Panduan Kita

Cara mengubah suara jadi teks (voice to text) di HP

Ketik pakai suara di HP Android dan iPhone tanpa mengetik manual - panduan ketik suara Gboard, dikte iPhone, dan cara ubah rekaman jadi teks.

Oleh Dimas Pratama 8 menit baca
Cara mengubah suara jadi teks (voice to text) di HP
(CC0 1.0) via rawpixel

Tanganmu penuh saat masak, tapi ada chat panjang yang harus dibalas. Atau jempol sudah pegal mengetik draf laporan di HP dalam perjalanan pulang. Di situasi seperti ini, mengetik huruf demi huruf terasa lambat, padahal kamu bisa langsung mengucapkannya dan membiarkan HP yang menuliskan. Fitur itu namanya ketik suara atau voice to text, dan kabar baiknya sudah tertanam di hampir semua HP tanpa perlu aplikasi tambahan.

Banyak orang mengira ketik suara butuh aplikasi khusus atau langganan. Padahal Android sudah membawanya lewat keyboard Gboard, dan iPhone lewat fitur bernama Dictation. Keduanya gratis, mendukung Bahasa Indonesia, dan bisa dipakai di mana saja ada kolom teks - dari WhatsApp, email, catatan, sampai dokumen. Yang membedakan hasil rapi dan hasil berantakan bukan aplikasinya, tapi cara kamu memakainya.

Ketik suara bawaan: Gboard di Android, Dictation di iPhone

Dua sistem operasi HP terbesar punya solusi sendiri, dan keduanya sudah cukup baik untuk pemakaian sehari-hari.

Di Android, mesin ketik suara menempel pada keyboard Gboard buatan Google. Selama kamu memakai Gboard sebagai keyboard aktif, kamu tinggal mencari ikon mikrofon, menekannya, lalu bicara. Teks muncul mengikuti suara. Gboard adalah keyboard bawaan di banyak merek seperti Pixel, dan bisa dipasang gratis dari Play Store kalau HP kamu memakai keyboard lain.

Di iPhone, fiturnya bernama Dictation dan perlu dinyalakan sekali di Setelan sebelum bisa dipakai. Setelah aktif, tombol mikrofon muncul di keyboard, dan kamu bisa berbicara sambil melihat teks tersusun langsung. Keyboard tetap tampil selama dikte, jadi kamu bebas menyelipkan koreksi manual tanpa berhenti.

Keduanya bekerja dengan prinsip sama: HP merekam suaramu, mengubahnya jadi teks lewat pengenalan suara, lalu menaruh hasilnya di kolom yang sedang aktif. Perbedaan hanya di letak tombol dan sedikit di cara mengatur bahasa.

Menyiapkan bahasa supaya hasil akurat

Kesalahan pertama yang bikin frustrasi adalah dikte dalam Bahasa Indonesia sementara sistem masih menyetel bahasa ke Inggris. Hasilnya bisa berupa deretan kata asing yang aneh.

Untuk Android, buka Setelan Gboard, masuk ke bagian bahasa, dan pastikan Bahasa Indonesia terpasang. Saat layar dikte terbuka, biasanya ada nama bahasa yang bisa kamu sentuh untuk berganti. Kalau kamu sering menulis campur Indonesia dan Inggris, kamu bisa menambahkan keduanya, meski hasil paling bersih tetap didapat kalau fokus pada satu bahasa per sesi dikte.

Untuk iPhone, aktifkan dulu Dictation di Setelan lalu General lalu Keyboard. Bahasa dikte mengikuti bahasa keyboard yang sedang aktif, jadi kalau kamu ingin bicara Indonesia, pindah keyboard ke Indonesia lebih dulu dengan menahan ikon globe di keyboard. Ketersediaan bahasa dikte bisa berbeda antar model dan versi iOS, jadi kalau Indonesia belum muncul, cek pembaruan sistem.

Satu hal lagi: berikan izin mikrofon saat diminta. Tanpa izin ini, ikon mikrofon akan diam tidak merespons, dan orang sering mengira fiturnya rusak padahal hanya belum diizinkan.

Cara dikte yang menghasilkan teks rapi

Ketik suara paling sering dikeluhkan karena hasilnya berantakan, dan hampir selalu penyebabnya cara bicara, bukan teknologinya. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang mengubah hasil dari kacau jadi rapi.

Pertama, bicara dengan tempo normal dan jelas. Bukan berarti pelan seperti robot, tapi jangan pula memborong satu tarikan napas panjang sambil menggumam. Bayangkan kamu sedang menjelaskan sesuatu ke teman di seberang meja.

Kedua, dikte per kalimat, lalu jeda. Ucapkan satu kalimat, berhenti sebentar, lihat hasilnya, baru lanjut. Cara ini jauh lebih mudah dikoreksi daripada menumpuk satu paragraf penuh lalu pusing membetulkan sepuluh kesalahan sekaligus.

Ketiga, cari tempat yang relatif sepi. Mikrofon HP menangkap semua suara, termasuk TV, obrolan orang, dan lalu lintas. Suara latar itu bisa masuk jadi kata acak. Kalau terpaksa di tempat ramai, dekatkan HP ke mulut dan pastikan casing tidak menutup lubang mikrofon.

Untuk tanda baca, kamu bisa mencoba menyebut ‘titik’, ‘koma’, ‘tanda tanya’, atau ‘baris baru’. Sistem sering menuliskannya sebagai simbol, bukan kata. Tapi dukungan perintah lisan ini berbeda antar bahasa dan versi, jadi uji dulu satu kalimat. Kalau ‘titik’ malah tertulis sebagai kata, lebih baik dikte kalimatnya saja lalu tambahkan tanda baca manual di akhir.

Dikte langsung ke dokumen, email, dan catatan

Ketik suara tidak terbatas untuk chat singkat. Karena bekerja di semua kolom teks, kamu bisa memakainya untuk pekerjaan yang lebih berat.

Untuk email, buka aplikasi email, ketuk badan pesan, lalu dikte isi surat. Ini sangat membantu saat kamu ingin membalas panjang tapi malas mengetik di layar kecil. Susun per kalimat, dan sisipkan baris baru manual antar paragraf supaya rapi.

Untuk catatan cepat, aplikasi catatan bawaan adalah tempat paling nyaman untuk menuang ide sambil jalan. Banyak orang memakai ini untuk mencatat daftar belanja, ide tulisan, atau hal yang harus dikerjakan, tanpa harus berhenti dan mengetik.

Untuk dokumen di Google Docs, kamu punya dua pilihan. Di HP, cukup pakai ikon mikrofon Gboard seperti biasa saat mengetik di dokumen. Di komputer lewat browser Chrome, Google Docs punya menu Alat lalu Ketik dengan suara yang membuka mikrofon khusus. Fitur ini berguna untuk menulis draf panjang dengan cepat sebelum kamu rapikan formatnya.

Hasil dikte yang sudah jadi bisa langsung kamu susun lebih lanjut, misalnya menata datanya ke dalam tabel atau menyalinnya ke aplikasi lain untuk dirapikan.

Mengubah rekaman dan pesan suara jadi teks

Sejauh ini kita bicara soal dikte langsung. Tapi bagaimana kalau kamu sudah punya rekaman, misalnya pesan suara WhatsApp atau rekaman rapat, dan ingin membacanya sebagai teks? Ini kebutuhan yang berbeda, dan solusinya juga beda.

Untuk pesan suara WhatsApp, aplikasi ini punya fitur transkrip. Cek di Setelan lalu Chat lalu Transkrip pesan suara. Kalau bahasamu didukung, transkrip akan muncul di bawah pesan suara saat kamu membukanya. Perlu dicatat, dukungan bahasa untuk transkrip masih terbatas dan terus berubah, jadi fitur ini mungkin belum tersedia penuh untuk Indonesia di semua HP.

Untuk rekaman yang sedang berlangsung, seperti kuliah atau rapat, aplikasi Live Transcribe dari Google di Play Store mengubah suara di sekitar jadi teks real-time. Aplikasi ini awalnya dibuat untuk aksesibilitas, tapi berguna juga untuk mencatat pembicaraan. Ia mendukung banyak bahasa, termasuk Indonesia.

Untuk HP tertentu, seperti Google Pixel, aplikasi perekam bawaannya otomatis membuat transkrip lengkap dengan fitur pencarian kata. Merek lain punya kemampuan berbeda-beda, jadi cek aplikasi perekam di HP kamu.

Satu hal penting soal transkrip rekaman: akurasinya menurun kalau ada banyak pembicara, banyak istilah teknis, atau suara latar yang ramai. Anggap hasil transkrip sebagai draf yang perlu kamu baca ulang dan rapikan, bukan naskah final yang langsung siap pakai.

Masalah umum ketik suara dan cara mengatasinya

Beberapa keluhan muncul berulang kali, dan hampir semuanya punya solusi sederhana begitu kamu tahu penyebabnya.

Ikon mikrofon tidak muncul di keyboard. Di Android, ini biasanya karena kamu memakai keyboard selain Gboard, atau ikon mikrofon disembunyikan. Coba tahan tombol koma sebentar, atau buka Setelan Gboard dan pastikan opsi ketik suara aktif. Di iPhone, tombol mikrofon hanya muncul setelah Dictation dinyalakan di Setelan lalu General lalu Keyboard.

Dikte berhenti sendiri padahal belum selesai bicara. Ini normal - sistem menghentikan dikte setelah kamu diam beberapa detik, karena mengira kamu sudah selesai. Kalau kamu perlu berpikir di tengah kalimat, tetap keluarkan suara pelan atau jeda sesingkat mungkin. Untuk melanjutkan, ketuk lagi ikon mikrofon dan sistem akan menyambung dari posisi kursor terakhir.

Kata pertama tiap kalimat hurufnya kecil. Dikte kadang lupa mengapitalisasi awal kalimat atau nama orang. Solusi cepat: ketuk dua kali kata itu untuk menyorotnya, lalu perbaiki huruf pertamanya. Kalau ini terjadi di banyak tempat, lebih efisien membetulkannya sekaligus di akhir setelah seluruh teks jadi.

Nama orang atau istilah asing selalu salah tulis. Pengenalan suara menebak berdasarkan kata yang paling lazim, jadi nama unik dan singkatan teknis sering meleset. Untuk ini, dikte bagian yang normal saja lalu ketik manual nama atau istilahnya. Menambahkan kata tersebut ke kamus pribadi keyboard juga membantu supaya lain kali lebih dikenali.

Hasil dikte tercampur bahasa Inggris padahal kamu bicara Indonesia. Hampir pasti karena bahasa dikte masih tersetel ke Inggris. Sentuh nama bahasa di layar dikte pada Android, atau ganti keyboard aktif ke Indonesia di iPhone sebelum menekan mikrofon. Cek ini dulu sebelum menyalahkan akurasi, karena ini penyebab paling sering dari hasil yang benar-benar kacau.

Soal privasi dan kapan dikte kurang cocok

Saat kamu dikte dalam mode online, potongan suara dikirim ke server Google atau Apple untuk diproses jadi teks. Ini normal karena pengenalan suara yang akurat butuh komputasi besar. Tapi untuk isi yang sangat sensitif seperti nomor rekening, kata sandi, atau data pribadi orang lain, lebih bijak mengetik manual atau memakai mode offline yang memproses suara langsung di perangkat.

Ketik suara juga bukan solusi untuk semua situasi. Di tempat yang sangat berisik, hasilnya sering lebih banyak salah daripada benar sehingga malah membuang waktu. Untuk teks yang penuh angka, kode, atau simbol khusus, mengetik biasanya lebih presisi karena sistem sering salah menebak angka menjadi kata. Dan untuk pesan super pendek seperti “ok” atau “otw”, mengetik jelas lebih cepat daripada membuka mikrofon dan menunggu sistem siap.

Ada juga faktor kenyamanan sosial. Bicara ke HP di ruang rapat, di transportasi umum, atau di tempat tenang seperti perpustakaan bisa mengganggu orang lain sekaligus membocorkan isi pesanmu ke sekitar. Di situasi begitu, mengetik tetap pilihan yang lebih sopan dan lebih menjaga privasi, meski lebih lambat.

Kekuatan ketik suara ada di teks bermuatan kata-kata dengan panjang sedang sampai panjang: balasan chat, email, catatan, draf tulisan. Di situ, bicara memang jauh lebih cepat daripada mengetik. Kalau draf hasil dikte itu berkembang jadi dokumen kerja, lanjutkan dengan cara membuat tabel di Word untuk menata isinya. Dan karena sesi dikte panjang cukup menguras daya, ada baiknya juga menjaga performa perangkat - baca cara hemat baterai smartphone Android supaya HP tetap awet saat kamu produktif seharian dengan suara.

Langkah-langkahnya

  1. Pastikan keyboard dan bahasa sudah siap

    Ketik suara jalan lewat keyboard bawaan. Di Android, cek kamu pakai Gboard (keyboard Google) - buka Setelan Gboard lalu pastikan Bahasa Indonesia terpasang di daftar bahasa. Di iPhone, buka Setelan lalu General lalu Keyboard, dan nyalakan Enable Dictation. Kalau muncul pop-up minta izin mikrofon, izinkan - tanpa itu fitur tidak bisa mendengar suara kamu. Untuk hasil paling akurat, tambahkan Bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa keyboard. Sekali diatur, pengaturan ini menempel dan tidak perlu diulang tiap kali mau dikte.

  2. Buka aplikasi tujuan dan ketuk kolom teks

    Ketik suara bisa dipakai di mana saja ada kolom teks: WhatsApp, catatan, email, kolom pencarian, sampai Google Docs. Buka aplikasinya, lalu ketuk kolom tempat kamu biasa mengetik supaya keyboard muncul. Pastikan kursor berkedip di kolom itu. Kalau kamu sedang balas chat, ketuk kolom pesan seperti biasa. Belum perlu mengetik apa pun - langkah berikutnya kamu tinggal bicara. Tips: matikan dulu musik atau video yang berbunyi di sekitar supaya mikrofon tidak menangkap suara lain yang bikin hasil kacau.

  3. Android: tap ikon mikrofon di Gboard lalu bicara

    Cari ikon mikrofon di keyboard Gboard, biasanya di pojok kanan atas baris saran kata. Kalau tidak terlihat, ketuk ikon titik-tiga atau tahan tombol koma sebentar sampai ikon mikrofon muncul. Ketuk ikon itu, tunggu tulisan 'Bicaralah sekarang', lalu ucapkan kalimatmu dengan jelas dan tidak terburu-buru. Teks akan muncul mengikuti suaramu. Kalau hasilnya salah bahasa, ketuk nama bahasa di layar dikte dan ganti ke Indonesia. Berhenti bicara sebentar biasanya menghentikan dikte otomatis - ketuk lagi ikon mikrofon untuk melanjutkan.

  4. iPhone: ketuk tombol mikrofon di keyboard

    Setelah Dictation aktif, tombol mikrofon muncul di keyboard iPhone, umumnya di pojok kanan bawah dekat tombol spasi. Ketuk tombol itu, lalu mulai bicara. Teks langsung tampil sambil kamu berbicara, dan keyboard tetap terlihat sehingga kamu bisa menyelipkan koreksi manual kapan saja. Bahasa dikte mengikuti bahasa keyboard yang sedang aktif - kalau perlu, ganti keyboard ke Indonesia dengan menahan ikon globe. Untuk berhenti, ketuk lagi tombol mikrofon atau cukup diam beberapa detik. Ketersediaan bahasa dikte bisa berbeda antar model dan versi iOS.

  5. Tambahkan tanda baca dan baris baru lewat suara

    Supaya hasil dikte tidak jadi satu paragraf tanpa jeda, ucapkan tanda bacanya. Di banyak bahasa kamu bisa menyebut 'titik', 'koma', 'tanda tanya', atau 'baris baru' dan sistem menuliskannya sebagai simbol, bukan kata. Dukungan perintah lisan ini berbeda per bahasa dan versi, jadi coba dulu satu-dua kalimat untuk melihat apakah 'titik' jadi tanda titik atau malah tertulis sebagai kata. Kalau perintah suara tidak dikenali, biarkan saja mengalir lalu tambahkan tanda baca manual di akhir. Untuk pesan singkat, cara manual sering lebih cepat daripada memaksakan perintah lisan.

  6. Koreksi hasil dan rapikan sebelum kirim

    Ketik suara jarang 100 persen sempurna, terutama untuk nama orang, istilah asing, atau singkatan. Baca ulang hasilnya sebelum dikirim. Untuk memperbaiki satu kata, ketuk dua kali kata itu supaya tersorot, lalu ketik penggantinya atau dikte ulang. Perhatikan kapitalisasi awal kalimat dan nama, karena dikte kadang menuliskannya huruf kecil. Kebiasaan yang membantu: dikte per kalimat, jeda sebentar, cek, baru lanjut. Cara ini jauh lebih rapi daripada memborong satu paragraf panjang lalu pusing membetulkan banyak kesalahan sekaligus.

  7. Aktifkan ketik suara offline kalau sinyal jelek

    Ketik suara paling akurat saat online karena pemrosesan dibantu server. Tapi kamu tetap bisa dikte tanpa internet dengan mengunduh paket bahasa offline. Di Android, buka Setelan Gboard lalu bagian Ketik dengan suara, atau lewat Setelan sistem di bagian Bahasa dan input, lalu unduh paket suara Bahasa Indonesia bila tersedia. Mode offline biasanya sedikit kurang akurat dan kosakatanya lebih terbatas, tapi sangat berguna di area sinyal lemah atau saat mau hemat kuota. Nama menu bisa sedikit berbeda antar versi, jadi cari kata kunci 'suara' atau 'voice' di pencarian Setelan.

  8. Ubah rekaman atau pesan suara lama jadi teks

    Ketik suara mengubah suara langsung, tapi kamu juga bisa menyalin rekaman yang sudah ada. Untuk pesan suara WhatsApp, cek fitur transkrip di Setelan lalu Chat lalu Transkrip pesan suara - kalau bahasamu didukung, transkrip muncul di bawah pesan. Untuk rekaman rapat atau kuliah, aplikasi Live Transcribe dari Google (di Play Store) mengubah suara di sekitar jadi teks real-time dan mendukung banyak bahasa. Sebagian HP, seperti Google Pixel, punya aplikasi perekam yang otomatis membuat transkrip. Ketersediaan bahasa untuk transkrip masih terbatas dan berubah, jadi cek dulu apakah Indonesia sudah didukung.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah ketik suara mendukung Bahasa Indonesia?

Ya. Ketik suara Gboard di Android dan Dictation di iPhone sama-sama mendukung Bahasa Indonesia, asalkan bahasa itu sudah dipasang di keyboard. Di Android, pastikan Indonesia ada di daftar bahasa Gboard, lalu pada layar dikte kamu bisa menyentuh nama bahasa untuk memastikan sistem mendengar dalam bahasa yang benar. Di iPhone, bahasa dikte mengikuti bahasa keyboard yang aktif. Kamu bahkan bisa dikte campur Indonesia dan Inggris untuk istilah teknis, meski hasilnya paling akurat kalau kamu memilih satu bahasa utama. Untuk kata asing atau nama orang, siapkan koreksi manual karena bagian itu paling sering meleset.

Kenapa hasil dikte saya banyak salah?

Penyebab tersering ada tiga: bicara terlalu cepat sambil menggumam, lingkungan berisik, dan bahasa dikte yang tidak cocok. Coba bicara dengan tempo normal dan artikulasi jelas, seolah sedang menjelaskan ke orang lain, bukan berbisik. Pindah ke tempat yang lebih sepi supaya mikrofon tidak menangkap suara TV atau lalu lintas. Pastikan bahasa yang dipilih memang Indonesia, bukan Inggris. Kalau HP kamu punya casing tebal yang menutup lubang mikrofon, itu juga bisa menurunkan kualitas suara. Terakhir, koneksi internet yang lambat bisa membuat hasil kurang akurat karena sebagian pemrosesan dilakukan di server.

Bisakah dikte tanpa koneksi internet?

Bisa, tapi kamu perlu mengunduh paket bahasa offline lebih dulu. Di Android, buka Setelan Gboard di bagian Ketik dengan suara, atau Setelan sistem di bagian Bahasa dan input, lalu unduh data suara Bahasa Indonesia jika tersedia. Setelah terpasang, ketik suara tetap jalan meski sinyal hilang atau kuota habis. Kelemahannya, mode offline umumnya sedikit kurang akurat dan lebih lambat mengenali kata-kata baru dibanding mode online. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti balas chat, offline sudah cukup. Untuk dikte panjang yang menuntut akurasi tinggi, koneksi internet stabil tetap memberi hasil terbaik.

Bagaimana cara menambahkan paragraf dan tanda baca saat dikte?

Ada dua cara. Pertama lewat suara: ucapkan 'titik', 'koma', 'tanda tanya', atau 'baris baru' dan sistem akan menuliskannya sebagai simbol, bukan kata. Dukungan perintah lisan ini berbeda antar bahasa dan versi, jadi uji dulu satu kalimat untuk memastikan 'titik' benar jadi tanda titik. Cara kedua lebih andal untuk teks pendek: dikte kalimatnya saja, lalu tambahkan tanda baca manual di keyboard setelah selesai. Untuk teks panjang seperti email atau catatan, biasakan dikte per kalimat dan sisipkan baris baru manual antar paragraf supaya hasilnya rapi dan enak dibaca.

Apakah suara saya dikirim ke server saat dikte?

Pada mode online, ya - potongan suara dikirim ke server Google atau Apple untuk diproses jadi teks, karena pengenalan suara akurat butuh komputasi besar. Ini normal dan sama seperti banyak asisten suara. Kalau kamu ingin suara diproses hanya di perangkat, gunakan mode offline dengan mengunduh paket bahasa lebih dulu, sehingga tidak ada audio yang dikirim keluar. Untuk isi yang sangat sensitif seperti data pribadi atau keuangan, mengetik manual atau memakai mode offline lebih aman. Kamu juga bisa mencabut izin mikrofon aplikasi keyboard kapan saja lewat Setelan bila merasa perlu.

Bisakah saya menyalin rekaman rapat yang panjang jadi teks?

Bisa, dan ada beberapa jalur. Untuk rekaman yang sedang berlangsung, aplikasi Live Transcribe dari Google mengubah pembicaraan di sekitar jadi teks secara real-time dan mendukung banyak bahasa. Sebagian HP, seperti Google Pixel, punya aplikasi perekam bawaan yang otomatis membuat transkrip lengkap dengan pencarian kata. Untuk pesan suara WhatsApp, ada fitur transkrip di menu Setelan bila bahasamu didukung. Perlu diingat, akurasi transkrip rapat dengan banyak pembicara dan istilah teknis biasanya tidak sempurna, jadi anggap hasilnya sebagai draf yang perlu kamu rapikan, bukan naskah final.