Panduan Kita

Cara membuat Google Form untuk survei dan absensi

Google Form gratis dan bisa kumpulkan ratusan jawaban otomatis ke spreadsheet. Panduan lengkap bikin survei, absensi, dan kuis dari nol di HP atau laptop.

Oleh Dimas Pratama 9 menit baca
Cara membuat Google Form untuk survei dan absensi
(CC0 1.0) via rawpixel

Google Form bisa mengumpulkan ratusan jawaban dan langsung merapikannya ke spreadsheet tanpa kamu rekap satu per satu - dan semuanya gratis hanya dengan akun Gmail. Sebuah panitia acara RT, guru yang bikin kuis, atau pemilik toko yang ingin tahu kepuasan pelanggan sama-sama bisa pakai tool ini dalam 15 menit, tanpa instal aplikasi tambahan dan tanpa biaya langganan.

Masalahnya, banyak orang berhenti di pengetahuan dasar “bikin pertanyaan, kirim link” lalu kebingungan saat butuh hal spesifik: kenapa satu orang bisa absen tiga kali, kenapa form malah minta login padahal pesertanya umum, atau bagaimana nilai kuis terhitung otomatis. Panduan ini membahas tiga skenario paling umum - survei, absensi, dan kuis - dari membuka form kosong sampai memantau hasilnya.

Apa itu Google Form dan kapan dipakai

Google Form adalah aplikasi pembuat formulir online dari Google, bagian dari paket yang sama dengan Google Docs, Sheets, dan Slides. Semua jawaban yang masuk tersimpan otomatis di akun Google pembuatnya dan bisa dialirkan langsung ke Google Sheets untuk diolah.

Beberapa penggunaan paling umum di Indonesia:

  1. Survei - kepuasan pelanggan, masukan acara, riset kecil, polling pilihan menu
  2. Absensi - kehadiran rapat, presensi kelas online, daftar hadir kegiatan RT atau organisasi
  3. Kuis - ujian sekolah, pre-test dan post-test pelatihan, tes seleksi tahap awal
  4. Pendaftaran - RSVP acara, formulir lomba, order pre-order produk

Kelebihan utamanya: gratis, tidak perlu pengetahuan teknis, dan jawaban langsung terkumpul rapi. Kekurangannya: tampilan relatif standar dan fitur logika bercabang terbatas dibanding tool berbayar seperti Typeform. Untuk mayoritas kebutuhan sehari-hari, Google Form sudah lebih dari cukup.

Cara membuka: laptop versus HP

Ada dua jalur masuk, dan keduanya sama-sama valid:

Via laptop (paling nyaman untuk form panjang). Buka forms.google.com di browser, login akun Google, lalu klik ‘Blank form’ atau pilih salah satu template. Layar lebar memudahkan menyusun banyak pertanyaan, mengatur logika bercabang, dan mengganti tema. Ini jalur yang disarankan kalau formmu lebih dari lima pertanyaan.

Via HP (cukup untuk absensi singkat). Buka aplikasi Google Drive, tap tombol plus di pojok kanan bawah, pilih Google Forms. Kalau menu Forms tidak langsung muncul, tap ‘More’ atau ‘Lainnya’. Form terbuka di browser HP dengan fitur lengkap, hanya saja mengetik banyak pertanyaan di layar kecil terasa melelahkan. Putar HP ke mode landscape supaya menu lebih lega.

Apapun jalurnya, form otomatis tersimpan ke Google Drive setiap kamu mengetik. Tidak ada tombol save manual, jadi tidak perlu khawatir kehilangan progres kalau browser tiba-tiba tertutup.

Memilih tipe pertanyaan yang tepat

Salah pilih tipe jawaban adalah penyebab data survei jadi berantakan. Berikut panduan singkat memilih tipe yang sesuai:

  • Short answer - untuk nama, NIK, nomor HP, jawaban singkat satu baris
  • Paragraph - untuk saran, kritik, atau cerita panjang
  • Multiple choice - satu pilihan dari beberapa opsi, misal jenis kelamin atau divisi
  • Checkboxes - boleh memilih lebih dari satu, misal “menu apa saja yang kamu suka”
  • Dropdown - sama seperti multiple choice tapi hemat ruang untuk opsi banyak
  • Linear scale - skala angka, ideal untuk pertanyaan kepuasan 1 sampai 5
  • Date dan Time - untuk tanggal kehadiran atau jam reservasi
  • File upload - responden mengunggah dokumen (membutuhkan login Google)

Untuk survei kepuasan, kombinasi Linear scale (seberapa puas) plus Paragraph (alasannya) memberi data angka sekaligus konteks. Jangan lupa aktifkan toggle Required di pertanyaan yang wajib supaya responden tidak bisa submit dengan kolom kosong.

Membuat absensi anti-titip-absen

Absensi adalah kasus di mana setting kecil menentukan segalanya. Struktur dasar yang disarankan: pertanyaan Nama lengkap (Short answer, Required), Divisi atau kelas (Dropdown), dan Tanggal kehadiran (Date).

Kunci utamanya ada di Settings. Buka tab Settings di atas form, masuk ke bagian Responses, lalu aktifkan Limit to 1 response. Setting ini mewajibkan responden login akun Google, sehingga satu akun hanya bisa mengisi satu kali. Inilah cara paling efektif mencegah orang absen berulang atau menitip absen teman.

Ada pertimbangan penting: kalau tidak semua peserta punya Gmail, opsi ini justru menghalangi mereka mengisi. Untuk acara umum seperti kegiatan RT, lebih aman matikan ‘Limit to 1 response’ dan andalkan kolom nama, lalu cek duplikat secara manual di Google Sheets. Bila kamu butuh verifikasi identitas, aktifkan juga Collect email addresses supaya tiap jawaban tercatat alamat emailnya.

Untuk acara fisik, ubah link absensi menjadi QR code memakai layanan QR gratis, cetak, dan tempel di meja registrasi. Peserta tinggal scan dan isi dari HP masing-masing - jauh lebih cepat daripada antre menulis di kertas.

Mengaktifkan mode kuis dengan nilai otomatis

Kalau kamu guru atau trainer, fitur kuis menghemat waktu koreksi. Buka tab Settings di atas form, lalu aktifkan toggle Make this a quiz di bagian paling atas.

Setelah aktif, tiap pertanyaan punya tombol Answer key di kiri bawah. Klik tombol itu, tandai jawaban yang benar, dan tentukan poin untuk soal tersebut. Begitu responden submit, Google Form otomatis menghitung total nilai - tidak perlu koreksi manual untuk soal pilihan ganda dan isian singkat.

Kamu bisa mengatur kapan nilai ditampilkan: langsung setelah submit, atau ditahan dulu sampai kamu meninjau. Tambahkan juga feedback untuk jawaban benar maupun salah supaya peserta belajar dari kesalahannya. Untuk soal esai (Paragraph), nilai tetap perlu kamu beri manual karena sistem tidak bisa menilai jawaban bebas.

Catatan: untuk ujian yang serius dan bernilai tinggi, Google Form bukan alat anti-contek yang sempurna karena peserta bisa membuka tab lain. Gunakan untuk latihan, pre-test, atau kuis ringan, dan kombinasikan dengan pengawasan langsung bila taruhannya besar.

Membagikan dan memantau hasil

Setelah form siap, klik tombol Send di kanan atas. Ada tiga cara berbagi:

  • Link (ikon rantai) - centang ‘Shorten URL’ untuk alamat pendek, lalu sebar ke grup WhatsApp atau email
  • Email - kirim form langsung ke daftar alamat penerima
  • Embed (ikon kurung siku) - salin kode HTML untuk dipasang di website atau blog

Sebelum menyebar link, selalu klik ikon mata (Preview) dan coba isi sendiri. Banyak form yang baru ketahuan ada pertanyaan salah ketik atau opsi ganda setelah puluhan orang mengisi - lima menit pengecekan menyelamatkan data.

Untuk memantau jawaban, buka tab Responses. Sub-tab Summary menampilkan grafik otomatis, Question memecah per pertanyaan, dan Individual menunjukkan jawaban satu per satu. Klik ikon Google Sheets hijau untuk membuat spreadsheet yang terisi otomatis tiap ada jawaban baru - di sinilah kamu merekap absensi atau menghitung skor survei. Kalau periode pengisian sudah tutup, matikan toggle Accepting responses supaya form menampilkan pesan bahwa pendaftaran ditutup.

Setelah terbiasa dengan Google Form, kamu bisa mengolah jawaban yang terkumpul lebih jauh - misalnya menyusun laporannya dalam tabel rapi lewat panduan cara membuat tabel di Word, atau mengubahnya menjadi materi presentasi dengan cara membuat presentasi PowerPoint untuk dibagikan ke tim.

Langkah-langkahnya

  1. Buka Google Form dan mulai formulir kosong

    Di laptop, buka forms.google.com lalu login akun Google. Klik tanda plus 'Blank form' atau pilih template yang sudah ada (RSVP, Contact Information, Event Registration). Di HP, buka aplikasi Google Drive, tap tombol plus di pojok kanan bawah, pilih Google Forms - kalau belum muncul, tap 'More'. Form baru langsung terbuka dengan satu pertanyaan default. Form otomatis tersimpan ke Google Drive setiap kamu mengetik, jadi tidak ada tombol save manual. Beri nama file di kiri atas supaya mudah dicari nanti.

  2. Isi judul formulir dan deskripsi yang jelas

    Klik 'Untitled form' di bagian atas, ganti dengan judul yang spesifik, misalnya 'Absensi Rapat RT 05 - 28 Juni' atau 'Survei Kepuasan Pelanggan Toko'. Di bawahnya ada baris 'Form description' - isi instruksi singkat: siapa yang wajib mengisi, batas waktu, atau cara pengisian. Judul ini juga muncul saat link form dibagikan, jadi buat yang langsung dimengerti penerima. Hindari judul generik seperti 'Form 1' karena responden sering ragu apakah link-nya benar atau spam.

  3. Tambah pertanyaan dan pilih tipe jawaban yang tepat

    Klik tombol plus bulat di toolbar kanan untuk menambah pertanyaan baru. Ketik teks pertanyaan, lalu klik dropdown tipe jawaban di kanan untuk memilih: Short answer (nama, NIK), Paragraph (saran panjang), Multiple choice (satu pilihan), Checkboxes (boleh pilih banyak), Dropdown, Linear scale (skala 1-5 untuk kepuasan), Date, dan Time. Untuk survei, Linear scale dan Multiple choice paling sering dipakai. Aktifkan toggle 'Required' di kanan bawah tiap pertanyaan wajib supaya responden tidak bisa submit sebelum mengisi.

  4. Atur formulir absensi dengan satu respons per orang

    Untuk absensi, buat pertanyaan: Nama lengkap (Short answer, Required), Divisi atau kelas (Dropdown), dan Tanggal kehadiran (Date). Lalu masuk ke Settings di atas, buka bagian 'Responses', aktifkan 'Limit to 1 response'. Setting ini mewajibkan responden login Google sehingga satu akun hanya bisa isi sekali - mencegah orang titip absen berkali-kali. Kalau peserta tidak semua punya Gmail, matikan opsi ini dan andalkan kolom nama saja. Aktifkan juga 'Collect email addresses' bila kamu perlu verifikasi identitas pengisi.

  5. Ubah jadi kuis kalau butuh penilaian otomatis

    Buka tab Settings di atas form, lalu aktifkan toggle 'Make this a quiz' di bagian paling atas. Sekarang tiap pertanyaan punya tombol 'Answer key' di kiri bawah. Klik, tandai jawaban benar, lalu isi poin (misal 10 poin per soal). Google Form otomatis hitung total nilai begitu responden submit. Kamu bisa atur kapan nilai ditampilkan: langsung setelah submit, atau nanti setelah kamu review manual. Tambahkan feedback per jawaban benar dan salah supaya peserta belajar dari kesalahan. Fitur ini cocok untuk kuis kelas, tes rekrutmen tahap awal, atau pre-test pelatihan.

  6. Percantik tampilan dan tambah logika alur (opsional)

    Klik ikon palet (Customize theme) di kanan atas untuk ganti warna header, font, dan upload gambar atau logo. Untuk form panjang, pecah jadi beberapa bagian dengan tombol 'Add section' di toolbar - berguna agar tidak terlihat menakutkan. Fitur lanjutan: klik titik tiga di pertanyaan Multiple choice, pilih 'Go to section based on answer' supaya alur form bercabang sesuai jawaban. Contoh: kalau jawab 'Tidak hadir', langsung loncat ke bagian akhir, lewati pertanyaan konsumsi dan transportasi.

  7. Bagikan formulir via link, QR code, atau embed

    Klik tombol 'Send' di kanan atas. Pilih tab link (ikon rantai), centang 'Shorten URL' untuk dapat alamat pendek yang mudah disalin ke grup WhatsApp. Tab email mengirim form langsung ke daftar alamat. Untuk acara fisik, salin link lalu buat QR code lewat layanan QR gratis, cetak, dan tempel di pintu masuk - peserta scan untuk absen. Tab embed (ikon kurung siku) memberi kode HTML untuk dipasang di website. Sebelum bagikan, klik ikon mata (Preview) dan coba isi sendiri untuk memastikan tidak ada pertanyaan yang salah.

  8. Pantau jawaban dan ekspor ke Google Sheets

    Buka tab 'Responses' di atas form. Tiga sub-tab: Summary (grafik ringkas otomatis), Question (per pertanyaan), dan Individual (satu per satu). Klik ikon Sheets hijau untuk membuat spreadsheet yang otomatis terisi tiap ada jawaban baru - cocok untuk rekap absensi dan analisis. Matikan toggle 'Accepting responses' bila periode pengisian sudah tutup, supaya form menampilkan pesan 'Tidak menerima respons lagi'. Dari Google Sheets kamu bisa filter, hitung jumlah hadir, atau unduh ke Excel via File - Download - Microsoft Excel.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah Google Form gratis dan ada batas jumlah jawaban?

Google Form gratis sepenuhnya untuk pengguna akun Gmail biasa, tanpa biaya bulanan. Tidak ada batas resmi jumlah pertanyaan maupun jumlah respons yang umum diumumkan, jadi praktis bisa menampung ribuan jawaban survei. Yang membatasi hanyalah ukuran upload file dan kapasitas penyimpanan Google Drive akunmu, karena lampiran yang dikirim responden tersimpan di Drive pemilik form. Akun Google Workspace berbayar (untuk perusahaan atau sekolah) menambah fitur seperti verifikasi domain dan kontrol berbagi yang lebih ketat, tapi fungsi inti membuat survei dan absensi sudah lengkap di versi gratis.

Bagaimana cara mencegah satu orang mengisi absensi berkali-kali?

Masuk ke Settings, buka bagian Responses, lalu aktifkan 'Limit to 1 response'. Setting ini mewajibkan responden login akun Google sehingga satu akun hanya bisa submit satu kali. Kelemahannya, peserta yang tidak punya Gmail tidak bisa mengisi. Kalau acaramu untuk umum tanpa jaminan semua punya Gmail, matikan opsi ini dan andalkan kolom nama plus tanda tangan manual sebagai cadangan. Cara lain yang lebih ketat: minta NIK atau nomor karyawan unik sebagai pertanyaan wajib, lalu cek duplikat di Google Sheets memakai fitur conditional formatting untuk menandai entri ganda.

Bisakah membuat Google Form lewat HP saja tanpa laptop?

Bisa. Buka aplikasi Google Drive di Android atau iPhone, tap tombol plus, lalu pilih Google Forms - jika belum tampil pilih 'More' atau 'Lainnya'. Form akan terbuka di browser HP dan semua fitur penting tersedia: tambah pertanyaan, atur tipe jawaban, ganti tema, dan bagikan link. Mengetik banyak pertanyaan di layar kecil memang kurang nyaman, jadi untuk form panjang lebih efisien pakai laptop. Untuk sekadar membuat absensi singkat atau memantau jawaban yang masuk, HP sudah cukup. Tampilan mode landscape membuat menu lebih lega saat menyusun pertanyaan.

Apakah responden harus punya akun Google untuk mengisi form?

Tidak, kecuali kamu sengaja mengaktifkan setting tertentu. Secara default form bisa diisi siapa saja yang punya link, tanpa login. Form baru meminta login Google jika kamu mengaktifkan 'Limit to 1 response' atau 'Collect email addresses' di Settings. Jadi kalau respondenmu masyarakat umum yang belum tentu punya Gmail, pastikan kedua opsi itu nonaktif supaya tidak ada yang gagal mengisi karena diminta login. Cek dulu dengan menekan ikon Preview dan buka link memakai mode penyamaran browser untuk memastikan form benar-benar terbuka tanpa minta akun.

Bagaimana cara melihat hasil survei dalam bentuk grafik?

Buka tab Responses di atas form, lalu pilih sub-tab Summary. Google Form otomatis membuat grafik untuk tiap pertanyaan: diagram lingkaran untuk pilihan ganda, diagram batang untuk kotak centang, dan ringkasan teks untuk isian singkat. Grafik ini langsung diperbarui setiap ada jawaban baru, tanpa perlu kamu olah. Untuk analisis lebih dalam, klik ikon Google Sheets hijau supaya semua jawaban masuk ke spreadsheet - di sana kamu bisa membuat pivot table, menghitung rata-rata, atau membuat grafik kustom. Hasil juga bisa diunduh sebagai PDF lewat menu titik tiga, opsi 'Print', lalu simpan sebagai PDF.

Apakah jawaban yang sudah masuk bisa dihapus atau diedit?

Sebagai pemilik form, kamu bisa menghapus respons individual lewat tab Responses, sub-tab Individual, lalu ikon tempat sampah pada entri yang dipilih, atau hapus semua sekaligus via menu titik tiga 'Delete all responses'. Untuk responden yang ingin mengubah jawaban setelah submit, aktifkan dulu setting 'Edit after submit' di bagian Responses - tanpa ini, jawaban terkunci begitu dikirim. Berhati-hatilah karena penghapusan respons bersifat permanen dan tidak bisa dibatalkan, jadi sebaiknya ekspor dulu ke Google Sheets sebagai cadangan sebelum membersihkan data.