Cara membuat SIM C baru
SIM C wajib buat kamu yang mengendarai sepeda motor. Ini cara membuat SIM C baru: syarat, tes kesehatan, tes psikologi, ujian, sampai daftar via aplikasi resmi.
Punya sepeda motor tapi belum mengantongi SIM C? Selama kamu berkendara di jalan umum, SIM C bukan sekadar kartu tambahan di dompet. Ia bukti bahwa kamu sudah lulus uji dan dianggap layak mengendarai motor secara aman. Tanpa SIM, kamu berisiko kena tilang dan, yang lebih penting, belum melewati pemeriksaan dasar yang seharusnya memastikan kamu paham aturan di jalan.
Membuat SIM C baru berbeda dari memperpanjang. Kalau perpanjangan hanya memperbarui SIM yang sudah kamu punya, membuat SIM baru berarti kamu mulai dari awal: menyiapkan dokumen, menjalani tes kesehatan dan psikologi, lalu lulus ujian teori dan praktik. Prosesnya lebih panjang, tetapi runtut dan bisa kamu siapkan dengan baik supaya tidak bolak-balik ke Satpas.
Panduan ini menyusun langkahnya secara berurutan supaya kamu tahu apa yang harus disiapkan sebelum berangkat, apa yang terjadi di lokasi, dan apa yang perlu kamu periksa setelah SIM di tangan. Sisihkan waktu setengah hari, terutama kalau kamu mengurus lewat jalur datang langsung, karena antre dan rangkaian ujian bisa memakan waktu lebih lama dari yang dibayangkan. Persiapan yang matang membuat perbedaan besar antara selesai dalam satu kunjungan atau harus datang berkali-kali.
Beda membuat SIM C baru dan memperpanjang
Banyak orang menyamakan membuat SIM baru dengan memperpanjang, padahal keduanya berbeda jauh dari sisi tenaga dan waktu. Memperpanjang SIM berarti kamu sudah pernah lulus ujian dan hanya memperbarui masa berlaku. Membuat SIM C baru berarti kamu belum pernah memegang golongan ini, sehingga negara perlu memastikan dulu bahwa kamu memang layak lewat serangkaian tes dan ujian.
Konsekuensinya, proses SIM baru punya beberapa tahap tambahan yang tidak ada di perpanjangan: ujian teori tentang aturan berlalu lintas dan ujian praktik mengendarai motor di lintasan uji. Dua ujian inilah yang paling sering membuat pemohon baru harus datang lebih dari sekali. Kabar baiknya, kalau kamu menyiapkan diri, keduanya bisa dilewati dalam satu kali kunjungan.
Satu hal yang perlu kamu ingat sejak awal: menjaga SIM tetap aktif jauh lebih mudah daripada membuatnya dari nol. Begitu SIM kamu terbit, catat masa berlakunya dan urus perpanjangan sebelum kedaluwarsa. Kalau telat, kamu harus mengulang seluruh proses pembuatan SIM baru ini lagi, termasuk ujian teori dan praktik yang sama.
Golongan SIM C: C, C1, dan C2
Sebelum mendaftar, kamu perlu tahu bahwa SIM untuk sepeda motor tidak hanya satu. Golongan C terbagi menjadi C, C1, dan C2, dan pembedanya adalah kapasitas mesin motor yang kamu kendarai. SIM C ditujukan untuk motor berkapasitas mesin standar yang dipakai kebanyakan orang untuk keperluan harian. Sementara C1 dan C2 ditujukan untuk motor dengan kapasitas silinder yang lebih besar.
Kenapa ini penting? Karena SIM yang kamu punya harus sesuai dengan motor yang kamu kendarai. Kalau kamu memakai motor besar dengan SIM yang golongannya tidak sesuai, SIM itu bisa dianggap tidak berlaku untuk kendaraan tersebut. Jadi tentukan golongan sejak awal, sesuaikan dengan motor yang benar-benar kamu pakai.
Angka batasan kapasitas mesin dan penerapan tiap golongan bisa berbeda dan diperbarui dari waktu ke waktu. Karena itu, jangan hanya mengandalkan informasi lama dari teman atau forum. Pastikan golongan yang tepat langsung di Satpas atau kanal resmi Korlantas sebelum kamu membayar dan menjalani ujian. Untuk mayoritas pengendara motor harian, SIM C golongan dasar biasanya sudah menutupi kebutuhan sehari-hari.
Dua jalur mengurus SIM C baru
Untuk SIM baru, ada dua jalur utama yang bisa kamu tempuh, dan keduanya sama-sama berujung di Satpas untuk tahap ujian.
Jalur pertama adalah datang langsung ke kantor Satpas. Kamu ambil nomor antrean, mengisi formulir, menyerahkan berkas, lalu mengikuti rangkaian tes dan ujian di tempat. Jalur ini paling lugas kalau kamu tidak terbiasa mengurus lewat aplikasi atau ingin bertanya langsung ke petugas.
Jalur kedua adalah memulai registrasi lewat aplikasi Digital Korlantas POLRI. Lewat aplikasi, kamu bisa mengisi data, mengunggah dokumen yang diminta, menyelesaikan sebagian pembayaran, dan memilih jadwal kedatangan ke Satpas. Aplikasi ini memangkas waktu antre untuk urusan administrasi, sehingga saat kamu tiba di Satpas, sebagian berkas sudah beres.
Perlu digarisbawahi, membuat SIM baru bukan proses yang bisa selesai sepenuhnya dari layar ponsel. Berbeda dengan sebagian layanan perpanjangan, SIM baru mensyaratkan ujian praktik, perekaman biometrik, dan pengambilan foto yang hanya bisa dilakukan langsung. Jadi meski kamu memilih jalur aplikasi, siapkan diri untuk tetap hadir di lapangan uji. Apa pun jalurmu, gunakan hanya kanal resmi dan jauhi calo yang menjanjikan SIM instan tanpa ujian.
Tes kesehatan dan tes psikologi yang wajib
Dua syarat yang sering membuat pemohon baru terkejut adalah tes kesehatan jasmani dan tes psikologi. Keduanya wajib, dan hasilnya menjadi bagian dari berkas pendaftaran.
Tes kesehatan jasmani memeriksa hal-hal dasar yang relevan untuk berkendara, seperti kondisi penglihatan. Kamu akan mendapat surat keterangan sehat setelah lulus. Tes ini bisa kamu jalani di klinik atau fasilitas kesehatan yang ditunjuk, dan sering kali tersedia gerai di sekitar area Satpas supaya prosesnya praktis. Kalau kamu memakai kacamata atau lensa kontak, kenakan seperti biasa saat pemeriksaan mata.
Tes psikologi menilai kesiapan mental dan konsentrasi. Bentuknya biasanya berupa sejumlah pertanyaan atau soal sederhana, dan bisa dikerjakan lewat kanal resmi yang terhubung dengan layanan SIM, baik daring maupun di gerai. Jawab dengan jujur dan tenang, karena tes ini bukan jebakan.
Perhatikan bahwa hasil tes kesehatan maupun psikologi umumnya punya masa berlaku. Sebaiknya kamu tidak menjalani tes terlalu jauh dari hari pendaftaran supaya suratnya masih dianggap berlaku. Idealnya, urus kedua tes ini berdekatan dengan jadwal kamu datang ke Satpas.
Kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu, misalnya butuh koreksi penglihatan, itu bukan otomatis penghalang. Yang penting kamu menjalani pemeriksaan sesuai apa adanya dan mengikuti arahan petugas. Menyembunyikan kondisi justru berisiko, karena tes ini ada untuk memastikan kamu benar-benar aman saat mengendarai motor di jalan yang ramai.
Soal biaya: apa saja komponennya
Membuat SIM C baru bukan soal satu tarif tunggal, melainkan gabungan beberapa komponen. Ada PNBP untuk penerbitan SIM, biaya tes kesehatan jasmani, dan biaya tes psikologi. Kalau kamu memilih jalur aplikasi dengan opsi pengiriman, bisa ada tambahan ongkos kirim.
Karena besaran tiap komponen bisa berbeda antar daerah dan berubah sewaktu-waktu, sebaiknya kamu tidak berpatokan pada angka lama yang kamu dengar dari orang lain atau dari unggahan lawas. Informasi yang sudah usang justru bisa menyesatkan dan membuatmu salah menyiapkan dana.
Cara paling aman adalah mengecek tarif resmi terbaru langsung di kanal Satpas atau Korlantas, atau menanyakannya di loket saat mendaftar. Dengan begitu kamu tahu persis berapa yang harus disiapkan, tanpa kejutan.
Satu peringatan penting: waspadai calo yang menawarkan harga jauh berbeda dengan janji proses kilat tanpa ujian. Membayar di luar ketentuan resmi tidak hanya berisiko secara aturan, tetapi juga tidak menjamin apa pun. Jalur resmi memang butuh kesabaran, tetapi itu yang sah dan bisa kamu pertanggungjawabkan.
Persiapan dan tips supaya lulus ujian
Bagian yang paling sering bikin pemohon baru gugup adalah ujian teori dan praktik. Padahal keduanya bisa dilewati dengan persiapan sederhana.
Untuk ujian teori, pelajari materi dasar berlalu lintas: arti rambu dan marka, aturan prioritas di persimpangan, serta etika di jalan. Kamu bisa membaca buku panduan berlalu lintas atau berlatih soal terlebih dahulu. Kalau ini pertama kalinya kamu mengurus SIM, membiasakan diri dengan format soal akan sangat membantu supaya tidak kaget saat menghadapi layar ujian.
Untuk ujian praktik, kunci utamanya adalah keseimbangan dan kendali. Untuk SIM C, lintasannya menguji manuver dan keseimbanganmu sambil berhenti di titik tertentu tanpa menurunkan kaki. Bentuk lintasan ini pernah diperbarui Korlantas dan bisa berbeda antar daerah, jadi ikuti format terbaru dari Satpas setempat. Latih dulu keseimbangan dan pengaturan gas di kecepatan rendah supaya lebih percaya diri di lintasan uji.
Kalau kamu belum lulus di percobaan pertama, jangan berkecil hati. Umumnya ada kesempatan mengulang setelah tenggang waktu tertentu, tanpa harus mengurus dari awal. Manfaatkan jeda itu untuk berlatih lagi. Datang dalam kondisi cukup istirahat dan tidak terburu-buru juga sangat memengaruhi hasil ujianmu.
Kesalahan umum yang bikin proses molor
Beberapa hal kecil sering membuat proses pembuatan SIM jadi lebih lama dari seharusnya. Pertama, datang tanpa dokumen lengkap. Lupa membawa fotokopi KTP atau surat hasil tes membuat kamu harus keluar-masuk loket, bahkan pulang dan datang lagi keesokan harinya.
Kedua, menjalani tes kesehatan atau psikologi terlalu jauh sebelum hari pendaftaran, sehingga suratnya dianggap tidak berlaku lagi. Ketiga, salah menentukan golongan SIM sehingga SIM yang terbit tidak sesuai dengan motor yang kamu pakai. Keempat, mengira semua bisa diselesaikan lewat aplikasi lalu kaget saat diminta hadir untuk ujian praktik dan foto.
Kesalahan lain yang lebih serius adalah tergoda memakai jasa calo demi menghindari ujian. Selain tidak sesuai aturan, kamu jadi tidak benar-benar teruji layak berkendara, dan itu berbahaya untuk dirimu sendiri maupun orang lain di jalan.
Terakhir, jangan lupa memeriksa data di SIM yang tercetak sebelum meninggalkan Satpas. Nama, tanggal lahir, golongan, dan masa berlaku harus benar. Kalau ada salah ketik, jauh lebih mudah membetulkannya saat itu juga daripada mengurusnya belakangan.
Setelah SIM di tangan, urusan administrasi kendaraanmu belum selesai sepenuhnya. Kamu juga perlu memastikan pajak motor tetap terbayar supaya berkendara benar-benar aman dari sisi aturan. Panduan cara bayar pajak motor tahunan bisa membantu kamu mengatur ritmenya. Dan begitu SIM C-mu mendekati masa berakhir, jangan sampai telat: baca cara memperpanjang SIM supaya kamu tidak perlu mengulang seluruh proses pembuatan dari awal. Untuk urusan dokumen dan layanan publik lainnya, telusuri kumpulan panduan di kategori Administrasi & Dokumen, dan selalu verifikasi setiap syarat serta tarif lewat kanal resmi karena ketentuannya bisa berubah dari waktu ke waktu. Dengan begitu, kamu berkendara dengan tenang: dokumen lengkap, aturan dipenuhi, dan tidak ada urusan yang tertinggal di belakang.
Langkah-langkahnya
-
Cek syarat dasar dan tentukan golongan SIM C
Pastikan kamu memenuhi syarat dasar sebelum mengurus. Untuk SIM C, usia minimal umumnya 17 tahun dan kamu wajib punya KTP elektronik yang masih berlaku. Kalau kamu belum cukup umur atau KTP-mu bermasalah, bereskan dulu bagian itu. Tentukan juga golongan yang kamu butuhkan: SIM C untuk sepeda motor umum, sementara C1 dan C2 untuk motor berkapasitas mesin lebih besar. Golongannya ditentukan berdasarkan kapasitas silinder motormu, jadi cek ketentuan terbaru di Satpas supaya kamu tidak salah daftar. Menentukan golongan sejak awal menghindari kamu mengulang proses hanya karena SIM yang terbit tidak sesuai dengan motor yang kamu pakai sehari-hari.
-
Siapkan dokumen inti dari rumah
Kumpulkan dokumen sebelum berangkat supaya tidak bolak-balik. Yang utama: KTP elektronik asli beserta beberapa lembar fotokopi. Siapkan juga alat tulis dan uang secukupnya untuk komponen biaya yang berlaku. Kalau kamu berencana mengurus lewat aplikasi, pastikan foto KTP dan swafoto yang diminta jelas serta tidak buram. Sebagian Satpas meminta map atau folder khusus, tapi ini biasanya tersedia di lokasi. Jangan lupa membawa dokumen hasil tes kesehatan dan tes psikologi kalau kamu sudah menyelesaikannya di luar Satpas. Menyiapkan berkas lengkap dari rumah membuat antreanmu jauh lebih lancar dan mengurangi risiko ditolak di loket verifikasi.
-
Ikuti tes kesehatan jasmani
Membuat SIM baru mensyaratkan surat keterangan sehat dari tes kesehatan jasmani. Tes ini biasanya memeriksa hal dasar seperti penglihatan dan kondisi fisik yang relevan untuk berkendara. Kamu bisa menjalaninya di klinik atau fasilitas kesehatan yang ditunjuk, termasuk gerai yang ada di sekitar area Satpas. Bawa KTP saat tes dan simpan surat hasilnya baik-baik karena akan diminta saat pendaftaran. Kalau kamu memakai kacamata atau lensa kontak, kenakan seperti biasa saat pemeriksaan mata. Hasil tes kesehatan umumnya berlaku dalam jangka waktu tertentu, jadi sebaiknya jangan menjalani tes terlalu jauh dari hari kamu mendaftar supaya suratnya masih dianggap berlaku.
-
Ikuti tes psikologi
Selain tes kesehatan, kamu perlu lulus tes psikologi. Tes ini menilai kesiapan mental dan konsentrasi yang dibutuhkan saat berkendara, biasanya berupa serangkaian pertanyaan atau soal sederhana. Tes psikologi bisa dilakukan lewat kanal resmi yang terhubung dengan layanan SIM, baik secara daring maupun di gerai dekat Satpas. Setelah selesai, kamu akan menerima surat atau bukti kelulusan yang menjadi salah satu syarat pendaftaran. Jawab dengan jujur dan tenang, tidak perlu tegang, karena tes ini bukan ujian yang menjebak. Sama seperti tes kesehatan, simpan bukti hasilnya dan pastikan masih berlaku pada hari kamu mengajukan pembuatan SIM.
-
Daftar lewat Satpas atau aplikasi Digital Korlantas POLRI
Sekarang pilih jalur pendaftaran. Jalur pertama: datang langsung ke kantor Satpas, ambil nomor antrean, isi formulir, dan serahkan berkas ke loket. Jalur kedua: mulai registrasi lewat aplikasi Digital Korlantas POLRI, isi data, unggah dokumen yang diminta, lalu pilih Satpas dan jadwal kedatangan. Aplikasi membantu mengurangi waktu antre untuk bagian administrasi, tetapi ingat bahwa membuat SIM baru tidak bisa sepenuhnya online. Apa pun jalurnya, kamu tetap harus hadir untuk ujian praktik, perekaman biometrik, dan foto. Pastikan nama aplikasi serta alurnya sesuai versi resmi terbaru, karena tampilan bisa berubah sewaktu-waktu. Hindari pihak ketiga yang menawarkan jasa cepat di luar kanal resmi.
-
Ikuti ujian teori berlalu lintas
Ujian teori menguji pemahamanmu tentang rambu, marka, dan aturan berlalu lintas. Soalnya umumnya berbentuk pilihan dan bisa dikerjakan lewat perangkat yang disediakan di Satpas atau kanal resmi tertentu. Supaya lulus, pelajari dulu materi dasar seperti arti rambu, prioritas di persimpangan, dan etika berkendara. Kalau kamu belum lulus di percobaan pertama, jangan panik karena umumnya ada kesempatan mengulang setelah tenggang waktu tertentu. Datang dalam kondisi cukup istirahat supaya konsentrasimu terjaga. Membaca buku panduan berlalu lintas atau berlatih soal sebelum hari ujian akan sangat membantu, terutama kalau ini pertama kalinya kamu mengurus SIM dan belum terbiasa dengan format soalnya.
-
Ikuti ujian praktik, rekam biometrik, dan foto
Setelah lulus teori, kamu lanjut ke ujian praktik di lapangan uji Satpas. Untuk SIM C, ujian praktik menguji keseimbangan, kendali gas dan rem, serta manuver di lintasan sambil berhenti di titik yang ditentukan tanpa menurunkan kaki. Format dan bentuk lintasannya pernah direvisi Korlantas dan bisa berbeda antar daerah, jadi cek materi serta lintasan ujian praktik terbaru di Satpas atau kanal resmi Korlantas sebelum datang. Latih keseimbangan dan kendali gas kalau kamu belum percaya diri. Pada tahap ini pula petugas merekam biometrik dan mengambil fotomu untuk dicetak di SIM, jadi bagian ini memang wajib kamu lakukan langsung. Kalau belum lulus praktik, kamu bisa mengulang sesuai jadwal yang diberikan. Kenakan pakaian rapi dan bawa jaket atau sarung tangan kalau perlu, karena kamu akan benar-benar berkendara di lintasan uji.
-
Bayar, tunggu SIM dicetak, dan periksa datanya
Langkah terakhir adalah menyelesaikan pembayaran komponen biaya yang berlaku, lalu menunggu SIM dicetak. Kalau kamu mengurus di Satpas, SIM biasanya bisa langsung dicetak dan diambil hari itu juga setelah semua tahap lolos. Untuk jalur yang melibatkan aplikasi, sebagian layanan menawarkan pengiriman ke alamatmu, tetapi ketersediaannya bergantung pada kebijakan setempat. Periksa kembali data di SIM yang tercetak: nama, tanggal lahir, golongan, dan masa berlaku harus benar. Kalau ada salah ketik, segera laporkan ke petugas sebelum meninggalkan lokasi. Simpan SIM di dompet dan catat tanggal masa berlakunya supaya kamu ingat kapan harus memperpanjang sebelum kedaluwarsa.
Pertanyaan yang sering ditanya
Berapa usia minimal untuk membuat SIM C?
Untuk SIM C, usia minimal yang umum berlaku adalah 17 tahun, dan kamu wajib sudah memiliki KTP elektronik. Batas usia ini penting karena berkaitan dengan kelayakan hukum untuk berkendara di jalan umum. Kalau kamu belum genap 17 tahun, kamu belum bisa mengajukan pembuatan SIM C meski sudah bisa mengendarai motor. Ketentuan usia bisa saja disesuaikan seiring perubahan aturan, jadi kalau kamu ragu, cek syarat terbaru di kanal resmi Satpas atau Korlantas sebelum menyiapkan berkas. Pastikan juga KTP-mu masih berlaku dan datanya sesuai, karena data kependudukan yang bermasalah bisa menghambat proses verifikasi di loket.
Apakah bisa membuat SIM C 100% online lewat aplikasi?
Tidak, membuat SIM C baru tidak bisa diselesaikan sepenuhnya secara online. Aplikasi Digital Korlantas POLRI memang membantu untuk registrasi, pengisian data, sebagian pembayaran, dan penjadwalan, sehingga waktu antre untuk urusan administrasi bisa lebih singkat. Namun, karena ini SIM baru, kamu tetap harus datang ke Satpas untuk mengikuti ujian praktik serta perekaman biometrik dan foto. Tahap-tahap itu tidak bisa diwakilkan atau dilakukan dari rumah. Jadi anggap aplikasi sebagai alat bantu, bukan pengganti kehadiran langsung. Selalu ikuti versi aplikasi resmi terbaru dan hindari pihak yang mengklaim bisa menerbitkan SIM tanpa kamu hadir, karena itu di luar prosedur yang sah.
Berapa biaya membuat SIM C baru?
Biaya membuat SIM C baru terdiri dari beberapa komponen: PNBP untuk penerbitan SIM, biaya tes kesehatan jasmani, dan biaya tes psikologi. Kalau kamu memakai jalur aplikasi dengan pengiriman, mungkin ada tambahan ongkos kirim. Besaran tiap komponen bisa berbeda antar daerah dan dapat berubah sewaktu-waktu, jadi hindari berpatokan pada angka lama yang kamu dengar dari orang lain. Cara paling aman adalah mengecek tarif resmi terbaru langsung di kanal Satpas atau Korlantas, atau menanyakannya di loket saat mendaftar. Waspadai calo yang menawarkan harga jauh berbeda dengan janji proses instan, karena biaya di luar ketentuan resmi berisiko dan tidak menjamin apa pun.
Apa beda SIM C, C1, dan C2?
SIM golongan C dibagi menjadi C, C1, dan C2, dan pembedanya adalah kapasitas mesin sepeda motor yang kamu kendarai. Secara umum, SIM C untuk motor berkapasitas mesin standar, sedangkan C1 dan C2 untuk motor dengan kapasitas silinder yang lebih besar. Karena angka batasan kapasitas serta penerapannya bisa berbeda dan diperbarui dari waktu ke waktu, sebaiknya kamu memastikan golongan yang tepat langsung di Satpas atau kanal resmi sebelum mendaftar. Salah memilih golongan bisa membuat SIM yang terbit tidak sesuai untuk motor yang kamu pakai. Kalau kamu hanya mengendarai motor harian pada umumnya, biasanya SIM C sudah cukup untuk kebutuhanmu.
Kalau gagal ujian teori atau praktik, bagaimana?
Kalau kamu belum lulus ujian teori atau ujian praktik, tenang saja, ini hal yang wajar terutama bagi pemohon baru. Umumnya kamu diberi kesempatan mengulang ujian setelah tenggang waktu tertentu, tanpa harus mengurus semuanya dari nol. Petugas biasanya akan memberi tahu kapan kamu bisa datang lagi untuk mencoba ulang bagian yang belum lulus. Manfaatkan jeda itu untuk berlatih: pelajari lagi materi rambu dan aturan untuk teori, atau latih keseimbangan motor untuk praktik. Datang dalam kondisi segar dan tidak terburu-buru akan meningkatkan peluang lulus. Kalau kamu ragu soal jadwal dan mekanisme mengulang, tanyakan langsung ke petugas Satpas supaya tidak salah paham.
Berapa lama SIM C berlaku dan kapan harus diperpanjang?
SIM C umumnya berlaku selama lima tahun sejak diterbitkan, bukan mengikuti tanggal lahirmu. Sebelum masa berlaku habis, kamu perlu memperpanjangnya supaya SIM tetap sah. Ini penting karena kalau SIM sudah telanjur lewat tanggal, kamu tidak bisa sekadar memperpanjang dan harus membuat SIM baru dari awal, lengkap dengan ujian lagi. Karena itu, catat tanggal masa berlaku begitu SIM kamu terima, dan urus perpanjangan jauh sebelum kedaluwarsa. Untuk langkah-langkahnya, kamu bisa membaca panduan perpanjangan SIM di panduankita. Menjaga SIM tetap aktif jauh lebih hemat waktu dan tenaga dibanding harus mengulang seluruh proses pembuatan SIM baru hanya karena lupa tanggal.
Panduan administrasi & dokumen lainnya
Cara mengaktifkan kembali BPJS yang nonaktif
Kartu BPJS Kesehatan nonaktif saat mau berobat? Penyebabnya beda-beda: nunggak iuran, berhenti kerja, atau keluar dari data PBI. Ini cara aktif lagi.
Cara mengubah data di KTP
Mau ganti alamat, status kawin, nama, atau koreksi salah ketik di KTP? Semua diurus lewat Disdukcapil dan berawal dari Kartu Keluarga. Ini urutan dan syaratnya.
Cara mengurus surat pindah domisili
Pindah rumah antar kota atau provinsi? Surat pindah domisili memindahkan data KK dan KTP lewat Dukcapil asal dan tujuan. Simak alur, syarat, dan biayanya.