Panduan Kita

Cara memperpanjang paspor

Paspor Indonesia tidak diperpanjang, tapi diganti dengan paspor baru lewat aplikasi M-Paspor. Kamu tetap datang sekali ke kantor imigrasi. Ini alur dan biayanya.

Oleh Dewi Lestari 10 menit baca
Cara memperpanjang paspor
(CC0 1.0) via rawpixel

Banyak orang baru sadar paspornya hampir habis justru saat sedang menyusun rencana liburan atau umrah, dan kaget karena mengira tinggal “diperpanjang” beberapa menit. Kenyataannya, di Indonesia paspor tidak diperpanjang dengan menambah masa berlaku; kamu mengurus penggantian, yaitu menerbitkan paspor baru sebagai pengganti yang lama. Kabar baiknya, prosesnya mirip membuat paspor pertama dan sering lebih ringkas, tapi tetap ada satu kunjungan wajib ke kantor imigrasi yang tidak bisa dilewati.

Panduan ini membahas cara mengganti paspor yang mendekati kedaluwarsa, penuh, atau rusak: kapan waktu terbaik mengurusnya, dokumen yang perlu disiapkan, cara mengajukan lewat aplikasi M-Paspor, apa yang terjadi saat kamu datang ke kantor, sampai biaya dan kasus khusus. Karena aturan dan tarif bisa berubah, kamu akan sering menemukan pengingat untuk mengecek ketentuan terbaru lewat kanal resmi, dan itu memang langkah yang paling aman.

Paspor tidak “diperpanjang”, tapi diganti

Istilah “memperpanjang paspor” sudah umum dipakai sehari-hari, tapi secara teknis yang terjadi adalah penggantian. Ketika masa berlaku paspormu hampir habis, kantor imigrasi tidak menambahkan tanggal baru di paspor lama. Sebagai gantinya, mereka menerbitkan buku paspor baru, dan paspor lama biasanya diambil, dilubangi, atau dibatalkan agar tidak dipakai lagi.

Konsekuensi paling penting dari hal ini: paspor barumu punya nomor yang berbeda dari paspor lama. Kalau nomor paspor lama tercantum di dokumen atau layanan lain, misalnya visa yang masih berjalan, data keanggotaan maskapai, langganan, atau catatan perjalanan, kamu perlu memperbaruinya dengan nomor baru. Untuk visa yang masih aktif dan menempel di paspor lama, jangan buang paspor lamanya; simpan sebagai arsip karena sebagian negara masih mengakui visa di paspor lama selama dibawa bersama paspor baru. Tanyakan kebijakan ini ke kedutaan negara terkait bila ragu.

Karena prosesnya adalah membuat paspor pengganti, alurnya sangat mirip dengan membuat paspor pertama kali. Bedanya, kamu memakai data paspor lama sebagai acuan dan, untuk penggantian karena masa berlaku habis, syaratnya sering lebih ringkas.

Kapan waktu tepat mengganti paspor

Waktu adalah bagian yang paling sering diremehkan. Aturan praktis yang perlu kamu ingat: banyak negara mensyaratkan sisa masa berlaku paspor minimal enam bulan saat kamu masuk. Artinya, paspor yang secara tanggal belum kedaluwarsa pun bisa membuatmu ditolak masuk atau gagal mendapat visa kalau sisanya kurang dari enam bulan. Karena itu, jangan menghitung dari tanggal kedaluwarsa, melainkan dari rencana keberangkatanmu.

Untuk kamu yang sering bepergian, mengurus penggantian beberapa bulan sebelum paspor habis memberi ruang aman. Ada juga alasan lain untuk mengganti lebih awal: halaman paspor sudah penuh dengan cap dan visa sehingga tidak muat lagi, buku paspor rusak karena basah atau sobek, atau kamu ingin beralih dari paspor biasa ke e-paspor.

Faktor lain yang gampang terlupa adalah kuota jadwal. Di kota besar, kuota kedatangan di kantor imigrasi bisa cepat penuh, kadang hanya beberapa menit setelah dibuka. Kalau kamu menunda sampai mepet, kamu berisiko tidak kebagian jadwal menjelang keberangkatan. Mengurus jauh hari mengurangi risiko itu sekaligus memberi waktu kalau ada dokumen yang perlu dibereskan dulu.

Dokumen yang perlu kamu siapkan

Kabar baik untuk penggantian karena masa berlaku habis: syaratnya sering lebih ringkas daripada membuat paspor baru. Di banyak kantor imigrasi, kamu cukup membawa dua dokumen inti:

  • Paspor lama yang akan diganti. Ini yang membedakan penggantian dari pembuatan baru, karena datanya jadi acuan.
  • KTP elektronik asli beserta fotokopinya.

Meski begitu, jangan menganggap dua dokumen itu pasti cukup di semua tempat. Ketentuan bisa berbeda antar kantor dan diperbarui dari waktu ke waktu, sehingga sebagian kantor masih meminta Kartu Keluarga atau dokumen pendukung lain. Supaya tidak perlu bolak-balik, siapkan juga KK dan salah satu dokumen seperti akta kelahiran, ijazah, atau buku nikah untuk berjaga.

Hal yang paling sering menahan permohonan bukan jumlah dokumen, melainkan ketidakcocokan data. Kalau nama atau tanggal lahir di KTP berbeda dengan yang tercetak di paspor lama, misalnya karena kamu pernah ganti nama atau ada perbaikan data kependudukan, bereskan dulu perbedaan itu. Untuk urusan data kependudukan, perbaikannya lewat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), dan kamu mungkin diminta membawa dokumen pendukung saat mengurus paspor. Bawa selalu dokumen asli sekaligus fotokopinya, karena petugas memeriksa keduanya. Kalau ragu dengan syarat untuk kondisimu, cek daftar terbaru di situs imigrasi resmi sebelum mengambil jadwal.

Mengurus penggantian lewat M-Paspor

Seperti pembuatan paspor baru, penggantian diawali lewat aplikasi resmi M-Paspor terbitan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kalau kamu belum punya akun, unduh aplikasinya dari toko aplikasi resmi, lalu daftar dengan email aktif dan data sesuai KTP. Aplikasi akan mengirim kode verifikasi ke email, jadi pastikan kamu bisa membukanya.

Di dalam aplikasi, pilih menu pengajuan dan tentukan jenis permohonan sebagai penggantian paspor, bukan pembuatan baru. Kamu akan diminta memasukkan data paspor lama, memindai atau memotret dokumen sesuai instruksi, dan memilih jenis paspor pengganti: biasa atau elektronik. Setelah data lengkap, pilih kantor imigrasi yang kamu tuju dan ambil jadwal kedatangan dari kuota yang tersedia. Untuk penggantian, kamu bebas memilih kantor mana pun yang jadwalnya masih ada, tidak harus kantor yang dulu menerbitkan paspor lamamu.

Ada beberapa hal yang membuat harapanmu realistis. Pertama, kuota tiap kantor terbatas dan bisa cepat penuh, terutama di kota besar; kalau tanggal yang kamu incar habis, pilih kantor lain atau tunggu kuota berikutnya. Kedua, gunakan hanya aplikasi resmi. Hindari aplikasi tiruan dan jasa pihak ketiga yang menawarkan antrean cepat berbayar, karena berisiko penipuan dan penyalahgunaan data. Ketiga, nama menu dan tampilan aplikasi bisa berubah setelah pembaruan, jadi ikuti petunjuk di versi yang sedang kamu pakai, bukan panduan lama.

Setelah permohonan dan jadwal terkonfirmasi, aplikasi biasanya menerbitkan kode billing untuk pembayaran. Simpan kode permohonan atau QR yang muncul, karena inilah yang kamu tunjukkan saat mendaftar ulang di kantor pada hari kedatangan.

Saat datang ke kantor imigrasi: foto dan wawancara

Inilah bagian yang tidak bisa digantikan aplikasi, dan alasan kenapa penggantian paspor tidak pernah sepenuhnya online. Pada tanggal dan jam yang kamu pilih, datang ke kantor imigrasi membawa paspor lama beserta dokumen asli dan fotokopinya. Tunjukkan kode permohonan atau QR dari aplikasi saat mendaftar ulang, ambil nomor antrean, lalu tunggu dipanggil ke loket.

Di loket, petugas memeriksa keaslian dan kelengkapan berkasmu serta mencocokkannya dengan data yang kamu isi di aplikasi. Paspor lamamu akan diperiksa dan diambil sebagai bagian dari proses penggantian. Setelah itu kamu menjalani wawancara singkat; untuk penggantian, pertanyaannya biasanya ringan, seputar keperluan dan konfirmasi identitas. Jawab jujur dan apa adanya.

Tahap berikutnya adalah pengambilan foto biometrik dan rekam sidik jari, dilakukan langsung di tempat. Karena itu, datang dengan pakaian rapi dan lebih awal supaya tidak terburu-buru. Hindari pakaian berwarna senada dengan latar foto, dan lepas aksesori yang menutupi wajah sesuai arahan petugas. Sebelum menyetujui data akhir, periksa ejaan nama, tempat dan tanggal lahir, serta nomor dokumen di layar, karena kesalahan ketik jauh lebih mudah diperbaiki saat itu juga daripada setelah paspor tercetak. Kalau petugas menilai ada dokumen yang kurang, kamu akan diberi tahu apa yang perlu dilengkapi.

Biaya, layanan percepatan, dan paspor hilang atau rusak

Biaya penggantian paspor mengikuti tarif penerbitan resmi (PNBP) yang diatur pemerintah. Besarnya berbeda antara paspor biasa dan e-paspor, dengan e-paspor yang umumnya lebih tinggi. Kalau kamu memakai layanan percepatan agar paspor selesai lebih cepat, ada komponen biaya tambahan di luar tarif dasar. Karena tarif ini bisa berubah sewaktu-waktu, jangan berpatokan pada angka dari kabar lama atau sumber tidak resmi. Cek tarif terbaru langsung di aplikasi M-Paspor, di loket kantor imigrasi, atau di situs resmi imigrasi sebelum membayar, lalu bayar hanya lewat kanal resmi dan simpan buktinya.

Kasus penggantian karena paspor hilang atau rusak berjalan sedikit berbeda. Untuk paspor hilang, biasanya kamu perlu membuat laporan kehilangan lebih dulu, lalu di kantor imigrasi ada pemeriksaan atau berita acara untuk memastikan kronologinya. Untuk paspor rusak, petugas menilai kondisi bukunya. Kedua kasus ini bisa dikenai biaya beban tambahan sesuai ketentuan yang berlaku, dan prosesnya bisa memakan waktu lebih lama daripada penggantian biasa. Karena itu, kalau paspormu hilang atau rusak menjelang keberangkatan, segera urus dan jangan menunda.

Soal masa berlaku paspor pengganti, ikuti ketentuan yang berlaku saat kamu mengurus. Menurut aturan terbaru, paspor untuk dewasa bisa diterbitkan dengan masa berlaku sampai sepuluh tahun, sedangkan paspor anak umumnya lebih singkat. Ketentuan ini bisa berubah dan ada syaratnya, jadi konfirmasikan lewat aplikasi atau kantor imigrasi.

Kesalahan yang bikin penggantian tertunda

Sebagian besar kendala penggantian paspor bukan karena aturannya rumit, melainkan karena persiapan yang kurang teliti. Beberapa yang paling sering terjadi:

  • Mengurus terlalu mepet dengan keberangkatan. Aturan sisa masa berlaku enam bulan, kuota jadwal yang cepat penuh, dan waktu cetak membuat penggantian dadakan berisiko. Urus jauh hari.
  • Mengira paspor cuma “diperpanjang” cepat. Prosesnya adalah membuat paspor baru dengan nomor baru, lengkap dengan kunjungan ke kantor untuk foto dan sidik jari.
  • Membuang paspor lama yang masih memuat visa aktif. Simpan sebagai arsip dan tanyakan kebijakan negara terkait sebelum membuangnya.
  • Data KTP dan paspor lama tidak cocok. Beda ejaan nama atau tanggal lahir bisa menahan permohonan sampai kamu perbaiki dulu.
  • Terpancing calo atau aplikasi tiruan. Proses “kilat” berbayar di luar kanal resmi berisiko penipuan dan penyalahgunaan data.
  • Lupa memperbarui nomor paspor baru di visa berjalan, keanggotaan maskapai, atau dokumen lain yang memakainya.

Menyisihkan waktu untuk mengecek satu per satu sebelum berangkat akan menghemat perjalanan kedua yang bisa memakan waktu setengah hari.

Kalau ternyata ini pertama kalinya kamu mengurus paspor, atau kamu ingin membandingkan alurnya, baca cara membuat paspor baru. Untuk dokumen lain yang juga perlu diperpanjang secara berkala, ada cara memperpanjang SIM. Dan untuk kumpulan panduan dokumen serta layanan publik lainnya, telusuri kategori Administrasi & Dokumen. Apa pun alasan penggantiannya, kuncinya sama: urus jauh hari, siapkan data yang konsisten, ajukan lewat aplikasi resmi, dan verifikasi setiap syarat serta biaya ke kantor imigrasi karena ketentuannya bisa berubah.

Langkah-langkahnya

  1. Cek masa berlaku paspor dan tentukan kapan harus mengganti

    Buka halaman data di paspor lamamu dan catat tanggal kedaluwarsanya. Aturan praktisnya, jangan menunggu sampai benar-benar habis: banyak negara mensyaratkan sisa masa berlaku paspor minimal enam bulan saat kamu masuk, sehingga paspor yang tinggal beberapa bulan pun bisa membuatmu ditolak atau gagal mendapat visa. Kalau kamu punya rencana perjalanan, hitung mundur dari tanggal keberangkatan, bukan dari tanggal kedaluwarsa. Selain karena masa berlaku, penggantian juga dibutuhkan kalau halaman paspor sudah penuh, buku paspor rusak, atau kamu ingin pindah ke e-paspor. Pastikan dulu alasanmu, karena beberapa kasus seperti hilang atau rusak punya langkah tambahan di kantor imigrasi.

  2. Siapkan paspor lama dan dokumen pendukung

    Dokumen inti penggantian adalah paspor lama yang akan diganti, ditambah KTP elektronik. Untuk penggantian karena masa berlaku habis, sebagian kantor cukup meminta KTP dan paspor lama; sebagian lain masih meminta Kartu Keluarga atau dokumen lain, jadi siapkan juga KK untuk berjaga. Bawa yang asli sekaligus fotokopinya karena keduanya diperiksa. Pastikan nama dan tanggal lahir di KTP sama persis dengan yang tercetak di paspor lama; kalau ada perbedaan, misalnya setelah ganti nama atau perbaikan data, siapkan dokumen pendukung dan bereskan dulu lewat Dukcapil bila perlu. Karena syarat bisa berbeda antar kantor dan diperbarui dari waktu ke waktu, cek daftar syarat terbaru di situs imigrasi resmi sebelum mengajukan.

  3. Buka aplikasi M-Paspor dan pilih menu penggantian

    Unduh aplikasi M-Paspor dari toko aplikasi resmi kalau belum punya, lalu masuk atau daftar dengan email aktif dan data sesuai KTP. Gunakan hanya aplikasi resmi terbitan Direktorat Jenderal Imigrasi; hindari aplikasi tiruan atau jasa pihak ketiga yang menjanjikan antrean cepat berbayar. Di dalam aplikasi, pilih menu pengajuan lalu tentukan jenis permohonan penggantian paspor, bukan pembuatan baru. Kamu akan diminta memasukkan data paspor lama, memindai atau memotret dokumen sesuai instruksi, dan memilih jenis paspor pengganti: biasa atau elektronik. Nama menu dan tampilan bisa berubah setelah pembaruan aplikasi, jadi ikuti petunjuk di versi yang sedang kamu pakai, bukan panduan lama.

  4. Pilih kantor imigrasi dan ambil jadwal kedatangan

    Setelah data permohonan lengkap, pilih kantor imigrasi yang kamu tuju lalu ambil jadwal kedatangan dari kuota yang tersedia. Kuota tiap kantor terbatas dan bisa cepat penuh, terutama di kota besar, jadi kalau tanggal yang kamu mau habis, coba kantor lain atau tunggu kuota berikutnya dibuka. Pilih tanggal yang benar-benar bisa kamu hadiri karena jadwal ini menentukan kapan kamu wajib datang. Untuk penggantian, kamu bebas memilih kantor imigrasi mana pun yang jadwalnya masih ada, tidak harus kantor tempat paspor lama diterbitkan. Catat kode permohonan atau QR yang diberikan aplikasi, karena inilah yang dicek saat kamu mendaftar ulang di kantor.

  5. Bayar biaya penggantian lewat kanal resmi

    Setelah permohonan dan jadwal terkonfirmasi, aplikasi biasanya menerbitkan kode billing untuk pembayaran. Bayar lewat kanal resmi seperti bank, ATM, mobile banking, atau kanal pembayaran resmi lain sesuai petunjuk, dan selesaikan sebelum batas waktu yang tertera, karena kode yang lewat tenggat bisa hangus dan kamu harus mengajukan ulang. Biaya penggantian mengikuti tarif PNBP resmi yang bisa berubah dan berbeda antara paspor biasa dan e-paspor. Untuk penggantian karena hilang atau rusak, bisa ada komponen biaya tambahan sesuai ketentuan. Cek jumlah yang benar langsung di aplikasi, di loket, atau di situs imigrasi resmi, jangan menitipkan uang ke calo, dan simpan bukti pembayaran resmi.

  6. Datang ke kantor imigrasi untuk foto dan wawancara

    Pada tanggal dan jam yang kamu pilih, datang ke kantor imigrasi membawa paspor lama beserta dokumen asli dan fotokopinya. Tunjukkan kode permohonan atau QR dari aplikasi saat mendaftar ulang, ambil nomor antrean, lalu tunggu dipanggil. Petugas memeriksa berkas, mencocokkannya dengan data di aplikasi, dan mengambil paspor lamamu sebagai bagian dari proses penggantian. Kamu menjalani wawancara singkat, lalu difoto biometrik dan direkam sidik jarinya di tempat, jadi inilah tahap yang tidak bisa digantikan aplikasi. Datang rapi dan lebih awal, hindari pakaian senada latar foto, dan lepas aksesori yang menutupi wajah. Periksa ejaan nama dan tanggal lahir di layar sebelum menyetujui.

  7. Ambil paspor baru dan periksa seluruh datanya

    Paspor pengganti tidak selalu jadi di hari yang sama pada layanan biasa; ada jeda beberapa hari kerja untuk pencetakan. Ambil sesuai informasi dari kantor, atau pilih pengiriman ke alamat bila layanan itu tersedia. Saat menerima, periksa teliti nama, tempat dan tanggal lahir, foto, nomor paspor, dan tanggal masa berlaku; kalau ada salah cetak, laporkan segera selagi mudah dikoreksi. Ingat, paspor baru punya nomor yang berbeda dari paspor lama, jadi perbarui nomor ini di dokumen atau layanan yang memakainya, seperti visa berjalan, keanggotaan maskapai, atau data perjalanan. Simpan paspor di tempat kering dan aman, terutama e-paspor yang memuat chip, dan catat tanggal kedaluwarsanya dengan pengingat.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah paspor bisa diperpanjang, atau harus buat baru?

Di Indonesia, paspor tidak diperpanjang dengan cara menambah masa berlaku di paspor lama seperti pada beberapa dokumen lain. Yang kamu urus adalah penggantian paspor: kantor imigrasi menerbitkan paspor baru sebagai pengganti yang lama, dan paspor lama biasanya diambil atau dibatalkan. Karena itu, walaupun sehari-hari orang menyebutnya memperpanjang, prosesnya secara teknis adalah membuat paspor pengganti. Alurnya mirip membuat paspor pertama, hanya saja kamu memakai data paspor lama dan syaratnya sering lebih ringkas. Konsekuensinya, paspor barumu punya nomor yang berbeda, jadi perlu diperbarui di dokumen atau layanan yang mencantumkan nomor paspor lamamu.

Kapan waktu terbaik memperpanjang paspor?

Sebaiknya jangan menunggu sampai paspor benar-benar habis. Banyak negara mensyaratkan sisa masa berlaku paspor minimal enam bulan saat kamu masuk, sehingga paspor yang tinggal beberapa bulan pun bisa membuatmu ditolak masuk atau gagal mendapat visa. Kalau kamu sering bepergian, mengurus penggantian beberapa bulan sebelum kedaluwarsa memberi ruang aman. Kalau punya rencana perjalanan dengan tanggal pasti, hitung mundur dari keberangkatan, bukan dari tanggal habis paspor. Pertimbangkan juga kuota jadwal di kantor imigrasi yang bisa cepat penuh di kota besar, sehingga mengurus lebih awal mengurangi risiko tidak kebagian jadwal menjelang keberangkatan. Cek ketentuan sisa masa berlaku negara tujuanmu jauh hari.

Apakah masih perlu KK dan akta untuk penggantian paspor?

Tidak selalu. Untuk penggantian karena masa berlaku habis, banyak kantor imigrasi memberlakukan syarat yang lebih ringkas dibanding pembuatan baru; sebagian cukup meminta KTP elektronik dan paspor lama. Namun ketentuan ini bisa berbeda antar kantor dan bisa diperbarui, sehingga sebagian tempat masih meminta Kartu Keluarga atau dokumen pendukung, terutama kalau ada perbedaan data antara paspor lama dan KTP. Supaya tidak bolak-balik, siapkan KK dan dokumen pendukung untuk berjaga, dan pastikan data namamu konsisten. Cara paling aman adalah mengecek daftar syarat terbaru di situs imigrasi resmi atau menanyakannya ke kantor imigrasi tujuan sebelum kamu mengambil jadwal lewat aplikasi.

Berapa biaya memperpanjang paspor?

Biaya penggantian paspor mengikuti tarif penerbitan resmi (PNBP) yang diatur pemerintah, dan besarnya berbeda antara paspor biasa dan e-paspor yang umumnya lebih tinggi. Kalau kamu memakai layanan percepatan, ada biaya tambahan di luar tarif dasar. Untuk penggantian karena paspor hilang atau rusak, bisa dikenakan komponen biaya beban tambahan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena tarif bisa berubah sewaktu-waktu, hindari berpatokan pada angka dari kabar lama atau sumber tidak resmi. Cek tarif terbaru langsung di aplikasi M-Paspor, di loket kantor imigrasi, atau di situs resmi imigrasi sebelum membayar. Bayar hanya lewat kanal resmi, simpan buktinya, dan jangan membayar lebih ke calo.

Apakah penggantian paspor bisa sepenuhnya online?

Tidak. Sama seperti membuat paspor baru, pengajuan dan pembayaran penggantian memang dilakukan lewat aplikasi M-Paspor, tetapi kamu tetap wajib datang sekali ke kantor imigrasi. Alasannya, foto biometrik, rekam sidik jari, dan verifikasi paspor lama harus dilakukan langsung dan tidak bisa digantikan aplikasi. Jadi anggap M-Paspor sebagai cara mengisi berkas dan mengatur antrean dari rumah, bukan pengganti kunjungan. Yang kamu hemat adalah waktu antre karena data dan jadwalmu sudah tercatat lebih dulu. Kalau kamu menemui klaim ada layanan penggantian paspor sepenuhnya online tanpa datang ke kantor, waspadai, karena bisa jadi penipuan. Ikuti selalu petunjuk pada aplikasi resmi versi terbaru.

Bagaimana kalau paspor saya hilang atau rusak?

Penggantian karena hilang atau rusak punya langkah tambahan dibanding penggantian biasa. Untuk paspor hilang, biasanya kamu perlu membuat laporan kehilangan lebih dulu, lalu di kantor imigrasi ada pemeriksaan atau berita acara untuk memastikan kronologinya. Untuk paspor rusak, petugas juga akan menilai kondisinya. Kedua kasus ini bisa dikenai biaya beban tambahan sesuai ketentuan, dan prosesnya bisa memakan waktu lebih lama. Bawa dokumen pendukung seperti KTP dan, bila ada, fotokopi paspor lama untuk mempermudah verifikasi. Karena prosedur dan biayanya dapat berbeda menurut kasus, tanyakan langkah pastinya langsung ke kantor imigrasi atau cek informasi di situs imigrasi resmi, dan hindari perantara tidak resmi.