Panduan Kita

Cara menghilangkan bau di dalam sepatu

Bau sepatu berasal dari bakteri yang memakan keringat, bukan dari kaki itu sendiri. Panduan praktis membasmi sumbernya dan mencegahnya balik - tahan kering.

Oleh Sari Wahyuni 7 menit baca
Cara menghilangkan bau di dalam sepatu
(CC0 1.0) via rawpixel

Kaki manusia punya ratusan ribu kelenjar keringat, salah satu kepadatan tertinggi di tubuh. Tapi keringat itu sendiri sebenarnya hampir tidak berbau. Bau yang muncul di dalam sepatu lahir saat bakteri yang hidup di kulit kaki memakan keringat di lingkungan gelap, hangat, dan lembap. Sepatu yang tertutup seharian adalah ruang sempurna untuk koloni bakteri ini berkembang, dan begitu mereka mapan, baunya menempel di insole, lapisan dalam, hingga serat kain.

Artinya: kalau kamu hanya menyemprot pewangi tanpa membasmi bakteri dan mengontrol kelembapan, baunya akan selalu balik. Tujuh langkah di atas menyerang masalah dari akarnya - mengeringkan, mendisinfeksi, menyerap kelembapan, dan mencegah sumbernya muncul lagi - bukan sekadar menutupinya dengan wangi sesaat. Sebelum mulai, ada baiknya kamu paham dulu mengapa sepatu bisa bau, supaya tiap langkah terasa logis dan kamu tidak membuang tenaga pada cara yang sebenarnya tidak menyentuh penyebabnya.

Kenapa sepatu bisa bau

Memahami penyebabnya membuat solusinya masuk akal. Ada tiga faktor yang bekerja bersamaan:

1. Keringat sebagai bahan bakar. Kaki mengeluarkan keringat sepanjang hari, dan jumlahnya bisa cukup banyak terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas. Saat kaki tertutup sepatu dan kaus kaki, keringat ini tidak menguap, melainkan terperangkap di kain, insole, dan dinding dalam sepatu. Inilah pasokan makanan yang terus tersedia untuk bakteri.

2. Bakteri sebagai pelaku. Bakteri alami di kulit kaki memecah keringat dan sel kulit mati. Proses penguraian inilah yang menghasilkan senyawa berbau tajam yang kita kenal sebagai bau sepatu. Penting dicatat: bakteri ini tidak hilang sepenuhnya hanya karena kamu mencuci kaki sekali; mereka akan selalu ada, dan yang bisa kamu kendalikan adalah seberapa nyaman lingkungan untuk mereka berkembang.

3. Kelembapan dan kehangatan sebagai pemicu. Lingkungan lembap dan hangat di dalam sepatu mempercepat pertumbuhan bakteri. Inilah kenapa sepatu yang tidak pernah kering total selalu lebih bau daripada yang punya waktu mengering. Sepatu yang dipakai tiap hari tanpa jeda praktis tidak pernah benar-benar kering, sehingga koloni bakteri terus bertambah dari hari ke hari.

Begitu kamu paham ketiganya, strategi jadi jelas: kurangi keringat yang masuk, bunuh bakteri yang sudah ada, dan jaga sepatu tetap kering supaya mereka tidak betah. Semua langkah di panduan ini berputar di sekitar tiga prinsip itu.

Persiapan sebelum membersihkan

Sebelum menabur baking soda atau menyemprot apa pun, luangkan beberapa menit untuk persiapan. Langkah ini sering dilewati, padahal menentukan apakah hasil pembersihan bertahan lama atau cuma sebentar.

Pertama, periksa label perawatan kalau masih ada, terutama untuk sepatu yang relatif baru atau bermerek. Label biasanya memberi tahu apakah sepatu boleh kena air, dicuci mesin, atau hanya boleh dilap. Kedua, lepas tali sepatu dan insole. Tali yang masih terpasang menghalangi udara masuk dan menyimpan bau sendiri; cuci terpisah bersama insole. Ketiga, ketuk-ketuk sepatu di luar rumah untuk membuang pasir, kerikil, dan kotoran kering yang sering menumpuk di ujung depan. Kotoran ini menahan kelembapan dan memperburuk bau.

Terakhir, kenali kondisi sepatumu. Kalau baunya ringan dan baru muncul, satu siklus pembersihan biasanya cukup. Kalau baunya sudah menahun dan meresap dalam, siapkan diri untuk mengulang prosesnya beberapa kali dan kemungkinan mengganti insole lama. Persiapan yang jujur soal tingkat keparahan ini menghindarkanmu dari kekecewaan saat satu kali pembersihan ternyata belum tuntas.

Bedakan penanganan menurut bahan sepatu

Tidak semua sepatu boleh diperlakukan sama. Salah bahan, sepatu malah rusak.

  • Kanvas dan kain: paling fleksibel. Boleh dicuci penuh, disemprot cuka encer, dan dijemur tanpa banyak risiko. Sepatu sekolah dan sneaker kain masuk kategori ini, dan biasanya kembali segar hanya dengan satu siklus pembersihan basah menyeluruh.
  • Sintetis dan mesh: umumnya tahan air dan boleh dibersihkan basah, tapi cek dulu apakah ada bagian lem atau komponen yang sensitif. Sepatu lari dengan banyak lapisan mesh berventilasi sebenarnya membantu mengurangi bau karena udara lebih mudah bersirkulasi.
  • Kulit asli: jangan direndam atau disemprot air berlebih karena bisa membuat kulit kaku, retak, atau berubah warna. Cukup lap permukaan dengan kain lembap, keringkan menyeluruh, dan gunakan baking soda lewat metode kantong kain agar bubuk tidak menempel langsung.
  • Suede dan nubuck: paling sensitif. Hindari air dan cuka sepenuhnya. Bersihkan kering dengan sikat khusus suede, dan kontrol bau lewat pengeringan plus kantong baking soda yang diselipkan saat sepatu disimpan.

Kalau kamu ragu, perlakukan sepatu seolah-olah bahannya sensitif. Lebih baik membersihkan dengan lembut dua kali daripada merusak sepatu sekali. Khusus untuk sepatu kerja kulit, sepatu olahraga mahal, atau sepatu dengan komponen elektronik seperti lampu, kehati-hatian ekstra sepadan dengan harganya. Sebaliknya, sepatu sekolah kanvas dan sandal karet jauh lebih toleran terhadap pembersihan basah yang menyeluruh.

Larutan rumahan yang aman dan yang harus dihindari

Banyak resep penghilang bau beredar, tapi tidak semuanya aman.

Aman dipakai:

  • Baking soda untuk menyerap kelembapan dan menetralkan bau.
  • Cuka putih encer (campur dengan air) sebagai disinfektan ringan pada sepatu kain dan sintetis.
  • Sinar matahari pagi sebagai disinfektan ultraviolet alami.
  • Sabun cuci biasa untuk mencuci insole dan sepatu kanvas.

Harus dihindari:

  • Jangan pernah mencampur cuka dengan pemutih (bleach). Reaksinya menghasilkan gas klorin yang beracun dan berbahaya kalau terhirup. Ini berlaku di mana saja, bukan hanya untuk sepatu.
  • Hindari pengeringan dengan panas ekstrem seperti hair dryer panas penuh atau menaruh sepatu langsung di atas pemanas, karena lem bisa lepas dan bahan retak.
  • Hati-hati dengan pewangi pekat sebagai satu-satunya solusi. Wangi menutupi, bukan menyembuhkan.

Prinsipnya: pilih bahan yang menyerang bakteri dan kelembapan, bukan yang sekadar menambah aroma.

Soal produk komersial, ada banyak semprotan dan butiran penghilang bau sepatu yang dijual di toko. Sebagian bekerja baik karena memang mengandung bahan antibakteri, bukan sekadar pewangi. Kalau ingin memakainya, baca komposisinya dan gunakan sebagai pelengkap setelah sepatu kering dan bersih, bukan pengganti pengeringan dan rotasi. Tidak ada produk yang bisa mengalahkan sepatu lembap yang dipakai tiap hari tanpa jeda. Untuk anggaran terbatas, kombinasi baking soda, cuka encer, dan matahari pagi sudah memberi hasil yang sebanding dengan banyak produk berbayar.

Cegah bau balik lagi

Membersihkan sekali tidak cukup kalau kebiasaan hariannya tetap memelihara bau. Banyak orang berhasil menghilangkan bau lewat pembersihan menyeluruh, lalu heran kenapa dalam dua minggu baunya balik persis seperti semula. Jawabannya hampir selalu ada di rutinitas harian: sepatu yang sama dipakai terus tanpa jeda, insole yang tidak pernah diangin-anginkan, atau kaus kaki sintetis yang menahan keringat. Bagian ini sering jadi pembeda terbesar antara solusi sekali pakai dan kaki yang segar dalam jangka panjang. Beberapa kebiasaan kecil yang membuat perbedaan besar:

  • Rotasi sepatu. Beri tiap pasang waktu 24 jam untuk kering. Ini sering jadi faktor tunggal paling menentukan.
  • Lepas insole untuk diangin-anginkan setelah dipakai seharian, terutama kalau kakimu mudah berkeringat.
  • Simpan sepatu di tempat berventilasi, bukan di kotak tertutup atau pojok lembap yang minim udara.
  • Ganti kaus kaki setiap hari dan pilih bahan yang menyerap keringat.
  • Selipkan kantong baking soda ke dalam sepatu saat disimpan untuk menjaga bagian dalam tetap kering.
  • Keringkan kaki dengan benar setelah mandi, terutama sela-sela jari, sebelum memakai kaus kaki dan sepatu.
  • Hindari memakai sepatu tanpa kaus kaki untuk aktivitas panjang, karena keringat langsung meresap ke insole tanpa penyaring.

Kebiasaan-kebiasaan ini hanya butuh beberapa detik, tapi mencegah bau menahun yang jauh lebih sulit dihilangkan kemudian. Anggap saja pencegahan sebagai investasi: lima detik mengangin-anginkan insole hari ini menghemat satu jam pembersihan menyeluruh bulan depan.

Cara cepat saat butuh sepatu dalam keadaan darurat

Kadang kamu butuh memakai sepatu yang bau dalam waktu dekat dan tidak punya waktu untuk siklus pengeringan semalaman. Untuk situasi seperti ini, ada beberapa cara cepat yang bisa mengurangi bau sementara, meski tidak setuntas pembersihan penuh.

Selipkan kantong baking soda atau bahkan kantong teh kering yang belum diseduh ke dalam sepatu selama satu sampai dua jam; keduanya menyerap kelembapan dan sebagian bau. Kalau ada waktu satu jam dan matahari sedang bersinar, jemur sepatu dengan lidah terbuka lebar untuk efek pengeringan dan disinfektan singkat. Kamu juga bisa menyemprot tipis larutan cuka encer ke insole lalu mengipasinya atau menaruhnya di depan kipas angin agar cepat kering. Ganti kaus kaki dengan yang bersih dan kering sebelum memakai sepatu, karena kaus kaki lembap langsung memicu bau baru begitu kaki masuk.

Ingat, cara-cara ini hanya menahan sementara. Setelah keadaan darurat lewat, tetap lakukan pembersihan menyeluruh agar baunya tidak menumpuk dan jadi permanen.

Kapan harus periksa ke tenaga kesehatan

Sebagian besar kasus bau sepatu bisa diatasi sendiri dengan langkah di atas. Tapi ada situasi yang menandakan masalah pada kaki, bukan sekadar sepatu. Kalau bau kaki sangat menyengat dan menetap meski kebersihan sudah dijaga, atau disertai gatal terus-menerus, kulit mengelupas dan pecah-pecah di sela jari, kemerahan, atau perubahan warna kuku, itu bisa jadi tanda infeksi jamur seperti kutu air. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis, bukan hanya pembersihan sepatu. Jangan ragu memeriksakan diri ke dokter atau apotek untuk mendapat saran pengobatan yang tepat. Mengobati akar di kaki akan jauh lebih efektif daripada membersihkan sepatu berulang kali tanpa hasil. Sepatu hanyalah tempat masalah terlihat; sumbernya ada di kaki dan kebiasaan, jadi di situlah perhatianmu sebaiknya difokuskan kalau cara biasa tidak lagi membantu.

Untuk masalah yang berkaitan, lihat juga panduan kami tentang cara menghilangkan bau kaki karena merawat sumber keringat di kaki memotong masalah bau sepatu dari hulu. Dan kalau sepatu kanvas putihmu sudah ikut kusam selain bau, cara mencuci sepatu kanvas agar putih lagi bisa kamu pakai bersamaan dalam satu sesi pembersihan.

Langkah-langkahnya

  1. Keringkan sepatu sampai benar-benar kering lebih dulu

    Bakteri tumbuh di lingkungan lembap, jadi langkah pertama yang paling menentukan adalah mengeringkan sepatu. Lepas insole (alas dalam) kalau bisa dilepas, lalu remas koran bekas dan masukkan ke dalam sepatu. Koran menyerap kelembapan dari sela-sela yang sulit dijangkau angin. Ganti koran tiap beberapa jam kalau sudah lembap. Letakkan sepatu di tempat dengan sirkulasi udara baik, jangan di dalam lemari tertutup. Hindari mengeringkan langsung di atas pemanas atau dengan hair dryer panas penuh karena lem dan bahan sepatu bisa rusak. Sepatu yang masih lembap akan jadi sarang bau lagi dalam hitungan jam, jadi jangan lanjut ke langkah lain sebelum bagian dalamnya kering.

  2. Taburkan baking soda dan diamkan semalaman

    Baking soda (sodium bikarbonat) menyerap kelembapan sekaligus menetralkan senyawa penyebab bau, baik yang bersifat asam maupun basa. Taburkan satu sampai dua sendok makan baking soda ke dalam tiap sepatu, goyang-goyang supaya merata sampai ke ujung jari. Diamkan minimal semalaman, idealnya 24 jam. Pagi harinya, balik sepatu dan ketuk-ketuk di luar rumah untuk membuang sisa bubuk, atau bersihkan dengan penyedot debu. Kalau kamu tidak suka residu bubuk, masukkan baking soda ke dalam kaus kaki bekas atau kantong kain kecil, ikat ujungnya, lalu selipkan ke dalam sepatu. Cara kantong ini bisa dipakai berulang dan lebih rapi untuk sepatu yang dipakai harian.

  3. Cuci insole secara terpisah

    Insole adalah lapisan yang paling banyak menyerap keringat dan jadi sumber bau terbesar, tapi sering terlewat saat membersihkan sepatu. Kalau insole bisa dilepas, cuci terpisah dengan air dan sedikit sabun cuci piring. Gosok lembut permukaannya dengan sikat gigi bekas, terutama bagian tumit dan telapak yang paling sering kontak dengan kaki. Bilas sampai tidak ada busa, lalu tekan dengan handuk kering untuk membuang air berlebih. Jemur insole terpisah sampai benar-benar kering sebelum dipasang lagi. Jangan memasang insole yang masih lembap karena justru mengembalikan masalah. Kalau insole sudah tipis, sobek, atau baunya tidak hilang setelah dicuci, mengganti dengan insole baru sering jadi solusi paling tuntas.

  4. Semprot bagian dalam dengan larutan cuka encer

    Cuka putih bersifat asam ringan yang membantu membunuh bakteri penyebab bau tanpa meninggalkan residu berbahaya. Campur cuka putih dan air dengan perbandingan satu banding satu di botol semprot. Semprot tipis ke bagian dalam sepatu sampai lembap merata, jangan sampai basah kuyup. Diamkan sepatu di tempat berventilasi sampai kering. Bau cuka yang tajam akan menguap sendiri saat kering, jadi tidak akan menempel. Penting: jangan pernah mencampur cuka dengan pemutih (bleach) karena reaksinya menghasilkan gas klorin yang beracun. Untuk sepatu kulit atau suede, lewati langkah ini dan cukup lap permukaan dengan kain lembap, karena cuka dan air berlebih bisa merusak serat dan warna bahan tersebut.

  5. Jemur di bawah sinar matahari pagi

    Sinar ultraviolet dari matahari adalah disinfektan alami yang gratis dan efektif untuk mengurangi bakteri sekaligus mengeringkan kelembapan sisa. Setelah dibersihkan, jemur sepatu di bawah matahari pagi sekitar satu sampai dua jam dengan posisi terbalik atau lidah sepatu terbuka lebar supaya bagian dalam ikut terkena cahaya dan angin. Matahari pagi (sebelum sekitar pukul sepuluh) lebih aman karena tidak terlalu terik. Hindari menjemur sepatu kulit atau berwarna terang terlalu lama di bawah matahari siang yang menyengat, karena panas berlebih bisa membuat lem mengeras, kulit retak, atau warna pudar. Untuk bahan sintetis dan kanvas, paparan singkat aman dan sangat membantu menyegarkan bagian dalam sepatu.

  6. Rotasi minimal dua pasang sepatu

    Satu kaki bisa mengeluarkan keringat dalam jumlah cukup banyak setiap hari, dan sepatu butuh waktu sekitar 24 jam untuk benar-benar kering setelah dipakai seharian. Kalau kamu memakai pasang yang sama tiap hari, sepatu tidak pernah sempat kering total, sehingga bakteri terus berkembang dan bau jadi permanen. Solusinya sederhana: punya minimal dua pasang sepatu untuk aktivitas yang sama, lalu pakai bergantian. Beri jeda satu hari penuh untuk tiap pasang sebelum dipakai lagi. Saat tidak dipakai, simpan di tempat kering dan berventilasi, bukan di kotak tertutup atau pojok lembap. Rotasi ini sering jadi faktor pembeda terbesar antara sepatu yang tetap segar dan yang bau menahun, bahkan lebih penting daripada produk penghilang bau apa pun.

  7. Rawat kaki dan kaus kaki untuk menekan sumber keringat

    Bau sepatu berawal dari keringat dan bakteri di kaki, jadi merawat kaki memotong masalah dari hulu. Cuci kaki dengan sabun setiap hari, terutama sela-sela jari yang sering lembap, lalu keringkan benar-benar sebelum memakai kaus kaki. Pilih kaus kaki berbahan katun atau campuran yang menyerap keringat dan menyerap dengan baik, hindari bahan sintetis penuh yang menahan kelembapan. Ganti kaus kaki setiap hari, dan bawa cadangan kalau kakimu mudah berkeringat. Kamu juga bisa menaburkan sedikit baking soda atau bedak kaki ke bagian dalam kaus kaki di pagi hari. Kalau kaki terasa sangat berkeringat atau berbau menyengat terus-menerus meski sudah dirawat, ada baiknya berkonsultasi ke tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada infeksi jamur.

Pertanyaan yang sering ditanya

Kenapa sepatu saya tetap bau padahal sudah disemprot pewangi?

Karena pewangi hanya menutupi bau, bukan membunuh bakteri penyebabnya. Begitu kakimu berkeringat lagi, bakteri yang masih hidup di insole dan bagian dalam sepatu langsung memproduksi bau baru, dan wanginya hilang dalam beberapa jam. Solusi yang bertahan adalah menyerang akar masalahnya: keringkan sepatu sampai benar-benar kering, bunuh bakteri dengan cuka encer atau jemuran matahari, dan serap kelembapan dengan baking soda. Pewangi boleh dipakai sebagai sentuhan akhir setelah sepatu bersih dan kering, bukan sebagai satu-satunya cara. Tanpa membasmi bakteri dan mengontrol kelembapan, pewangi apa pun hanya solusi sementara.

Apakah baking soda aman untuk semua jenis sepatu?

Baking soda aman untuk sebagian besar sepatu kanvas, kain, dan sintetis. Untuk sepatu kulit asli atau suede, sebaiknya gunakan dengan hati-hati: jangan menaburkan langsung dalam jumlah banyak karena sifatnya yang sedikit mengeringkan bisa membuat lapisan dalam kulit lebih cepat kaku. Untuk bahan-bahan ini, lebih baik gunakan metode kantong kain yang diisi baking soda lalu diselipkan ke dalam, sehingga bubuk tidak kontak langsung dengan permukaan. Setelah dipakai, selalu buang sisa bubuk dengan diketuk atau disedot. Kalau ragu dengan sepatu mahal atau berbahan khusus, uji dulu sedikit di area yang tidak terlihat sebelum memakainya menyeluruh.

Bolehkah sepatu dicuci pakai mesin cuci?

Tergantung bahannya. Sepatu kanvas dan beberapa sneaker sintetis umumnya boleh dicuci mesin dengan air dingin, mode lembut, dimasukkan ke dalam kantong cuci, dan ditambah handuk agar tidak membentur drum. Lepas dulu tali dan insole, cuci keduanya terpisah. Namun, sepatu kulit, suede, sepatu dengan banyak lem, atau yang ada lampu dan komponen elektronik tidak boleh masuk mesin karena bisa rusak permanen. Setelah dicuci, jangan masukkan ke pengering panas; keringkan dengan udara dan isi koran agar bentuknya terjaga. Kalau tidak yakin dengan bahan sepatumu, mencuci tangan secara manual selalu jadi pilihan yang lebih aman.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar bau benar-benar hilang?

Untuk kasus bau ringan, satu siklus pengeringan plus baking soda semalaman dan jemuran matahari pagi biasanya sudah memberi perbedaan jelas dalam satu sampai dua hari. Untuk bau yang sudah menahun dan meresap dalam, kamu mungkin perlu mengulang proses ini beberapa kali selama satu sampai dua minggu, ditambah mengganti insole lama. Yang sering luput: tanpa rotasi sepatu dan perawatan kaki, bau akan terus balik berapa kali pun kamu membersihkan. Jadi anggap ini bukan sekali kerja, melainkan kombinasi pembersihan menyeluruh di awal dan kebiasaan harian yang menjaga sepatu tetap kering setelahnya.

Apakah menyimpan sepatu di kulkas bisa menghilangkan bau?

Ada saran populer yang menyuruh membungkus sepatu dengan plastik lalu memasukkannya ke freezer dengan alasan suhu dingin membunuh bakteri. Cara ini kurang dianjurkan. Bakteri penyebab bau umumnya tidak mati hanya karena dibekukan, mereka cenderung tidak aktif lalu hidup lagi saat hangat. Selain itu, memasukkan sepatu ke kulkas atau freezer tempat makanan menimbulkan risiko kontaminasi silang yang tidak sepadan dengan manfaatnya. Pilihan yang jauh lebih terbukti adalah menjemur di bawah sinar matahari untuk efek disinfektan ultraviolet, mengeringkan secara menyeluruh, dan menggunakan baking soda. Lebih efektif, lebih murah, dan tidak mengorbankan kebersihan dapur.

Kaki saya sangat mudah berkeringat, apa yang bisa dilakukan?

Kaki yang sangat berkeringat memang membuat sepatu lebih cepat bau, tapi banyak yang bisa dikontrol. Pilih kaus kaki katun yang menyerap, ganti tiap hari, dan bawa cadangan untuk diganti di tengah hari kalau perlu. Pastikan kaki benar-benar kering sebelum memakai kaus kaki, dan taburkan sedikit bedak kaki atau baking soda untuk menyerap kelembapan. Pilih sepatu yang berventilasi atau berbahan menyerap udara dibanding sepatu plastik tertutup rapat. Rotasi sepatu jadi makin penting untuk kasusmu. Kalau keringat berlebih disertai gatal, kemerahan, kulit mengelupas, atau bau yang sangat menyengat, itu bisa jadi tanda infeksi jamur, dan sebaiknya kamu memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.