Panduan Kita

Cara merawat tanaman monstera

Monstera sering dikira rewel, padahal termasuk tanaman hias yang pemaaf untuk pemula. Kunci daun sehat dan robek ada di cahaya, cara siram, media, dan penyangga.

Oleh Adit Nugroho 9 menit baca
Cara merawat tanaman monstera
(CC0 1.0) via rawpixel

Monstera dikenal karena daunnya yang lebar dan berlubang, tampilan yang membuatnya jadi tanaman hias favorit di banyak rumah dan feed media sosial. Kabar baiknya, di balik penampilannya yang eksotis, monstera termasuk tanaman yang pemaaf dan ramah untuk pemula. Sebagian besar masalah yang dialami pemiliknya bukan karena tanamannya rewel, tapi karena beberapa kesalahan kecil yang berulang: terlalu sering disiram, ditaruh di sudut yang gelap, atau ditanam di media yang padat dan becek.

Kalau kamu bisa membenahi empat hal - cahaya, cara siram, media, dan penyangga - monstera akan tumbuh sehat dan rimbun tanpa banyak drama. Panduan ini membahas keempatnya secara realistis, termasuk apa yang bisa kamu harapkan dan apa yang tidak bisa dipaksakan.

Kenali monstera sebelum merawatnya

Jenis monstera yang paling sering ada di rumah adalah Monstera deliciosa, si daun besar dengan belahan dan lubang khas. Ada juga yang populer dengan sebutan janda bolong, yaitu Monstera adansonii, dengan daun lebih kecil dan lubang lebih banyak. Kabar bagusnya, kebutuhan dasar keduanya mirip: cahaya terang tidak langsung, media gembur, dan penyiraman yang tidak berlebihan. Jadi prinsip di panduan ini berlaku untuk keduanya, hanya berbeda di ukuran tanaman dan penyangga yang dibutuhkan.

Satu hal yang perlu kamu tahu sejak awal: seluruh bagian monstera mengandung kristal kalsium oksalat yang beracun kalau tergigit. Ini bukan alasan untuk takut, tapi alasan untuk menempatkannya dengan bijak, terutama kalau di rumahmu ada kucing, anjing, atau anak kecil yang gemar memasukkan sesuatu ke mulut.

Monstera adalah tanaman jangka panjang. Ia tidak akan berubah dramatis dalam seminggu, dan daun barunya keluar perlahan. Merawatnya lebih mirip membangun rutinitas kecil yang benar daripada mengejar hasil instan.

Cahaya: sumber utama daun yang sehat dan robek

Kalau ada satu faktor yang paling menentukan seberapa cantik monstera-mu, itu adalah cahaya. Monstera menyukai cahaya terang yang tidak langsung, seperti di dekat jendela yang terang tapi terhalang tirai tipis atau menghadap ke arah yang tidak kena matahari siang secara langsung.

Di tempat yang cukup cahaya, monstera menumbuhkan daun besar yang perlahan membentuk robekan dan lubang. Di sudut yang gelap, ia tetap bertahan hidup, tapi tumbuh lambat, batangnya memanjang mencari cahaya, dan daun barunya cenderung kecil serta utuh tanpa lubang. Kalau kamu penasaran kenapa daun monstera tetangga terlihat lebih robek dari punyamu, jawabannya sering kali sesederhana perbedaan cahaya.

Yang perlu dihindari adalah matahari langsung yang terik, terutama di siang hari di balik kaca. Sinar seperti ini bisa membakar permukaan daun sampai muncul bercak coklat kering yang gosong dan tidak akan pulih. Kalau daunmu mulai memutih atau muncul bercak terbakar, geser tanaman sedikit menjauh dari jendela.

Untuk pertumbuhan yang seimbang, putar pot kira-kira seminggu sekali. Tanpa diputar, monstera akan condong ke arah sumber cahaya dan bentuknya jadi tidak rata.

Menyiram tanpa membuat akar busuk

Ini bagian yang paling banyak membuat monstera mati, dan ironisnya karena terlalu disayang. Monstera jauh lebih tahan kekeringan singkat dibanding genangan air. Akar yang terus-menerus basah akan kehabisan oksigen, membusuk, lalu tanaman perlahan layu meski medianya terlihat penuh air.

Aturan praktisnya sederhana: jangan menyiram karena jadwal, tapi karena kondisi media. Masukkan jari dua sampai tiga sentimeter ke dalam media sebelum menyiram. Kalau masih terasa lembap, tunggu dulu. Kalau sudah kering di lapisan atas, baru siram sampai air keluar dari lubang bawah pot, lalu buang air yang menggenang di alas pot.

Seberapa sering? Sebagai gambaran kasar, banyak monstera di dalam ruangan disiram sekitar seminggu sekali, tapi angka ini bisa sangat berbeda tergantung cahaya, ukuran pot, jenis media, dan cuaca. Saat musim hujan yang lembap atau ruangan yang sejuk, jeda antar siram biasanya lebih panjang. Kalau ragu antara menyiram sekarang atau besok, seringkali menunggu adalah pilihan yang lebih aman.

Tanda kelebihan air yang paling umum adalah banyak daun menguning sekaligus dan media yang becek berbau tidak sedap. Kalau ini terjadi, kurangi siram, periksa akar, dan pastikan drainase pot benar-benar lancar.

Media tanam, pot, dan kapan ganti pot

Media yang tepat membuat urusan penyiraman jauh lebih mudah dimaafkan. Monstera tidak suka media yang padat dan menahan air seperti tanah kebun murni. Ia suka media yang gembur, berongga, dan cepat mengalirkan air, sehingga akar bisa bernapas.

Campuran yang umum dipakai adalah cocopeat atau sekam sebagai dasar, ditambah perlit untuk rongga udara, dan kulit pinus atau arang untuk tekstur kasar. Kalau ingin lebih hemat, campur sekam bakar dengan arang batok dan sedikit kompos. Prinsipnya: kalau air langsung menggenang di permukaan saat kamu menyiram, media terlalu padat dan perlu ditambah bahan kasar.

Pot wajib punya lubang drainase. Ini tidak bisa ditawar. Pot cantik tanpa lubang adalah jebakan yang menahan air di dasar dan membusukkan akar. Kalau kamu suka pot hias tanpa lubang, tanam monstera di pot plastik berlubang lalu selipkan ke dalam pot hias sebagai pembungkus, dan angkat saat menyiram.

Ganti pot kira-kira setiap satu sampai dua tahun, atau saat akar mulai keluar dari lubang bawah dan tanaman tampak terlalu sempit. Pilih pot yang hanya sedikit lebih besar, bukan langsung yang jauh lebih besar, karena media berlebih yang tidak terjangkau akar justru menahan air terlalu lama.

Penyangga, pupuk, dan merawat daun

Monstera adalah pemanjat. Di habitat aslinya ia merambat naik batang pohon, dan daunnya membesar serta lebih banyak berlubang saat punya sesuatu untuk dipanjat. Karena itu, memasang turus lumut, moss pole, atau bilah kayu di tengah pot bukan sekadar hiasan, tapi bisa mendorong daun tumbuh lebih besar dan bertekstur. Alternatif murahnya, lilit pipa PVC atau kayu dengan sabut kelapa. Ikat batang ke penyangga dengan tali lembut dan longgar.

Akar udara yang tumbuh dari batang adalah hal normal, bukan tanda masalah. Kamu boleh mengarahkannya menempel ke turus lumut yang lembap atau membiarkannya saja. Tidak perlu memotongnya kecuali benar-benar mengganggu.

Soal pupuk, monstera tidak menuntut banyak. Pupuk NPK seimbang yang diencerkan tipis atau pupuk cair tanaman hias, diberikan kira-kira sebulan sekali saat tanaman aktif mengeluarkan daun baru, sudah cukup. Kurangi atau hentikan saat pertumbuhan melambat. Terlalu banyak pupuk membakar akar dan menghitamkan tepi daun, jadi lebih baik kurang daripada berlebihan.

Jangan lupa membersihkan daun. Daun monstera yang lebar cepat berdebu, dan debu tebal mengurangi kemampuannya menangkap cahaya. Lap kedua sisi daun dengan kain lembut basah setiap beberapa minggu, dan hindari cairan pengkilap daun yang menutup pori-pori. Saat memangkas, pakai gunting bersih dan cuci tangan setelahnya karena getahnya bisa membuat kulit gatal.

Memperbanyak monstera dari stek

Salah satu hal menyenangkan dari merawat monstera adalah betapa mudahnya ia diperbanyak. Kamu bisa menambah koleksi atau berbagi dengan teman tanpa membeli tanaman baru, cukup dari potongan batang tanaman yang sudah ada.

Kuncinya ada pada ruas atau node, yaitu titik kecil di batang tempat daun dan akar udara tumbuh. Stek monstera hanya akan berakar dan menjadi tanaman baru kalau menyertakan minimal satu ruas. Potongan yang hanya berisi daun tanpa ruas tidak akan pernah tumbuh menjadi tanaman utuh, jadi ini bagian yang paling penting untuk diperhatikan.

Cara paling sederhana adalah stek air. Potong batang tepat di bawah sebuah ruas dengan gunting bersih yang sudah dilap alkohol, usahakan potongan punya satu ruas dan satu daun. Rendam bagian ruas dalam segelas air bersih, sisakan daun di atas permukaan air, lalu letakkan di tempat terang tanpa matahari langsung. Ganti airnya setiap dua sampai tiga hari supaya tetap segar dan tidak berlendir. Dalam beberapa minggu, akar putih biasanya mulai muncul dari ruas.

Setelah akar tumbuh beberapa sentimeter, pindahkan stek ke media gembur seperti yang dipakai untuk tanaman dewasa, lalu jaga tetap sedikit lembap selama beberapa minggu pertama sambil akar menyesuaikan diri. Sebagian orang memilih langsung menanam stek di media tanpa lewat air, dan itu juga bisa, asalkan media dijaga lembap dan tidak becek.

Kecepatan berakar berbeda-beda tergantung suhu, cahaya, dan kondisi stek, jadi jangan cemas kalau punya temanmu lebih cepat. Ini proses yang menuntut kesabaran, bukan trik instan. Waktu terbaik untuk memperbanyak adalah saat tanaman sedang aktif tumbuh, karena pada masa itu ia paling cepat membentuk akar baru.

Membaca tanda dan mengatasi masalah umum

Merawat monstera pada dasarnya adalah soal membaca tanda yang ia berikan. Beberapa yang paling sering muncul:

  • Daun menguning banyak sekaligus biasanya berarti terlalu banyak air atau akar mulai busuk. Kurangi siram dan periksa drainase.
  • Ujung dan tepi daun coklat kering menandakan udara terlalu kering, kurang siram, atau kelebihan pupuk. Tingkatkan kelembapan atau sesuaikan jadwal.
  • Bercak coklat gosong di tengah daun biasanya karena terkena matahari langsung yang terik. Geser tanaman menjauh dari sinar keras.
  • Daun baru tetap kecil dan utuh tanpa lubang hampir selalu soal cahaya kurang, ditambah tanaman yang masih muda.

Untuk hama, periksa bagian bawah daun sekali seminggu. Tungau laba-laba muncul sebagai bintik kecil dengan jaring halus, kutu putih terlihat seperti gumpalan kapas di ketiak daun, dan trips meninggalkan bercak keperakan. Kalau ketemu, seka dengan kapas beralkohol atau semprot larutan sabun cuci piring yang encer, lalu ulangi beberapa hari sekali sampai bersih.

Yang penting diingat: tidak ada jaminan setiap daun akan robek atau tumbuh sempurna. Fenestrasi butuh kombinasi umur, cahaya, dan penyangga, dan itu datang seiring waktu. Fokuslah pada rutinitas yang benar, dan biarkan tanaman menyesuaikan diri dengan temponya sendiri.

Kalau kamu mulai ketagihan merawat tanaman hias, monstera adalah pintu masuk yang bagus ke jenis lain. Untuk tanaman yang lebih tahan lupa siram dan cocok di meja kecil, lihat panduan cara merawat kaktus dan sukulen. Dan kalau kamu ingin tantangan berikutnya dengan tanaman berbunga, cara merawat anggrek agar rajin berbunga membahas cahaya dan cara siram yang prinsipnya mirip. Untuk ide-ide hobi lain di rumah, jelajahi juga kategori hobi.

Langkah-langkahnya

  1. Letakkan monstera di tempat dengan cahaya terang tidak langsung

    Monstera paling bahagia di dekat jendela yang terang tapi tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang siang. Cahaya terang membuat daun tumbuh besar dan membentuk robekan atau fenestrasi. Kalau ruangan gelap, monstera tetap hidup tapi tumbuh lambat dan daunnya cenderung utuh tanpa lubang. Hindari matahari langsung siang di balik kaca karena bisa membakar daun sampai muncul bercak coklat gosong. Kalau kamu hanya punya sudut yang minim cahaya, geser tanaman lebih dekat ke jendela atau bantu dengan lampu tumbuh. Putar pot seminggu sekali supaya semua sisi mendapat cahaya merata dan tanaman tidak tumbuh miring ke satu arah saja.

  2. Siapkan pot berlubang dan media tanam yang gembur

    Pilih pot yang punya lubang drainase di bawah, ukuran sedikit lebih besar dari bola akar, bukan langsung pot raksasa. Pot terlalu besar menahan air terlalu lama dan memancing busuk akar. Media harus gembur dan cepat mengalirkan air: campur cocopeat atau sekam dengan perlit dan kulit pinus atau arang. Alternatif murah, campur sekam bakar dengan arang batok dan sedikit kompos. Monstera tidak suka media yang padat dan becek seperti tanah liat murni. Kalau air langsung menggenang di permukaan saat disiram, berarti media terlalu padat dan perlu ditambah bahan kasar supaya ada rongga udara untuk akar bernapas.

  3. Siram hanya setelah lapisan atas media mengering

    Cek dulu sebelum menyiram: masukkan jari sedalam dua sampai tiga sentimeter ke media. Kalau masih terasa lembap, tunda. Kalau sudah kering, baru siram. Guyur air merata sampai keluar dari lubang bawah, lalu buang air yang tergenang di alas pot supaya akar tidak berendam. Frekuensi kasarnya sekitar seminggu sekali, tapi ini sangat bergantung cuaca, ukuran pot, dan cahaya, jadi jangan menyiram hanya karena jadwal. Terlalu sering menyiram adalah penyebab kematian monstera yang paling umum, jauh lebih berbahaya daripada telat siram. Saat musim hujan yang lembap, jeda antar siram biasanya jadi lebih panjang.

  4. Jaga kelembapan udara secukupnya

    Monstera berasal dari hutan tropis, jadi ia menyukai udara yang agak lembap. Untungnya iklim Indonesia umumnya lembap, sehingga ini jarang jadi masalah besar. Kalau ruanganmu kering karena AC menyala terus, ujung daun bisa mengering kecoklatan. Bantu dengan mengelompokkan tanaman berdekatan, meletakkan wadah air di dekatnya, atau menaruh pot di atas nampan berisi kerikil dan sedikit air. Menyemprot daun hanya memberi efek yang sebentar, jadi jangan mengandalkannya sebagai solusi utama. Hindari meletakkan monstera tepat di depan embusan AC atau kipas yang langsung mengenai daun sepanjang hari karena bisa mempercepat daun mengering.

  5. Pasang penyangga supaya daun tumbuh besar dan robek

    Monstera adalah tanaman merambat. Di alam ia memanjat batang pohon, dan daunnya membesar serta lebih banyak berlubang saat punya sandaran untuk memanjat. Pasang turus lumut atau bilah kayu di tengah pot sejak tanaman mulai tinggi. Alternatif murah, lilit pipa PVC atau kayu dengan sabut kelapa. Ikat batang ke penyangga dengan tali lembut, jangan terlalu kencang supaya tidak melukai batang. Akar udara yang tumbuh dari batang boleh diarahkan menempel ke turus yang lembap, atau dibiarkan saja karena tidak wajib dipotong. Tanpa penyangga, monstera tetap hidup tapi cenderung menjalar ke samping dengan daun yang lebih kecil.

  6. Beri pupuk seperlunya saat musim tumbuh

    Monstera tidak butuh pupuk mahal. Beri pupuk NPK seimbang yang diencerkan tipis atau pupuk cair untuk tanaman hias, kira-kira sebulan sekali saat tanaman sedang aktif mengeluarkan daun baru. Kurangi atau hentikan saat pertumbuhan melambat. Terlalu banyak pupuk justru membakar ujung akar dan membuat tepi daun menghitam. Sebagai tambahan murah, sebagian orang menyiram sesekali dengan air bekas cucian beras, tapi jangan berlebihan karena bisa mengundang jamur dan bau. Selalu basahi media dengan air biasa lebih dulu sebelum memberi pupuk ke media yang benar-benar kering, supaya akar tidak kaget dan terbakar.

  7. Bersihkan daun dan rapikan tanaman secara rutin

    Daun monstera yang lebar mudah berdebu, dan debu tebal menghalangi daun menangkap cahaya. Lap kedua sisi daun dengan kain lembut yang dibasahi air biasa setiap beberapa minggu. Jangan pakai cairan pengkilap daun yang menutup pori-pori. Pangkas daun yang sudah menguning penuh atau mengering dengan gunting bersih yang dilap alkohol lebih dulu supaya tidak menyebarkan penyakit. Kalau tanaman terlalu rimbun atau terlalu tinggi, kamu bisa memangkas untuk membentuk. Hati-hati saat memotong karena getah monstera bisa membuat kulit gatal pada sebagian orang, jadi cuci tangan setelah selesai dan hindari mengucek mata.

  8. Periksa hama dan tanda masalah secara berkala

    Sekali seminggu, balik beberapa daun dan periksa bagian bawahnya. Hama umum monstera adalah tungau laba-laba yang terlihat seperti bintik kecil dengan jaring halus, kutu putih seperti kapas di ketiak daun, dan trips. Kalau ada, seka dengan kapas beralkohol atau semprot dengan larutan sabun cuci piring yang encer, lalu ulangi beberapa hari sekali sampai bersih. Perhatikan juga tanda dari tanaman: daun menguning sering berarti terlalu banyak air, ujung coklat kering berarti udara terlalu kering atau kurang siram, dan daun baru yang tetap utuh biasanya berarti cahaya kurang. Membaca tanda ini lebih berguna daripada mengikuti jadwal kaku.

Pertanyaan yang sering ditanya

Kenapa daun monstera saya tidak berlubang atau robek?

Robekan dan lubang pada daun monstera, yang disebut fenestrasi, muncul seiring tanaman menua dan mendapat cukup cahaya. Tanaman muda memang wajar berdaun utuh dulu, dan robekan biasanya baru muncul pada daun-daun yang lebih dewasa. Penyebab paling umum daun tetap kecil dan utuh adalah cahaya yang kurang. Pindahkan monstera lebih dekat ke jendela terang tanpa matahari langsung, dan beri penyangga untuk memanjat karena ini mendorong daun tumbuh lebih besar dan berlubang. Bersabarlah, karena perubahan ini butuh waktu berbulan-bulan dan tidak ada jaminan setiap daun akan robek. Tanaman yang cukup cahaya, cukup umur, dan punya sandaran memanjat punya peluang paling besar.

Kenapa daun monstera menguning?

Daun menguning paling sering disebabkan penyiraman berlebihan yang membuat akar mulai busuk. Cek medianya: kalau becek dan berbau tidak sedap, kurangi frekuensi siram dan pastikan pot punya lubang drainase yang lancar. Satu atau dua daun tua yang menguning di bagian bawah adalah hal normal seiring tanaman meremajakan diri, jadi tidak perlu panik. Namun kalau banyak daun menguning sekaligus, itu tanda ada yang salah, biasanya soal air atau akar. Penyebab lain yang lebih jarang adalah kekurangan cahaya berat atau media yang sudah lama tidak diganti sehingga miskin hara. Perbaiki cara siram dulu sebelum menambah pupuk, karena menambah pupuk pada akar yang busuk justru memperparah keadaan.

Seberapa sering monstera perlu disiram?

Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua orang karena penyiraman bergantung pada cahaya, ukuran pot, jenis media, dan cuaca. Panduan yang lebih aman adalah menyiram berdasarkan kondisi media, bukan tanggal. Masukkan jari dua sampai tiga sentimeter ke media, lalu siram hanya kalau lapisan atas sudah kering. Sebagai gambaran kasar, banyak monstera di dalam ruangan disiram sekitar seminggu sekali, dan lebih jarang saat musim hujan atau cuaca dingin. Lebih baik sedikit terlambat menyiram daripada terlalu sering, karena monstera jauh lebih tahan kekeringan singkat dibanding genangan air. Selalu buang air yang menggenang di alas pot setelah menyiram supaya akar tidak berendam.

Apakah monstera beracun untuk kucing, anjing, atau anak?

Ya, seluruh bagian monstera mengandung kristal kalsium oksalat yang bisa mengiritasi kalau tergigit atau tertelan. Pada hewan peliharaan dan anak kecil, mengunyah daunnya bisa menyebabkan mulut perih, air liur berlebih, bengkak, dan mual. Getahnya juga bisa membuat kulit sebagian orang gatal. Karena itu, letakkan monstera di tempat yang tidak mudah dijangkau kucing, anjing, atau balita, dan cuci tangan setelah memangkas. Kalau ada yang menelan bagian tanaman dan muncul gejala yang mengkhawatirkan, hubungi dokter atau dokter hewan dan jangan menunggu. Ini bukan alasan untuk takut memelihara monstera, hanya alasan untuk menempatkannya dengan bijak di dalam rumah.

Bagaimana cara memperbanyak monstera dari stek?

Monstera diperbanyak dengan stek batang yang menyertakan ruas atau node, yaitu titik tempat daun dan akar udara tumbuh. Potong batang tepat di bawah sebuah ruas dengan gunting bersih, dan pastikan potongan punya minimal satu ruas, idealnya dengan satu daun. Rendam bagian ruas dalam segelas air bersih, letakkan di tempat terang tanpa matahari langsung, dan ganti airnya beberapa hari sekali. Dalam beberapa minggu biasanya muncul akar. Setelah akar tumbuh beberapa sentimeter, pindahkan ke media gembur dan jaga tetap lembap sementara waktu. Stek tanpa ruas tidak akan tumbuh menjadi tanaman baru, jadi pastikan ruasnya ikut terpotong. Kecepatan berakar bisa berbeda-beda, jadi kesabaran penting.

Ujung daun monstera mengering dan kecoklatan, apa penyebabnya?

Ujung dan tepi daun yang mengering kecoklatan biasanya menandakan udara terlalu kering, tanaman kurang air, atau akar yang terganggu. Kalau kamu memakai AC yang menyala lama, coba tingkatkan kelembapan dengan nampan kerikil berair atau mengelompokkan tanaman berdekatan. Kalau media sering kering total terlalu lama, sesuaikan jadwal siram supaya tanaman tidak sampai layu. Bercak coklat kering yang gosong di tengah daun berbeda penyebabnya, biasanya karena terkena matahari langsung yang terlalu terik. Kelebihan pupuk juga bisa membakar tepi daun, jadi encerkan pupuk lebih tipis kalau kamu baru saja memupuk. Daun yang sudah rusak tidak akan pulih, tapi daun baru yang sehat akan tumbuh kalau penyebabnya diperbaiki.