuning yang menempel ke cangkang lebih cepat terkontaminasi dan lebih gampang pecah.
Membaca telur: dari toko sampai piring
Kesegaran telur bisa dibaca di tiga titik, dan makin awal kamu membacanya makin sedikit kerugiannya.
Di toko
Buka kartonnya. Tolak yang retak, lengket, berlendir, atau kotor berat. Retak sehalus rambut sekalipun sudah cukup untuk membuka jalan bakteri. Kalau memungkinkan, pilih telur yang kering dan tidak dicuci.
Di rumah, sebelum dimasak
Goyang pelan di dekat telinga. Telur segar terasa padat dan senyap. Telur tua terdengar berkocak karena putihnya sudah encer dan rongga udaranya besar.
Lanjutkan dengan uji apung di gelas tinggi berisi air:
- Tenggelam dan berbaring mendatar β segar
- Tenggelam tapi berdiri tegak β sudah tua, masih bisa dipakai kalau dimasak matang
- Mengapung sampai ke permukaan β sebaiknya tidak dipakai
Ingat batasannya: uji apung mengukur umur, bukan langsung membuktikan busuk. Jadi ada satu langkah lagi.
Di piring
Pecahkan telur di piring datar terpisah, jangan langsung ke wajan atau adonan. Ini kebiasaan kecil yang menyelamatkan banyak masakan. Satu telur busuk yang dipecahkan langsung ke adonan kue berarti seluruh adonan terbuang.
Telur segar: putih kental menggunung, kuning bulat tinggi. Telur tua: putih encer melebar, kuning rata. Bau belerang, warna kehijauan atau kemerahan, atau tekstur berlendir berarti buang tanpa negosiasi.
Manfaatkan telur yang sudah agak tua
Telur tua yang masih lolos uji piring bukan telur gagal, dia cuma cocok untuk pekerjaan yang berbeda. Justru ada satu keunggulan yang jarang disadari: telur yang sudah beberapa minggu umurnya lebih gampang dikupas setelah direbus. Seiring telur menua, putihnya sedikit melepas dari selaput cangkang, sehingga kulitnya tidak ikut terkelupas berantakan.
Jadi pembagian tugasnya begini. Telur paling segar simpan untuk telur ceplok, telur rebus setengah matang, dan poached, di mana putih yang kental menentukan bentuk. Telur yang lebih tua pakai untuk telur rebus matang, telur balado, orak-arik, atau adonan kue, di mana bentuk putihnya tidak penting dan semuanya dimasak sampai matang penuh.
Telur olahan dan sisa telur: hitungannya berubah total
Begitu cangkang dibuka atau telur dimasak, semua angka umur simpan di atas tidak berlaku lagi.
Telur rebus bertahan sekitar satu minggu di kulkas, baik yang masih bercangkang maupun yang sudah dikupas. Merebus melenyapkan kutikula, jadi telur rebus sebenarnya lebih rentan daripada telur mentah dan tidak boleh dibiarkan berjam-jam di meja. Dinginkan dalam dua jam setelah matang.
Putih telur mentah sisa bertahan sekitar dua sampai empat hari di wadah kedap udara di kulkas. Putih telur juga termasuk yang paling ramah dibekukan.
Kuning telur mentah sisa lebih rapuh. Rendam dengan sedikit air dingin supaya permukaannya tidak mengering dan mengeras, tutup rapat, dan pakai dalam dua hari.
Telur retak dalam perjalanan pulang jangan dikembalikan ke rak. Pecahkan ke wadah bersih bertutup, simpan di kulkas, pakai dalam satu sampai dua hari, dan masak sampai matang sempurna. Kalau isinya sudah bocor keluar cangkang, buang.
Membekukan telur boleh, tapi tidak pernah dalam cangkang. Isi telur memuai saat membeku dan meretakkan cangkangnya. Pecahkan dulu, kocok lepas, tuang ke wadah kedap udara atau cetakan es batu. Kuning telur cenderung menggumpal jadi gel setelah beku, jadi biasanya dicampur sedikit garam untuk masakan asin atau sedikit gula untuk kue sebelum dibekukan. Cairkan di kulkas, bukan di meja.
Kesalahan yang paling sering bikin telur cepat habis umur
Lima hal ini muncul berulang-ulang di dapur mana pun:
- Mencuci telur begitu sampai rumah. Niatnya bersih, hasilnya kutikula hilang dan air kotor terdorong masuk lewat pori. Gosok kering saja kalau ada kotoran.
- Menaruh telur di rak pintu kulkas. Zona paling tidak stabil suhunya, dan telur di situ terbuka penuh terhadap bau.
- Memindahkan telur dingin ke meja. Cangkang berkeringat, bakteri dapat jalan.
- Melepas telur dari kartonnya. Karton bukan sekadar kemasan, dia peredam bau sekaligus pelindung benturan.
- Tidak menandai tanggal. Tanpa tanda, orang selalu mengambil dari tumpukan terdekat, dan telur tertua nyangkut berbulan-bulan di pojok rak.
Kalau kamu hanya sempat memperbaiki satu hal, perbaiki yang pertama. Menghentikan kebiasaan mencuci telur sebelum disimpan biasanya memberi tambahan umur simpan paling besar dengan usaha paling kecil.
Rutinitas mingguan: lima menit sudah cukup
Setelah sistemnya jalan, perawatannya ringan:
- Sebelum belanja, cek karton lama. Geser ke depan, taruh yang baru di belakang.
- Tulis tanggal di karton baru begitu sampai rumah.
- Sortir cepat untuk retak dan lendir sebelum masuk rak.
- Lap tumpahan apa pun di sekitar rak telur segera, karena residu telur cepat berbau.
- Pecahkan di piring terpisah setiap kali memasak, terutama untuk adonan.
Lima menit per minggu, dan telur di rak kamu berhenti jadi tebak-tebakan.
Prinsip yang sama, yaitu suhu stabil, wadah tertutup, dan urutan pakai yang jelas, berlaku untuk hampir semua isi kulkas. Kalau kamu ingin menerapkannya ke bahan segar lain, lihat panduan cara simpan sayur agar tahan seminggu. Dan kalau kulkas kamu sudah lama berbau sampai telur pun ikut menyerapnya, akar masalahnya ada di kulkasnya, bukan di telurnya: mulai dari cara membersihkan kulkas yang sudah lama tidak dibersihkan.
Langkah-langkahnya
-
Jangan cuci telur sebelum disimpan
Ini langkah paling penting sekaligus yang paling sering dilanggar. Cangkang telur punya lapisan pelindung alami bernama kutikula yang menutup pori-pori dan menahan bakteri masuk. Mencuci telur, apalagi dengan air dan sabun, mengikis lapisan itu dan justru mendorong air kotor masuk ke dalam lewat pori. Telur yang sudah dicuci umurnya jauh lebih pendek dan wajib masuk kulkas. Kalau ada kotoran kering menempel, gosok kering saja dengan kain bersih atau tisu, jangan dibasahi. Cuci telur hanya tepat sebelum kamu memecahkannya untuk dimasak, lalu langsung keringkan tangan dan permukaan kerja.
-
Sortir dan cek retak sejak di toko
Sebelum bayar, buka karton dan lihat satu per satu. Tolak telur yang cangkangnya retak, lengket, berlendir, atau kotor berat oleh tinja. Retak sehalus rambut sekalipun sudah membuka jalan masuk bakteri. Angkat telur dan goyang pelan di dekat telinga: telur segar terasa padat dan senyap, sedangkan telur tua terdengar seperti ada isi yang berkocak karena putihnya sudah encer dan rongga udaranya membesar. Di rumah, ulangi sortir cepat sebelum menyimpan. Satu telur bocor di dalam tray bisa mengotori telur di sekelilingnya dan memicu bau yang menempel di seluruh rak.
-
Pilih satu suhu: kulkas atau suhu ruang, jangan bolak-balik
Dua-duanya bisa aman, yang berbahaya adalah memindah-mindah. Telur yang sudah dingin lalu ditaruh di meja akan berkeringat karena uap air mengembun di cangkang, dan lapisan air itu memudahkan bakteri menembus pori. Karena itu aturannya sederhana: begitu telur masuk kulkas, biarkan tetap di kulkas sampai dipakai. Di iklim Indonesia yang hangat dan lembap, kulkas hampir selalu pilihan lebih baik dan bisa memperpanjang umur telur sampai beberapa kali lipat. Kalau kamu memang menyimpan di suhu ruang, taruh di sudut paling teduh dan sejuk, jauh dari kompor, oven, magic com, dan sinar matahari langsung.
-
Simpan ujung runcing menghadap ke bawah
Telur punya dua ujung: satu tumpul, satu runcing. Di ujung tumpul ada rongga udara yang terus membesar seiring uap air keluar dari cangkang. Kalau telur disimpan dengan ujung runcing di bawah, rongga udara tetap berada di atas dan kuning telur cenderung mengambang di tengah putih, tidak menempel ke selaput cangkang. Kuning yang menyentuh cangkang lebih cepat terkontaminasi dan lebih gampang pecah saat dipecahkan. Karton telur standar memang dirancang untuk posisi ini, jadi cukup ikuti arah aslinya. Bonusnya: telur dengan kuning yang di tengah lebih rapi kalau kamu berencana membuat telur rebus untuk isian atau telur mata sapi.
-
Pertahankan telur di karton tertutup, jauh dari bau tajam
Pori cangkang tidak cuma melepas uap air, tapi juga menyerap bau. Telur yang disimpan telanjang di samping durian, terasi, petai, bawang, ikan asin, atau keju tajam bisa berubah rasanya dalam hitungan hari, dan kamu baru sadar saat telur itu digoreng. Karton kertas asli dari toko sudah cukup bagus: dia meredam bau, mengurangi penguapan, dan melindungi cangkang dari benturan. Kalau kartonnya sudah lembek atau kotor, pindahkan ke wadah plastik atau kaca bertutup rapat. Hindari memindahkan telur ke rak telur berlubang bawaan pintu kulkas, karena telur di situ terbuka penuh terhadap bau sekaligus perubahan suhu.
-
Tandai tanggal beli lalu putar stok
Telur jarang punya tanggal kedaluwarsa yang jelas di pasar tradisional, jadi buat sendiri. Begitu sampai rumah, tulis tanggal beli di karton dengan spidol, atau tulis langsung di cangkang kalau kamu mencampur telur dari beberapa sumber. Saat belanja berikutnya, geser karton lama ke depan dan taruh karton baru di belakang. Prinsipnya sama seperti mengatur stok dapur mana pun: yang duluan masuk, duluan dipakai. Tanpa penandaan, hampir semua orang akan mengambil telur dari tumpukan terdekat, dan satu atau dua butir tertua bisa nyangkut berbulan-bulan di pojok rak sampai akhirnya jadi sumber bau.
-
Uji kesegaran sebelum memakai, bukan sesudah
Pakai dua uji berurutan. Uji apung: masukkan telur ke gelas tinggi berisi air. Telur segar tenggelam dan berbaring mendatar. Telur agak tua tenggelam tapi berdiri tegak. Telur yang mengapung penuh sudah kehilangan banyak air dan sebaiknya tidak dipakai. Perlu dicatat, uji ini mengukur besar rongga udara alias umur, bukan langsung membuktikan telur busuk. Karena itu lanjutkan dengan uji piring: pecahkan telur di piring datar terpisah, jangan langsung ke adonan atau wajan. Telur segar punya putih kental yang menggunung dan kuning bulat tinggi. Telur tua putihnya encer dan melebar. Bau belerang atau warna keruh berarti buang.
-
Perlakukan telur olahan dan telur pecah dengan aturan sendiri
Begitu cangkang dibuka atau telur dimasak, hitungannya berubah total. Telur rebus, dikupas atau tidak, simpan di kulkas dalam wadah tertutup dan habiskan dalam waktu sekitar satu minggu. Putih telur mentah sisa bisa bertahan sekitar dua sampai empat hari di wadah kedap udara. Kuning telur mentah lebih rapuh: rendam dengan sedikit air dingin, tutup rapat, pakai dalam dua hari. Kalau ada telur yang retak halus dalam perjalanan pulang, pecahkan ke wadah bersih bertutup, simpan di kulkas, pakai dalam satu sampai dua hari, dan masak sampai benar-benar matang. Telur yang isinya sudah bocor keluar: buang.
Pertanyaan yang sering ditanya
Telur harus masuk kulkas atau boleh di suhu ruang saja?
Dua-duanya bisa aman, tergantung kondisi. Telur yang belum dicuci dan kutikulanya utuh memang bisa disimpan di suhu ruang, dan itu praktik biasa di banyak dapur Indonesia. Masalahnya, suhu dan kelembapan di sini tinggi, jadi telur di meja umumnya hanya nyaman sekitar satu sampai dua minggu sebelum kualitasnya turun jelas. Di kulkas, telur bisa bertahan sekitar tiga sampai lima minggu. Telur yang sudah pernah dicuci wajib masuk kulkas tanpa pengecualian. Aturan pentingnya bukan memilih yang benar, tapi konsisten: jangan simpan dingin lalu memindahkannya ke suhu ruang, karena embun di cangkang justru membuka jalan bakteri.
Kenapa telur tidak boleh ditaruh di rak pintu kulkas?
Karena pintu adalah bagian kulkas dengan suhu paling naik turun. Setiap kali pintu dibuka, telur di rak itu langsung kena udara ruangan, lalu didinginkan lagi setelah ditutup. Siklus hangat-dingin berulang inilah yang mempercepat penurunan mutu dan memicu embun di cangkang. Ironisnya, banyak kulkas justru menyediakan rak telur berlubang di pintu. Anggap saja itu warisan desain lama, bukan rekomendasi. Tempat terbaik adalah rak tengah bagian dalam, di mana suhunya paling stabil, dan telur tetap dibiarkan di dalam kartonnya. Kalau kamu punya termometer kulkas, incar kisaran sekitar 1 sampai 4 derajat Celsius untuk ruang pendingin.
Apakah uji apung benar-benar akurat?
Akurat untuk menebak umur, tidak akurat untuk memastikan busuk atau tidak. Yang diukur uji apung sebenarnya besar rongga udara di ujung tumpul telur. Rongga itu membesar pelan-pelan karena uap air keluar lewat pori cangkang, jadi telur yang mengapung memang sudah tua. Tapi telur bisa saja terkontaminasi bakteri padahal masih tenggelam, dan sebaliknya telur tua yang berdiri tegak kadang masih layak dimasak matang. Karena itu jangan berhenti di gelas air. Pecahkan telur di piring terpisah dan periksa: putih yang encer melebar berarti tua, sedangkan bau belerang, warna kehijauan atau kemerahan, dan tekstur berlendir berarti langsung buang.
Telur di kulkas menyerap bau ikan dan bawang, bagaimana mencegahnya?
Cangkang telur berpori, jadi bau memang bisa masuk sama seperti uap air bisa keluar. Pencegahannya berlapis. Pertama, biarkan telur di karton kertas aslinya, karena karton meredam bau jauh lebih baik daripada rak telur terbuka. Kalau karton sudah rusak, pindahkan ke wadah kaca atau plastik bertutup rapat. Kedua, tutup rapat semua sumber bau tajam di kulkas, terutama ikan, terasi, petai, durian, dan keju. Wadah kedap udara untuk mereka menyelesaikan setengah masalah. Ketiga, jangan letakkan telur bersebelahan langsung dengan sumber bau itu. Kalau bau di kulkas sudah menyeluruh, akar masalahnya biasanya kebersihan kulkas, bukan telurnya.
Berapa lama telur rebus bisa disimpan?
Sekitar satu minggu di kulkas, dan itu berlaku baik yang masih bercangkang maupun yang sudah dikupas. Merebus menghilangkan kutikula pelindung, jadi telur rebus justru lebih rentan daripada telur mentah dan tidak boleh dibiarkan lama di suhu ruang. Dinginkan dalam dua jam setelah matang, lalu simpan dalam wadah tertutup di rak dalam kulkas. Untuk telur yang sudah dikupas, kualitas terbaik ada di hari pertama sampai kedua karena permukaannya cepat kering dan kenyal. Kalau mau menahan teksturnya, rendam dalam air matang dingin di wadah tertutup dan ganti airnya tiap hari. Bau belerang menyengat atau permukaan berlendir berarti buang.
Bisakah telur dibekukan supaya lebih awet lagi?
Bisa, tapi tidak boleh dalam cangkang. Isi telur memuai saat membeku dan akan meretakkan cangkangnya, yang berarti membuka pintu bagi kontaminasi. Cara yang benar: pecahkan telur, kocok lepas putih dan kuningnya, tuang ke wadah kedap udara atau cetakan es batu, lalu bekukan. Putih telur bisa dibekukan sendiri tanpa perlakuan khusus dan hasilnya tetap bagus untuk dikocok. Kuning telur cenderung mengental jadi seperti gel setelah beku, jadi biasanya dicampur sedikit garam untuk masakan asin atau sedikit gula untuk kue, sebelum dibekukan. Cairkan di kulkas semalam, bukan di suhu ruang, dan masak sampai matang sempurna setelah dicairkan.
Telurnya sudah dicuci penjual, apakah masih bisa awet?
Masih bisa, asal langsung didinginkan dan tidak dikeluarkan lagi. Telur yang sudah dicuci kehilangan kutikula pelindungnya, sehingga pori cangkang praktis terbuka. Satu-satunya pengganti perlindungan itu adalah suhu dingin yang stabil, karena bakteri melambat drastis di kulkas. Jadi perlakukan telur cuci seperti barang dingin: bawa pulang cepat, langsung masuk kulkas, taruh di rak tengah dalam kartonnya, dan jangan pernah dipindah ke meja untuk disimpan. Umur simpannya tetap layak, umumnya beberapa minggu, tapi toleransinya terhadap kesalahan jauh lebih kecil dibanding telur yang tidak dicuci. Kalau kamu punya pilihan di pasar, ambil telur yang kering dan tidak dicuci.
Panduan rumah tangga & kehidupan lainnya
Cara mencuci tas kanvas agar tidak rusak
Tas kanvas favorit mulai kusam dan bernoda? Panduan cuci tas kanvas dengan aman - tanpa merusak bentuk, warna, atau lapisan dalam. Total 40 menit plus jemur.
Cara membersihkan remote TV dan gadget dari kuman
Remote TV dan HP jarang dibersihkan padahal disentuh puluhan kali sehari. Panduan aman membersihkan gadget dari kuman tanpa merusak layar atau elektronik - 15 menit.
Cara mengusir cicak dari rumah secara alami
Cicak datang karena ada serangga dan celah masuk. Panduan mengusir cicak dari rumah secara alami dengan bahan dapur - tanpa racun berbahaya.