Panduan Kita

Cara memijat bayi dengan lembut

Pijat bayi yang lembut bisa membantu bayi rileks dan mempererat ikatan. Pelajari waktu tepat, persiapan minyak, urutan pijatan, dan aturan amannya.

Oleh Maya Anggraini 8 menit baca
Cara memijat bayi dengan lembut
(CC0 1.0) via rawpixel

Bagi bayi, sentuhan datang lebih dulu daripada kata. Jauh sebelum ia mengerti bahasa, bayi merasa aman lewat kehangatan kulit, gendongan, dan usapan lembut orang tuanya. Memijat bayi adalah cara sederhana untuk memberi sentuhan menenangkan itu secara rutin, sekaligus momen tenang yang membuat kamu dan bayi lebih saling mengenal.

Pijat bayi tidak butuh keahlian khusus atau alat mahal. Yang dibutuhkan hanya tangan yang bersih dan hangat, sedikit minyak yang lembut, tempat yang nyaman, dan kesediaan membaca isyarat bayi. Meski begitu, ada beberapa aturan keamanan yang perlu kamu pegang supaya pijatan benar-benar bermanfaat dan tidak berisiko. Artikel ini membahas manfaat dan batasnya, kapan waktu yang tepat, cara menyiapkan diri, urutan pijatan yang nyaman, sampai kapan sebaiknya kamu berkonsultasi ke tenaga kesehatan.

Manfaat pijat bayi dan batas yang wajar

Pijat bayi paling banyak dikenal karena efek menenangkannya. Sentuhan lembut yang berulang bisa membantu bayi merasa lebih rileks, dan bagi sebagian bayi ini membuat mereka lebih mudah tenang dan tidur lebih lelap, terutama kalau dijadikan bagian rutinitas menjelang tidur. Gerakan lembut di perut juga bisa membantu sebagian bayi mengeluarkan gas sehingga terasa lebih nyaman.

Selain untuk bayi, pijat juga bermanfaat untuk kamu sebagai orang tua. Waktu khusus yang tenang dan penuh sentuhan membantu memperkuat ikatan batin, membuatmu lebih peka membaca isyarat bayi, dan menumbuhkan rasa percaya diri dalam merawatnya. Untuk orang tua baru yang sering merasa cemas, momen ini bisa menjadi jeda yang menenangkan.

Di banyak keluarga Indonesia, memijat bayi sudah menjadi tradisi yang diwariskan turun-temurun. Tradisi ini punya nilai baik, tetapi kuncinya tetap sama: kelembutan. Pijat bayi yang menyehatkan adalah usapan halus yang mengikuti kenyamanan bayi, bukan tekanan kuat, gerakan menyentak, atau menarik-narik anggota tubuh. Semakin muda usia bayi, semakin ringan pula sentuhan yang ia butuhkan.

Meski begitu, penting bersikap jujur soal batasnya. Pijat bukan obat dan bukan pengganti perawatan medis. Ia tidak menyembuhkan penyakit, tidak menjamin bayi langsung tidur semalaman, dan tidak menghilangkan semua rewel atau kolik. Respons tiap bayi juga berbeda; ada yang langsung menikmati, ada yang butuh beberapa kali percobaan untuk terbiasa. Nikmati pijat sebagai cara memberi kenyamanan dan kedekatan, bukan sebagai solusi ajaib untuk setiap masalah.

Kapan waktu terbaik memijat bayi

Waktu yang kamu pilih sangat menentukan apakah pijat terasa menyenangkan atau justru membuat bayi rewel. Saat terbaik adalah ketika bayi dalam kondisi tenang tetapi terjaga, matanya jernih, dan ia tampak siap berinteraksi. Pada kondisi ini bayi lebih menikmati sentuhan dan lebih mudah dibaca isyaratnya.

Hindari memijat saat bayi sedang lapar, karena ia akan gelisah dan hanya ingin menyusu. Hindari juga tepat setelah menyusu; beri jeda sekitar 30 sampai 45 menit supaya perutnya tidak tertekan dan ia tidak gumoh. Bayi yang sudah terlalu mengantuk atau kelewat lelah biasanya juga tidak menikmati pijatan dan lebih baik langsung ditidurkan.

Banyak orang tua merasa waktu setelah mandi atau menjelang tidur malam paling pas, karena bayi sudah bersih, tenang, dan pijatan bisa menjadi tanda bahwa waktu istirahat sudah dekat. Namun kamu bisa memilih waktu lain yang cocok dengan irama harian bayimu, misalnya pagi menjelang siang saat ia segar. Yang penting, jangan memijat bayi yang sedang sakit, demam, atau rewel hebat, dan tunda dulu kalau area bekas imunisasi masih terasa nyeri. Konsistensi waktu dari hari ke hari lebih membantu daripada memaksakan sesi kapan saja.

Menyiapkan diri, ruangan, dan minyak

Persiapan yang baik membuat pijat berjalan lancar dan aman. Mulailah dari dirimu: cuci tangan sampai bersih, potong kuku pendek supaya tidak menggores, dan lepas cincin, jam, atau gelang yang bisa melukai kulit bayi. Pastikan tanganmu hangat, bukan dingin, karena tangan yang dingin bisa mengagetkan bayi.

Siapkan ruangan yang hangat dan bebas dari angin langsung. Tubuh bayi cepat kehilangan panas ketika pakaiannya dibuka, jadi kehangatan ruangan penting supaya ia tetap nyaman. Letakkan bayi di alas empuk yang rata dengan handuk bersih di atasnya, atau di pangkuanmu. Dekatkan dulu popok, baju ganti, dan minyak sebelum mulai, supaya kamu tidak perlu meninggalkan bayi di tengah pijatan.

Untuk minyak, pilih minyak khusus bayi atau minyak nabati yang lembut. Hindari minyak dengan aroma kuat atau minyak esensial pekat pada bayi kecil karena kulitnya mudah teriritasi. Sebelum memakai minyak baru, lakukan tes sederhana: oleskan sedikit di area kecil kulit bayi dan tunggu beberapa jam untuk memastikan tidak muncul kemerahan, bintik, atau ruam. Hangatkan minyak dengan menggosoknya di antara kedua telapak tangan, bukan dengan memanaskannya di atas api. Jangan mengoleskan minyak ke wajah, sekitar mata, dan telapak tangan bayi yang sering masuk ke mulut.

Aturan keamanan yang tidak bisa ditawar

Sebelum masuk ke teknik, ada beberapa aturan dasar yang selalu berlaku setiap kali kamu memijat bayi. Aturan ini bukan sekadar saran, melainkan pagar keamanan yang menjaga bayi tetap aman.

Selalu topang kepala dan leher bayi, terutama saat membalikkan atau memindahkannya, karena otot lehernya belum kuat. Jaga tekanan tetap ringan di seluruh tubuh; pijat bayi bukan pijat orang dewasa, jadi jangan menekan keras, terutama di perut, di atas tulang belakang, di sendi, dan di ubun-ubun yang masih lunak. Usapan lembut jauh lebih tepat daripada tekanan kuat.

Kalau tali pusar bayi belum lepas dan belum kering, hindari memijat atau memberi minyak di sekitarnya, dan jangan menariknya. Pijat bagian tubuh lain dan biarkan pusar puput serta sembuh dengan sendirinya sambil dijaga bersih dan kering. Jangan pernah memijat bayi yang sedang demam, sakit, atau kulitnya sedang iritasi dan berruam.

Jaga keselamatan sepanjang sesi. Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di permukaan yang tinggi seperti meja atau tempat tidur, karena ia bisa terguling dan jatuh dalam sekejap. Kalau memijat berdekatan dengan waktu mandi, jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di bak atau air walau sebentar dan walau airnya dangkal. Terakhir, jangan pernah memaksa; kalau bayi menolak, hentikan dan coba lain waktu.

Perhatikan juga sisa minyak di tanganmu dan tangan bayi. Minyak yang tersisa membuat tubuh bayi licin sehingga lebih sulit dipegang dengan aman, apalagi kalau kamu mengangkat atau memindahkannya. Lap tanganmu bila terasa terlalu licin, dan hindari menumpuk minyak di telapak tangan bayi yang kerap ia masukkan ke mulut atau ia gunakan menggosok mata. Kalau kamu ragu tentang teknik apa pun, tekanan yang paling aman selalu yang paling ringan; kamu bisa selalu menambah kelembutan, tetapi tekanan yang telanjur terlalu kuat sudah tidak nyaman bagi bayi.

Membaca respons bayi selama dipijat

Pijat yang baik selalu mengikuti bayi, bukan jadwal yang kaku. Karena itu, kemampuan membaca isyaratnya sama pentingnya dengan teknik memijat. Bayi punya cara sendiri untuk memberi tahu apakah ia menikmati sentuhanmu atau ingin berhenti.

Tanda bahwa bayi nyaman biasanya terlihat jelas: tubuhnya rileks, napasnya tenang, ia menatapmu, mengeluarkan suara-suara kecil yang senang, atau tampak mengantuk dengan damai. Kalau kamu melihat tanda-tanda ini, teruskan dengan irama yang sama dan tenang.

Sebaliknya, ada isyarat halus yang berarti bayi minta jeda atau berhenti. Ia mungkin membuang muka, menegangkan badan, melengkungkan punggung, mengepalkan tangan dengan kaku, cegukan, atau mulai rewel. Kalau ini muncul, jangan menunggu sampai ia menangis keras; hentikan atau perlambat lebih dulu. Menangis adalah sinyal paling jelas bahwa sesi perlu dihentikan, dan itu tidak berarti kamu melakukan kesalahan. Bayi mungkin sedang lapar, lelah, kedinginan, atau memang belum ingin dipijat saat itu. Dengan menghormati isyaratnya, kamu membangun rasa percaya, dan lama-lama bayi akan makin menikmati momen ini.

Kapan harus berkonsultasi ke tenaga kesehatan

Sebagian besar pijat bayi berjalan tanpa masalah, tetapi ada keadaan yang sebaiknya membuatmu berhenti dan berkonsultasi. Kalau kulit bayi memerah, muncul bintik, gatal, atau ruam setelah memakai minyak tertentu, hentikan minyak itu. Bila reaksinya cukup mengganggu atau tidak segera reda, tanyakan ke bidan atau dokter anak.

Beberapa kondisi sebaiknya dikonsultasikan sebelum kamu mulai memijat sama sekali. Kalau bayi lahir prematur, punya kondisi kesehatan tertentu, pernah menjalani operasi, atau tampak sangat rapuh, tanyakan dulu ke dokter anak atau bidan tentang cara yang aman. Ini bukan berarti bayi tidak boleh dipijat, hanya perlu penyesuaian dari orang yang memeriksanya langsung.

Ingat juga bahwa pijat bukan pengobatan. Kalau bayi demam, sulit menyusu, muntah menyemprot berulang, perutnya keras dan membuncit, berat badannya sulit naik, tampak sangat rewel dan kesakitan yang berbeda dari biasanya, atau tali pusarnya memerah, bengkak, dan keluar cairan berbau, jangan mengandalkan pijat. Bawa bayi ke bidan, dokter anak, atau Posyandu untuk diperiksa. Jangan pula memberi obat penurun demam atau obat apa pun dengan dosis kira-kira sendiri; tanyakan lebih dulu kepada tenaga kesehatan. Soal tumbuh kembang, ingat bahwa setiap milestone sangat bervariasi dan tiap anak berbeda, jadi konsultasi selalu lebih menenangkan daripada membandingkan bayimu dengan bayi lain.

Merawat diri kamu juga penting

Pijat bayi bukan hanya menenangkan bayi, tetapi juga bisa menenangkan kamu. Momen tenang yang berulang ini membantu menurunkan ketegangan dan menumbuhkan rasa percaya diri sebagai orang tua. Namun merawat bayi baru lahir tetap melelahkan, dan sesekali kamu akan merasa kewalahan; itu wajar dan bukan tanda kamu gagal.

Jaga makan dan minummu tetap cukup, bagi tugas dengan pasangan atau keluarga, dan beristirahatlah saat ada kesempatan. Kalau perasaan sedih, cemas, hampa, atau kewalahan terasa berat, berlangsung lebih dari dua minggu, atau mengganggu kemampuanmu merawat diri dan bayi, itu bukan kelemahan dan perlu bantuan. Kamu bisa bicara dengan bidan atau menghubungi layanan kesehatan jiwa Kemenkes SEJIWA di 119 ekstensi 8. Meminta bantuan adalah bagian dari merawat bayi.

Kalau kamu ingin melanjutkan ke perawatan bayi yang lain, pijat sering terasa paling nyaman sebagai bagian dari rutinitas. Kamu bisa menjadikannya penutup setelah cara memandikan bayi baru lahir dengan aman, atau langkah menenangkan sebelum menidurkan bayi agar tidur nyenyak. Kamu juga bisa menelusuri kumpulan artikel lain di rubrik parenting kami.

Langkah-langkahnya

  1. Pilih waktu tenang dan siapkan dirimu

    Mulai saat bayi dalam keadaan tenang dan terjaga, bukan saat lapar, kekenyangan, atau mengantuk. Tunggu sekitar 30 sampai 45 menit setelah menyusu supaya ia tidak gumoh. Cuci tanganmu, potong kuku pendek, dan lepas cincin, jam, atau gelang yang bisa menggores kulit bayi. Hangatkan ruangan dan pastikan tidak ada angin langsung, karena tubuh bayi cepat kedinginan saat pakaiannya dibuka. Siapkan alas empuk yang rata dengan handuk bersih di atasnya, atau letakkan bayi di pangkuanmu. Dekatkan popok, baju ganti, dan minyak sebelum mulai supaya kamu tidak perlu meninggalkan bayi di tengah pijatan.

  2. Hangatkan minyak dan buka dengan sentuhan lembut

    Tuang sedikit minyak khusus bayi atau minyak nabati yang lembut ke telapak tanganmu, lalu gosok kedua tangan supaya minyak dan tanganmu terasa hangat. Kalau ini pertama kali, oleskan sedikit minyak di area kecil kulit bayi lebih dulu dan tunggu untuk memastikan tidak muncul kemerahan atau ruam. Sebelum menekan ke mana pun, letakkan tangan dengan tenang di dada atau kaki bayi sambil menatap dan bicara lembut, seolah meminta izin. Sentuhan pembuka yang tenang ini membantu bayi tahu apa yang akan terjadi dan membuatnya lebih rileks. Hindari mengoleskan minyak ke wajah, area mata, dan telapak tangan bayi yang sering masuk ke mulut.

  3. Mulai dari kaki dan telapak kaki

    Kaki adalah tempat memulai yang paling nyaman karena paling tidak mengagetkan bayi. Pegang satu paha dengan lembut, lalu usap turun dari paha ke pergelangan kaki seperti memerah pelan. Lanjutkan ke telapak kaki dengan mengusap dari tumit ke jari memakai ibu jarimu, lalu pijat lembut tiap jari kaki. Ulangi beberapa kali pada kaki yang sama, baru pindah ke kaki satunya. Gunakan tekanan ringan dan lembut, cukup untuk terasa tetapi tidak menggelitik atau menekan sendi. Perhatikan wajah bayi; kalau ia tampak menikmati, teruskan dengan irama yang sama dan tenang.

  4. Pijat perut dengan gerakan searah jarum jam

    Kalau tali pusar bayi belum lepas atau belum kering, lewati area ini dulu dan pijat bagian lain. Setelah pusar sembuh, letakkan telapak tanganmu di perut bawah tulang rusuk, lalu usap perlahan membentuk lingkaran searah jarum jam mengikuti arah usus. Gerakan lembut ini bisa membantu sebagian bayi mengeluarkan gas dan merasa lebih nyaman. Jaga tekanan tetap ringan dan jangan pernah menekan keras perut bayi. Kalau perut bayi terasa keras, ia menangis kesakitan saat disentuh, atau tampak tidak nyaman, hentikan dan perhatikan; bila berlanjut, tanyakan ke bidan atau dokter anak daripada memijat lebih kuat.

  5. Lanjut ke dada dan lengan

    Letakkan kedua telapak tangan di tengah dada bayi, lalu usap lembut ke samping ke arah bahu seperti meratakan halaman buku, tanpa menekan tulang dada. Dari bahu, turunkan usapan menyusuri tiap lengan sampai pergelangan tangan dengan gerakan memerah pelan. Buka telapak tangan bayi yang sering mengepal dengan ibu jarimu dan usap lembut, lalu pijat jari-jarinya satu per satu. Kerjakan satu sisi lebih dulu, baru sisi yang lain, sambil tetap menjaga irama tenang. Kalau bayi memasukkan tangan ke mulut, ingat untuk tidak meninggalkan sisa minyak di telapak tangannya.

  6. Balikkan perlahan dan usap punggung

    Balikkan bayi hati-hati menjadi tengkurap di alas atau melintang di pahamu, dan selalu topang kepala serta lehernya karena ototnya belum kuat. Usap punggung dari pangkal leher turun ke bawah dengan telapak tangan yang lembut. Pijat sisi kiri dan kanan tulang belakang dengan gerakan memutar kecil, tetapi jangan menekan langsung di atas tulang belakang. Kamu juga bisa mengusap dari tengah punggung melebar ke samping. Jaga tekanan tetap ringan dan gerakan tetap lambat. Kalau bayi mulai gelisah atau menangis dalam posisi ini, kembalikan ia telentang dan tenangkan; jangan memaksanya bertahan tengkurap.

  7. Tutup pijatan saat bayi masih nyaman

    Akhiri pijatan selagi bayi masih tampak tenang, jangan menunggu sampai ia bosan atau rewel. Kalau bayi menunjukkan tanda cukup seperti membuang muka, meregangkan badan, atau mulai menangis, hentikan lebih awal walau belum semua bagian dipijat. Lap sisa minyak seperlunya, pakaikan popok dan baju yang hangat, lalu peluk atau gendong bayi sebentar supaya ia merasa aman. Banyak bayi menjadi mengantuk setelah dipijat, jadi ini waktu yang pas untuk menyusui atau menidurkannya. Mulailah dari pijatan singkat beberapa menit di hari-hari awal, lalu perpanjang perlahan sampai sekitar 10 hingga 15 menit begitu bayi terbiasa.

Pertanyaan yang sering ditanya

Mulai umur berapa bayi boleh dipijat?

Kamu bisa mulai memijat bayi dengan sangat lembut sejak beberapa minggu pertama, biasanya setelah tali pusarnya lepas dan kering supaya area itu tidak terganggu. Pada bayi yang lebih muda, cukup usapan halus dan sesi yang pendek karena kulit dan tubuhnya masih sangat sensitif. Kalau bayimu lahir prematur, punya kondisi kesehatan tertentu, atau baru menjalani prosedur medis, tanyakan dulu ke dokter anak atau bidan sebelum mulai. Ingat bahwa tiap anak berbeda; ada bayi yang langsung menikmati pijatan, ada yang butuh waktu untuk terbiasa. Ikuti kenyamanan bayimu dan jangan terburu-buru.

Minyak apa yang aman untuk memijat bayi?

Pilih minyak khusus bayi atau minyak nabati yang lembut, dan hindari minyak dengan aroma kuat atau minyak esensial pekat pada bayi kecil karena kulitnya mudah teriritasi. Sebelum memakai minyak baru, oleskan sedikit di area kecil kulit bayi dan tunggu beberapa jam untuk memastikan tidak muncul kemerahan, bintik, atau ruam. Jangan mengoleskan minyak ke wajah, area sekitar mata, dan telapak tangan yang sering dimasukkan ke mulut. Kalau kulit bayi memerah, tampak gatal, atau muncul ruam setelah dipijat, hentikan pemakaian minyak itu. Bila reaksinya cukup mengganggu atau tidak reda, tanyakan ke bidan atau dokter anak.

Berapa lama dan berapa sering sebaiknya memijat bayi?

Tidak ada aturan kaku, dan yang terpenting adalah mengikuti suasana hati bayi. Di awal, mulai dari pijatan singkat sekitar lima menit, lalu perpanjang perlahan sampai kira-kira 10 hingga 15 menit begitu bayi terbiasa dan menikmatinya. Sekali sehari sudah cukup, dan banyak orang tua memilih waktu setelah mandi atau menjelang tidur malam sebagai bagian rutinitas. Kalau bayi tampak lelah, lapar, atau tidak berminat, tunda saja dan coba lain waktu; memijat tidak harus setiap hari. Konsistensi waktu lebih berguna daripada durasi yang panjang, dan memaksakan sesi yang lama justru membuat bayi tidak nyaman.

Bolehkah memijat perut untuk kembung atau sembelit?

Usapan lembut di perut dengan gerakan melingkar searah jarum jam bisa membantu sebagian bayi mengeluarkan gas dan merasa lebih nyaman, tetapi ini bukan obat dan hasilnya berbeda pada tiap bayi. Lakukan hanya dengan tekanan ringan, jangan menekan keras, dan hindari area tali pusar yang belum sembuh. Hentikan kalau bayi menangis kesakitan atau perutnya terasa keras dan tegang. Kalau bayi sering muntah menyemprot, perutnya membuncit dan keras, tidak buang air besar disertai rewel hebat, atau berat badannya sulit naik, jangan mengandalkan pijatan. Bawa bayi ke bidan, dokter anak, atau Posyandu untuk diperiksa dengan benar.

Amankah memijat kalau tali pusar bayi belum lepas?

Selama tali pusar belum lepas dan belum benar-benar kering, hindari memijat atau mengoleskan minyak di sekitarnya, dan jangan menariknya. Kamu tetap bisa memijat bagian tubuh lain seperti kaki, lengan, dan punggung dengan lembut, cukup lewati area pusar sampai ia puput dan sembuh sendiri. Jaga pangkal tali pusar tetap bersih dan kering sesuai anjuran bidan. Kalau kamu melihat tanda tidak wajar seperti kemerahan yang meluas di sekitar pusar, keluar nanah atau cairan berbau, bengkak, atau bayi demam, itu bukan hal yang bisa ditunggu. Segera bawa bayi ke bidan atau dokter anak untuk diperiksa.

Bayiku menangis saat dipijat, apakah aku melakukan kesalahan?

Menangis saat dipijat tidak berarti kamu salah atau menyakitinya. Bayi mungkin sedang lapar, terlalu lelah, kekenyangan, kedinginan, atau memang belum ingin dipijat saat itu. Berhentilah dulu, tenangkan bayi, dan coba lagi di lain waktu ketika ia tenang dan terjaga. Perhatikan juga tanda halus bahwa bayi minta berhenti, seperti membuang muka, menegangkan badan, atau melengkungkan punggung, dan hormati sinyal itu sebelum ia menangis keras. Pijat bayi seharusnya menjadi momen yang menyenangkan bagi kalian berdua, bukan sesuatu yang dipaksakan. Dengan mengikuti irama bayi, lama-lama ia akan lebih terbiasa dan menikmatinya.

Perlukah membawa bayi ke tukang pijat bayi?

Kamu tidak wajib membawa bayi ke tukang pijat untuk mendapat manfaat sentuhan; pijatan lembut dari orang tua di rumah sudah baik dan mempererat ikatan. Kalau kamu memilih memakai jasa pemijat, pilih yang terlatih dan memijat dengan lembut, serta hindari pijatan yang kasar, menyentak, atau menarik-narik anggota tubuh bayi karena bisa membahayakan. Jangan pernah memijatkan bayi yang sedang demam, sakit, atau rewel hebat, dan jangan menjadikan pijat sebagai pengganti pemeriksaan medis. Kalau bayi punya keluhan seperti demam, susah menyusu, atau berat badan sulit naik, utamakan membawanya ke bidan, dokter anak, atau Posyandu lebih dulu.