Panduan Kita

Cara belajar bermain gitar untuk pemula

Belajar gitar tidak butuh kursus mahal. Panduan lengkap dari memilih gitar, menyetem senar, sampai empat kunci dasar untuk memainkan lagu pertamamu.

Oleh Adit Nugroho 10 menit baca
Cara belajar bermain gitar untuk pemula
(CC0 1.0) via rawpixel

Empat kunci - G, C, D, dan Em - sudah cukup untuk mengiringi banyak lagu populer, dan kamu tidak perlu membaca not balok, kursus mahal, atau gitar seharga jutaan untuk mulai. Yang memisahkan orang yang akhirnya bisa main dari yang berhenti dua minggu setelah beli gitar bukan bakat, melainkan cara memulai yang benar dan latihan yang konsisten.

Kebanyakan pemula berhenti karena tiga hal: gitarnya susah ditekan sehingga jari cepat sakit, gitarnya fals sehingga latihannya terdengar salah, dan mereka mencoba lagu yang terlalu sulit di minggu pertama. Panduan ini menyusun urutan belajar yang menghindari ketiga jebakan itu, mulai dari memilih gitar, menyetem, sampai memainkan lagu pertamamu secara utuh. Tidak ada yang instan di sini, tapi setiap langkah realistis untuk dikerjakan sendiri di rumah.

Gitar pertama tidak harus mahal, tapi harus nyaman ditekan. Ada dua jenis utama untuk pemula. Gitar nylon atau klasik memakai senar dari nilon yang lembut, sehingga jari tidak cepat perih dan cocok untuk yang benar-benar baru mulai. Contohnya Yamaha C40 yang sering direkomendasikan untuk pemula. Gitar steel-string atau akustik memakai senar dari logam yang bersuara lebih nyaring dan terang, lebih pas untuk lagu pop dan folk, tapi lebih keras di jari yang belum kapalan. Yamaha F310 salah satu contoh di kelas ini.

Kamu tidak wajib membeli merek terkenal. Banyak gitar merek lokal yang harganya jauh lebih terjangkau dan cukup untuk belajar. Yang lebih menentukan bukan mereknya, tapi tiga hal: leher gitar harus lurus (tidak melengkung ketika kamu mengintip dari ujung leher), jarak senar ke fret (disebut action) tidak boleh terlalu tinggi supaya ringan ditekan, dan gitar bisa disetem dengan stabil tanpa cepat molor.

Kalau beli bekas untuk menghemat, ajak teman yang sudah bisa main untuk mengecek kondisi leher dan senar. Hindari godaan gitar yang paling murah tanpa memeriksa apa pun, karena gitar dengan action tinggi terasa berat ditekan dan justru membuat pemula cepat menyerah. Harga gitar pemula bervariasi dari yang paling terjangkau sampai kelas menengah, jadi cek harga terbaru di toko musik atau marketplace sesuai anggaranmu.

Setem dulu, jangan pernah latihan dengan gitar fals

Gitar yang tidak disetem membuat latihanmu terdengar salah walaupun jarimu menekan kunci dengan benar. Ini melelahkan telinga dan bikin kamu mengira dirimu tidak berbakat, padahal masalahnya cuma di setelan senar.

Nada standar gitar, dari senar paling tebal (paling atas ketika dipegang) ke paling tipis, adalah E-A-D-G-B-E. Cara paling gampang menyetem adalah memakai aplikasi penyetem gratis di ponsel seperti GuitarTuna, atau clip-on tuner murah yang dijepit di kepala gitar dan membaca getaran senar. Petik satu senar, lihat jarum di layar, lalu putar pemutar senar pelan-pelan sampai jarum tepat di tengah menunjukkan nada yang benar.

Ada satu kebiasaan aman: naikkan nada perlahan menuju target, bukan dari nada yang terlalu tinggi lalu diturunkan. Menyetem dari bawah ke atas mengurangi risiko senar putus dan membuat setelan lebih stabil. Gitar baru wajar sering molor di minggu-minggu awal karena senarnya belum meregang sempurna, jadi setem ulang setiap kali mau latihan. Lama-lama telingamu akan terlatih mengenali sendiri nada yang sudah pas.

Kalau baterai ponsel habis atau tidak ada aplikasi, kamu masih bisa menyetem secara relatif. Anggap satu senar sudah benar, lalu samakan senar lain dengannya. Tekan senar keenam di fret 5, nadanya sama dengan senar kelima yang dibunyikan terbuka; ulangi pola fret 5 ini untuk menyamakan senar kelima ke keempat, dan keempat ke ketiga. Pengecualiannya ada di pasangan senar ketiga dan kedua: tekan senar ketiga di fret 4 (bukan 5) untuk menyamakannya dengan senar kedua. Terakhir, senar kedua di fret 5 sama dengan senar pertama terbuka. Cara ini membuat gitar selaras dengan dirinya sendiri, cocok saat darurat.

Kunci dasar dan urutan belajar yang ramah jari

Jangan mencoba menghafal semua kunci sekaligus. Mulai dari yang paling sedikit jarinya supaya tanganmu tidak kaget. Kunci Em (E minor) paling mudah karena cuma butuh dua jari. Setelah itu pelajari berturut-turut C, G, D, A, Am, dan Dm. Tujuh kunci ini saja sudah cukup untuk mengiringi banyak lagu sederhana.

Kunci utama supaya bunyinya bersih adalah menekan tepat di belakang kawat fret, bukan di atas kawatnya dan bukan di tengah kolom fret. Menekan terlalu jauh dari kawat membuat senar berdenging. Setelah menekan satu bentuk kunci, petik senar satu per satu dari atas ke bawah untuk memeriksa apakah semua bunyi jernih. Kalau ada senar yang mati atau berdenging, biasanya ada jari lain yang tanpa sadar menyentuhnya, jadi lengkungkan jari lebih tegak.

Ada dua kunci yang sengaja ditunda: F dan B. Keduanya memakai teknik barre, yaitu satu jari, biasanya telunjuk, menekan beberapa senar sekaligus di satu fret. Barre butuh kekuatan jari yang belum terbentuk di awal, dan memaksakannya di minggu pertama adalah alasan paling umum pemula merasa gagal lalu berhenti. Kuasai dulu kunci yang mudah sampai lancar, baru menantang barre setelah jari lebih kuat.

Untuk menghafal bentuk kunci, biasakan membaca diagram chord yang banyak tersebar di internet. Diagram itu menggambarkan leher gitar: enam garis tegak mewakili senar dari yang paling tebal di kiri ke paling tipis di kanan, sedangkan garis mendatar mewakili fret. Titik atau angka pada diagram menunjukkan jari mana yang menekan di fret mana. Tanda O di atas sebuah senar berarti senar itu dibunyikan terbuka tanpa ditekan, sedangkan tanda X berarti senar itu tidak ikut dipetik. Sekali kamu terbiasa membaca peta sederhana ini, mempelajari kunci baru jadi jauh lebih cepat karena tinggal menerjemahkan gambar ke posisi jari.

Perpindahan kunci: bagian tersulit dan cara melewatinya

Menekan satu kunci itu relatif gampang. Yang sulit dan sering bikin frustrasi adalah berpindah dari satu kunci ke kunci lain tanpa jeda panjang, karena di sinilah lagu berjalan atau terputus.

Latih perpindahan secara bertahap. Ambil dua kunci dulu, misalnya Em ke C. Tekan Em, genjreng sekali, lalu pindahkan jari ke bentuk C sepelan mungkin sambil melihat gerakan tangan. Ulangi bolak-balik puluhan kali sampai tanganmu mulai hafal jalur perpindahan itu tanpa harus melihat. Setelah dua kunci ini lancar, tambahkan kunci ketiga, dan begitu seterusnya.

Gunakan metronom yang biasanya sudah tersedia di aplikasi penyetem. Setel di tempo lambat, misalnya 60 ketukan per menit, dan usahakan pindah kunci tepat pada ketukan. Prinsipnya: lebih baik lambat tapi bersih daripada cepat tapi berantakan. Banyak pemula memaksakan kecepatan, hasilnya bunyi kotor dan gerakan salah yang malah menempel jadi kebiasaan buruk. Kecepatan akan datang sendiri setelah gerakan jadi otomatis. Target awal yang realistis dan sehat adalah bisa berpindah kunci dalam satu sampai dua detik tanpa melihat jari.

Genjreng dan ritme yang membuatnya enak didengar

Menekan kunci yang benar saja belum terdengar seperti musik tanpa ritme. Genjreng, atau strumming, adalah gerakan tangan kanan menyapu senar yang memberi lagu ketukan dan rasa.

Mulai dari yang paling sederhana: genjreng ke bawah satu kali di tiap ketukan, mengikuti hitungan satu-dua-tiga-empat. Setelah gerakan ini stabil, tambahkan sapuan ke atas di sela ketukan sehingga polanya menjadi bawah lalu atas. Rahasianya ada di pergelangan tangan yang rileks, bukan menggerakkan seluruh lengan dari bahu. Bayangkan tangan kananmu terus bergerak naik-turun stabil seperti metronom, meskipun tidak semua ayunan benar-benar mengenai senar. Konsistensi gerakan inilah yang menjaga ritme tetap rapi.

Latih pola genjreng dulu sambil menahan satu kunci saja, tanpa berpindah, supaya kamu bisa fokus ke tangan kanan. Setelah polanya nyaman, baru gabungkan dengan perpindahan kunci yang sudah kamu latih sebelumnya. Untuk alatnya, kamu bisa memakai jari langsung atau pick. Pick tipis lebih lentur dan enak untuk menggenjreng, sedangkan pick tebal lebih cocok untuk memetik senar satu per satu. Coba keduanya dan pilih yang paling nyaman di tanganmu.

Jadwal latihan realistis dan menjaga jari tetap sehat

Kemajuan bermain gitar hampir seluruhnya soal konsistensi, bukan durasi. Latihan 15-20 menit setiap hari jauh lebih efektif daripada dua jam sekaligus lalu libur seminggu, karena jari dan ingatan otot berkembang lewat pengulangan yang sering. Sesi pendek yang rutin juga mengurangi risiko jari lecet dan menjaga latihan tetap terasa menyenangkan.

Bagi waktu latihanmu dengan sederhana: beberapa menit pemanasan senam jari, sebagian untuk melatih perpindahan kunci, dan sisanya memainkan potongan lagu yang kamu suka supaya tetap termotivasi. Kalau suatu hari kamu hanya sempat lima menit, tetap ambil gitarnya; menjaga kebiasaan lebih berharga daripada mengejar durasi.

Soal jari, rasa perih di ujung jari selama dua sampai empat minggu pertama itu normal dan dialami semua pemula. Kulit ujung jari perlahan menebal membentuk kapalan, dan setelah itu menekan senar tidak lagi sakit. Yang perlu diwaspadai justru nyeri di sendi atau pergelangan tangan; kalau itu muncul, kemungkinan posisi tanganmu salah atau kamu terlalu menegang, jadi periksa lagi caramu memegang. Jangan pernah latihan sampai jari lecet atau berdarah. Berhenti begitu terasa sakit, istirahatkan sehari, lalu lanjutkan lagi.

Kesalahan pemula yang bikin berhenti di tengah jalan

Kebanyakan orang yang menyerah bukan karena tidak berbakat, tapi karena terjebak pola yang sama. Menghindari kesalahan ini membuat perjalananmu jauh lebih mulus.

Kesalahan pertama, latihan dengan gitar yang tidak disetem sehingga semuanya terdengar salah. Kedua, langsung mencoba lagu favorit yang penuh kunci sulit di minggu pertama, lalu merasa gagal. Ketiga, memaksakan kecepatan sebelum gerakan bersih, sehingga yang menempel malah kebiasaan asal-asalan. Keempat, latihan berjam-jam sesekali lalu menghilang berhari-hari, padahal jari butuh pengulangan harian. Kelima, membandingkan kecepatan belajarmu dengan video orang yang sudah bertahun-tahun main.

Ganti semua itu dengan resep sederhana: gitar yang nyaman dan selalu disetem, tiga sampai empat kunci mudah dulu, tempo lambat yang bersih, dan latihan pendek setiap hari. Tidak ada yang langsung jago, tapi dengan pola ini kamu akan melihat kemajuan nyata dalam hitungan minggu.

Kalau kamu ingin menjelajahi hobi lain yang ramah pemula, lihat kumpulan panduan di kategori Hobi & Keterampilan. Dan kalau kamu mencari hobi santai lain yang bisa dikerjakan di rumah, coba juga panduan cara menanam cabai di pot untuk memulai berkebun sederhana.

Langkah-langkahnya

  1. Pilih gitar pertama yang nyaman ditekan

    Untuk pemula, gitar nylon (klasik) seperti Yamaha C40 lebih ramah jari karena senarnya lembut dan lehernya lebar, jadi jari tidak cepat perih. Kalau kamu mengincar suara pop atau folk yang lebih nyaring, gitar steel-string seperti Yamaha F310 pilihannya, tapi senarnya lebih keras di jari pemula. Merek lokal yang terjangkau cukup untuk belajar, yang penting leher gitar lurus (tidak melengkung) dan jarak senar ke fret (disebut action) tidak terlalu tinggi. Kalau beli bekas, ajak teman yang sudah bisa main untuk mengecek. Hindari gitar termurah yang senarnya sangat jauh dari fret, karena berat ditekan dan bikin kamu cepat menyerah. Cek harga terbaru di toko musik atau marketplace.

  2. Setem gitar ke nada standar sebelum latihan apa pun

    Gitar yang fals membuat latihanmu terdengar salah walau jarimu sudah benar. Unduh aplikasi penyetem gratis seperti GuitarTuna, atau pakai clip-on tuner murah yang dijepit di kepala gitar. Setem keenam senar ke nada standar, dari senar paling tebal ke paling tipis: E-A-D-G-B-E. Petik satu senar, lihat jarum di aplikasi, lalu putar pemutar senar (tuning peg) pelan sampai tepat di tengah. Naikkan nada perlahan menuju target, jangan dari nada tinggi lalu turun, supaya senar tidak mudah putus. Setem ulang setiap kali mau latihan, apalagi gitar baru yang senarnya masih sering molor. Lama-lama telingamu terlatih mengenali nada yang pas.

  3. Perbaiki posisi duduk dan cara memegang gitar

    Duduk tegak di kursi tanpa sandaran tangan. Letakkan badan gitar di paha kanan (kalau kamu kidal, kebalikannya), dengan lekukan gitar pas di paha. Tangan kanan menggenjreng di atas lubang suara, tangan kiri memegang leher. Ibu jari kiri bertumpu di belakang leher, bukan menggenggam seperti memegang raket. Tekan senar dengan ujung jari, bukan bagian datarnya, supaya tidak menyentuh senar sebelahnya. Kuku tangan kiri harus pendek supaya jari bisa menekan tegak. Bahu rileks, jangan tegang. Posisi yang benar sejak awal mencegah pegal dan membuat perpindahan kunci lebih mudah nanti.

  4. Latih penjarian dan senam jari tiap sesi

    Sebelum menghafal kunci, biasakan jari menekan senar sampai bunyi bersih tanpa denging. Latihan sederhana: tekan senar paling tipis di fret 1 dengan telunjuk lalu petik, fret 2 dengan jari tengah, fret 3 dengan jari manis, fret 4 dengan kelingking, satu per satu. Ulangi naik-turun di tiap senar. Ini melatih kekuatan dan kemandirian jari, terutama kelingking dan jari manis yang biasanya kaku. Lakukan 5-10 menit sebagai pemanasan tiap sesi. Ujung jari akan perih di minggu-minggu awal sampai kapalan (kulit menebal) terbentuk, biasanya sekitar dua sampai empat minggu latihan rutin. Jangan latihan sampai jari lecet atau berdarah, berhenti kalau sudah sakit.

  5. Kuasai kunci dasar dari yang paling mudah

    Mulai dari kunci yang cuma butuh sedikit jari. Em (E minor) paling mudah, hanya dua jari. Lalu pelajari berturut-turut: C, G, D, A, Am, dan Dm. Tekan tepat di belakang kawat fret, bukan di atasnya, agar bunyi tidak denging. Setelah menekan satu kunci, petik senar satu per satu untuk memastikan semua bunyi bersih; kalau ada yang mati, cek jari mana yang menyentuh senar lain. Hafalkan bentuk tiga sampai empat kunci dulu, jangan langsung semua. Kunci F dan B yang butuh teknik barre (satu jari menekan banyak senar sekaligus) tunda dulu sampai jari lebih kuat, karena keduanya paling sering membuat pemula frustrasi.

  6. Latih perpindahan antar-kunci dengan metronom lambat

    Bagian tersulit bukan menekan satu kunci, tapi berpindah antar-kunci tanpa jeda. Pilih dua kunci dulu, misalnya Em ke C. Tekan Em, genjreng sekali, lalu pindah ke C sepelan mungkin sambil melihat jari. Ulangi bolak-balik puluhan kali sampai tangan hafal tanpa melihat. Setelah lancar, tambahkan kunci ketiga. Pakai metronom (biasanya ada di aplikasi tuner) di tempo lambat, misalnya 60 ketukan per menit, dan pindah kunci tepat di ketukan. Lebih baik pelan tapi bersih daripada cepat tapi berantakan. Kecepatan datang sendiri setelah gerakan jadi kebiasaan. Target awal yang realistis: pindah kunci dalam satu sampai dua detik tanpa melihat jari.

  7. Tambahkan pola genjreng yang sederhana

    Setelah bisa memindah kunci, tambahkan pola genjreng supaya terdengar seperti musik. Mulai paling sederhana: genjreng ke bawah satu kali tiap ketukan. Setelah nyaman, coba pola bawah lalu atas yang mengisi sela ketukan. Gerakan berasal dari pergelangan tangan yang rileks, bukan seluruh lengan. Jaga tangan kanan tetap bergerak naik-turun stabil seperti metronom, walau tidak semua gerakan mengenai senar. Latih pola genjreng dulu sambil menahan satu kunci saja, baru gabungkan dengan perpindahan kunci. Pakai jari atau pick tipis; pick tipis lebih mudah untuk menggenjreng, sedangkan pick tebal lebih pas untuk memetik satu senar.

  8. Mainkan lagu pertama dan susun jadwal latihan

    Pilih satu lagu lambat yang hanya memakai kunci yang sudah kamu kuasai. Cari chord lagu itu di internet, banyak yang gratis, lalu pilih versi tiga sampai empat kunci. Mainkan sangat pelan sambil bernyanyi atau menghitung ketukan, ulangi bagian yang tersendat. Jangan pindah ke lagu lain sebelum satu lagu bisa dimainkan utuh tanpa berhenti. Untuk jadwal, latihan 15-20 menit setiap hari jauh lebih efektif daripada dua jam sekali seminggu, karena jari dan ingatan otot butuh pengulangan rutin. Catat kemajuan kecil: minggu ini bisa Em ke C, minggu depan tambah G. Konsistensi kecil setiap hari yang membuat kamu benar-benar bisa.

Pertanyaan yang sering ditanya

Gitar nylon atau steel-string yang lebih cocok untuk pemula?

Untuk pemula murni, gitar nylon (klasik) biasanya lebih nyaman karena senarnya lembut sehingga jari tidak cepat perih, dan lehernya lebih lebar sehingga penjarian lebih longgar. Kekurangannya, suaranya lebih lembut dan kurang cocok untuk lagu pop yang butuh suara nyaring. Gitar steel-string bersuara lebih terang dan lantang, tapi senarnya lebih keras di jari yang belum kapalan. Kalau tujuanmu mengiringi lagu pop dan folk, steel-string lebih pas walau awalnya lebih sakit. Kalau ragu dan ingin proses paling ramah, mulai dengan nylon. Yang paling penting bukan jenis senarnya, tapi apakah gitarnya nyaman dipegang dan action-nya tidak terlalu tinggi.

Berapa lama sampai bisa memainkan satu lagu?

Jujur, tidak ada yang langsung jago, dan waktunya berbeda tiap orang tergantung frekuensi latihan. Dengan latihan rutin 15-20 menit sehari, banyak pemula bisa memainkan satu lagu tiga kunci sederhana dalam beberapa minggu pertama. Perpindahan kunci yang lancar dan genjreng yang enak biasanya butuh satu sampai beberapa bulan. Teknik yang lebih sulit seperti kunci barre (F, B) dan petikan bisa memakan waktu lebih lama. Yang menentukan bukan bakat, tapi konsistensi. Orang yang latihan sedikit tiap hari hampir selalu lebih cepat maju daripada yang latihan lama tapi jarang. Nikmati prosesnya dan jangan bandingkan kecepatanmu dengan orang lain.

Jari sakit dan perih saat menekan senar, apakah normal?

Ya, ujung jari terasa perih di minggu-minggu awal itu normal dan dialami semua pemula. Menekan senar, apalagi steel-string, menekan kulit jari yang belum terbiasa. Seiring latihan rutin, kulit ujung jari menebal membentuk kapalan, biasanya dalam dua sampai empat minggu, dan rasa sakitnya hilang. Yang tidak normal adalah nyeri di sendi atau pergelangan; kalau itu terjadi, kemungkinan posisi tangan salah atau kamu terlalu menegang. Jangan latihan sampai jari lecet atau berdarah. Berhenti kalau sudah sakit, istirahatkan sehari, lalu lanjut. Menjaga kuku tangan kiri tetap pendek juga membantu jari menekan senar dengan benar tanpa sakit tambahan.

Perlu ikut kursus atau bisa belajar otodidak?

Belajar otodidak sangat mungkin, apalagi sekarang banyak video tutorial dan situs chord gratis. Banyak orang bisa main hanya dari sumber online asalkan telaten dan mau mengoreksi diri. Kelebihan kursus atau guru adalah ada yang langsung membenarkan posisi tangan dan kebiasaan buruk sebelum menjadi permanen, sehingga kemajuan lebih terarah. Kalau kamu disiplin dan sabar, otodidak cukup untuk sampai bisa mengiringi lagu. Kalau kamu mudah kehilangan arah atau ingin serius sampai teknik lanjutan, sesekali les atau minta teman yang sudah bisa mengecek permainanmu sangat membantu. Gabungan keduanya sering paling efektif: belajar mandiri tiap hari, sesekali dikoreksi orang yang lebih mahir.

Kunci apa yang harus dipelajari pertama, dan bagaimana dengan kunci F yang sulit?

Mulai dari kunci yang paling sedikit jarinya: Em, lalu C, G, D, A, Am, dan Dm. Tujuh kunci ini sudah cukup untuk mengiringi banyak lagu sederhana. Tunda kunci F dan B yang memakai teknik barre, yaitu satu jari (biasanya telunjuk) menekan beberapa senar sekaligus. Barre memang paling sering membuat pemula frustrasi karena butuh kekuatan jari yang belum terbentuk. Kalau nanti bertemu lagu berkunci F, kamu bisa memakai versi F yang lebih mudah (bentuk mini tanpa barre penuh) dulu, atau memakai capo untuk memindah nada sehingga bentuk kuncinya jadi lebih gampang. Kuasai kunci mudah sampai lancar sebelum menantang barre.

Berapa lama sebaiknya latihan setiap hari?

Lebih baik latihan 15-20 menit setiap hari daripada dua jam sekaligus lalu libur seminggu. Jari dan ingatan otot berkembang lewat pengulangan yang sering, bukan sesi maraton sesekali. Sesi pendek juga mengurangi risiko jari lecet dan menjaga latihan tetap menyenangkan, bukan beban. Bagi waktumu: beberapa menit pemanasan senam jari, sebagian untuk melatih perpindahan kunci, sisanya memainkan lagu yang kamu suka supaya tetap termotivasi. Kalau suatu hari cuma sempat lima menit, tetap ambil gitarnya; menjaga kebiasaan lebih penting daripada durasi. Setelah beberapa minggu konsisten, kamu akan kaget melihat kemajuanmu sendiri tanpa pernah latihan berjam-jam.

Apakah butuh gitar mahal untuk mulai belajar?

Tidak. Untuk belajar, gitar terjangkau dari merek lokal sudah cukup asalkan bisa disetem dengan stabil, lehernya lurus, dan jarak senar ke fret tidak terlalu tinggi. Gitar yang terlalu murah dan asal-asalan justru menyulitkan karena senarnya tinggi dan keras ditekan, sehingga pemula cepat menyerah. Jadi patokannya bukan harga termahal, tapi kenyamanan dimainkan. Kalau memungkinkan, coba dulu di toko atau ajak teman yang sudah bisa untuk mengecek. Kamu bisa naik ke gitar yang lebih bagus nanti setelah tahu suara dan jenis yang kamu suka. Uang lebih baik dialokasikan ke gitar yang nyaman dan penyetem, bukan aksesori yang belum kamu butuhkan. Cek harga terbaru di toko musik atau marketplace.