Panduan Kita

Cara cek IMEI iPhone untuk pastikan asli, garansi resmi, dan tidak BM

Beli iPhone second atau refurbished? IMEI adalah sidik jari unik tiap iPhone - sumber kebenaran tentang asli/palsu, garansi resmi.

Oleh Dimas Pratama 9 menit baca
Cara cek IMEI iPhone untuk pastikan asli, garansi resmi, dan tidak BM
Foto: donterase (CC0 1.0) via stocksnap

Indonesia salah satu pasar iPhone paling kompleks di Asia Tenggara - kombinasi distributor resmi (iBox, Erafone, Digimap), garansi-distributor toko HP, BM (Black Market) dari Singapore/USA, dan refurbished yang disamarkan jadi baru. Tanpa verifikasi IMEI yang benar, kamu bisa bayar Rp 15-25 juta untuk iPhone yang sinyalnya diblokir dalam 30-90 hari atau lebih parah: curian dengan Activation Lock yang tidak akan pernah bisa kamu setup.

IMEI adalah sidik jari unik tiap iPhone - 15 digit angka yang tercetak di hardware, di-track Apple, dan di-cross-reference oleh Kemenperin untuk verifikasi import resmi. Lima menit cek IMEI menentukan apakah investasi Rp 10-30 juta kamu aman atau hangus.

Tiga pertanyaan yang IMEI bantu jawab

IMEI bukan cuma satu cek - kombinasi dari tiga validasi terpisah untuk tiga risiko berbeda:

1. Apakah ini iPhone asli (bukan replika)? Cek lewat Apple Coverage (checkcoverage.apple.com) - kalau IMEI tidak ada di database Apple = palsu. Replika iPhone modern bisa tipu visual sampai 95% mirip, tapi tidak bisa hack database Apple.

2. Apakah ini iPhone resmi Indonesia (bukan BM)? Cek di Kemenperin (imei.kemenperin.go.id). Tidak terdaftar = import grey/ilegal. Sinyal di Indonesia akan diblokir dalam beberapa minggu sampai bulan.

3. Apakah ini iPhone yang model-nya match dengan yang dijual? Cek di Apple Coverage dan sndeep.info. Seller bilang iPhone 13 Pro Max 256GB tapi database show iPhone 13 (tanpa Pro) 128GB = refurbished disamarkan atau scam outright.

Ketiga validasi ini wajib. Skip salah satu = risk tinggi.

Empat cara dapatkan IMEI iPhone

Sebelum validasi, perlu IMEI fisik dulu:

Cara 1 - Dial *#06#: paling cepat, work di semua iPhone, tidak butuh internet. Buka Phone app → keypad → ketik tanpa tap call. IMEI muncul instant.

Cara 2 - Settings: Settings → General → About → scroll bawah, lihat IMEI 1 dan IMEI 2 (dual SIM). Long press untuk copy.

Cara 3 - Stiker kotak: iPhone box original ada sticker di bawah dengan serial + IMEI. Untuk verifikasi cross-reference.

Cara 4 - iCloud Find iPhone: login icloud.com, pilih device, IMEI tertera. Useful untuk remote check.

Untuk pembelian second yang serius: minta seller dial *#06# di depan kamu (atau via video call kalau online COD), bandingkan dengan stiker box. Ketiga IMEI (screen, stiker, tray SIM) harus IDENTIK. Discrepancy = unit bermasalah, walk away.

Cek #1 - Kemenperin (paling krusial untuk Indonesia)

Buka imei.kemenperin.go.id. Masukkan IMEI, captcha, cari.

Tiga hasil possible:

“IMEI terdaftar” + brand Apple Inc = unit resmi Indonesia, aman pakai jangka panjang. Diimpor lewat distributor official (iBox, Erafone, Digimap, atau Apple Store online ID).

“IMEI tidak terdaftar” = BM (Black Market). Sinyal akan diblokir 30 hari sampai 1 tahun ke depan, tergantung batch enforcement Kemenperin. Pakai untuk WiFi-only OK; jangan rely on cellular.

“IMEI tidak valid” = format IMEI salah atau palsu. Re-check angka, kalau benar tapi tetap invalid, IMEI counterfeit - replika atau IMEI dicetak ulang.

Kemenperin database real-time. Yang “tidak terdaftar” sekarang akan terus “tidak terdaftar” - tidak ada proses ‘aktivasi belakangan’ yang sering jadi excuse penipu.

Cek #2 - Apple Coverage (warranty + model verify)

Buka checkcoverage.apple.com. Masukkan IMEI atau serial number (sama-sama work).

Yang muncul:

  • Model: ‘iPhone 13 Pro Max 256GB Sierra Blue’ - match dengan yang dijual? Kalau seller bilang Pro Max tapi system bilang non-Pro Max = swap board atau refurb disguised.
  • Estimated Purchase Date: kapan first activation di Apple system. iPhone “baru” dari toko harusnya dalam 30 hari terakhir. Kalau 6 bulan-1 tahun lalu = stok lama atau refurbished.
  • Limited Warranty: aktif (sisa hari) atau Expired. Apple 1 tahun standar.
  • AppleCare+ Coverage: kalau seller claim ada AppleCare+ extended, verifikasi di sini.
  • Eligible for AppleCare+: kalau standard warranty masih aktif, bisa beli AppleCare+ extended.

Apple Coverage tidak cek registrasi Indonesia - ini purely Apple-level. Jadi unit BM bisa muncul valid di Apple Coverage (Apple tidak care soal regulasi Indonesia), tapi tetap tidak terdaftar di Kemenperin. Dua cek berbeda untuk dua pertanyaan berbeda.

Cek #3 - sndeep.info atau imei.info (third-party detail)

Apple Coverage kadang vague soal region spec. Untuk verify lebih detail, pakai third-party tools.

Buka sndeep.info (atau alternatives: imei.info, iunlocker.com). Masukkan IMEI.

Hasil yang penting:

  • Region spec: A2651 (US/CA), A2643 (CN), A2645 (JP), A2647 (ID - Indonesia spec). Kalau seller jual sebagai ‘unit Indonesia’ tapi region spec US - itu BM yang stiker box-nya ditukar.
  • Initial activation country: pertama kali aktif di negara mana. Indonesian unit harusnya activate di Indonesia.
  • Carrier locked status: kalau locked ke carrier tertentu (AT&T US, Softbank Japan), harus unlock untuk pakai SIM Indonesia. Locked unit = unauthorized for free use, biasanya BM smuggled.
  • iCloud Activation Lock: ON/OFF. Kalau ON dan seller tidak punya Apple ID original = pencurian.

Tools ini cover gap antara Apple Coverage (Apple-level) dan Kemenperin (Indonesia-level) dengan tambahan informasi region + activation history yang relevan untuk validitas pembelian.

Red flags umum yang harus walk away

SinyalArtinyaAction
Seller kasih serial, bilang itu IMEIHindari cek Kemenperin (karena serial tidak cek-able)Walk away
IMEI muncul di Apple Coverage tapi model berbeda dari yang dijualRefurb disguised atau scamWalk away
IMEI tidak terdaftar Kemenperin, seller bilang “akan diaktifkan”Tidak ada proses tersebut, scamWalk away
Owner Apple ID berbeda nama dari nama sellerKemungkinan curianInvestigasi dulu
iPhone tidak bisa reset, atau reset minta Apple ID asingActivation Lock activeWalk away
Box dengan stiker IMEI yang berbeda dari *#06#Box/unit swapWalk away
Harga di bawah 50% dari market rate iPhone resmi secondCurian atau BM dengan masalah beratWalk away
Seller refuse video call untuk verifikasiTidak transparan, kemungkinan masalahWalk away

Patokan praktis: kalau seller defensive saat kamu minta cek IMEI - itu sendiri red flag terbesar. Seller legit happy buyer due diligence; cuma seller bermasalah yang resist.

Workflow optimal untuk pembelian iPhone second

8-step verification yang harus dilakukan setiap pembelian, total 15-20 menit:

  1. Minta dial *#06# di depan (atau video call) - screenshot IMEI.
  2. Bandingkan IMEI dengan stiker box dan tray SIM. Tiga sumber harus identik.
  3. Cek imei.kemenperin.go.id - wajib terdaftar.
  4. Cek checkcoverage.apple.com - model match? Warranty status?
  5. Cek sndeep.info - region spec match Indonesia?
  6. Test Activation Lock - minta seller hard reset, atau sign out Apple ID di depan.
  7. Test fungsi fisik - speaker, kamera, Face ID/Touch ID, charging, semua tombol.
  8. Inspect fisik - body, layar, battery health (Settings → Battery → Battery Health, must be ≥80% untuk reasonable second).

Total time: 15-20 menit. Cost saving: jutaan rupiah dari unit yang tidak akan ter-block, ter-lock, atau ter-disguise.

Apa yang dilakukan kalau sudah terlanjur beli unit bermasalah

Kalau BM (tidak terdaftar Kemenperin):

  • Pakai WiFi-only - masih bisa untuk iMessage, FaceTime, semua app non-cellular
  • Daftar legalkan via Bea Cukai - pendaftaran IMEI-nya sendiri gratis (waspada jasa “registrasi berbayar”, itu bukan biaya resmi). Yang dibayar adalah pajak impor (bea masuk 10% + PPN 11% + PPh 10% kalau punya NPWP, 20% kalau tidak) atas nilai HP di atas pembebasan USD 500 per orang. Untuk iPhone belasan-puluhan juta, pajaknya biasanya beberapa juta rupiah (sekitar Rp 4-6 juta), bukan ratusan ribu
  • Jual sebagai ‘WiFi only’ di marketplace dengan disclosure, harga jatuh 30-50%

Kalau iCloud Lock dari pemilik sebelumnya:

  • Komplain ke seller via marketplace, claim refund
  • Kalau seller tidak respons: lapor cyber crime Bareskrim (curian = pidana)
  • Jual sebagai ‘lock iCloud / spare parts’ (Rp 100-500rb)

Kalau replika/palsu:

  • Refund via marketplace dengan bukti hasil cek IMEI di Apple Coverage
  • Lapor seller ke Tokopedia/Shopee untuk ban akun penipu
  • Jangan coba ‘unlock’ via toko HP - semua palsu tidak bisa di-fix

Pencegahan jauh lebih murah daripada perbaikan. Lima menit cek IMEI yang benar = puluhan juta savings dari unit yang akan jadi paperweight.

Untuk security lebih luas terkait akun digital di iPhone, lihat juga cara amankan WhatsApp dari diretas - banyak prinsip verifikasi yang sama apply ke account security secara umum. Setelah unit kamu confirm aman, lanjut ke cara screenshot di iPhone untuk basic operations, dan cara backup chat WhatsApp di iPhone supaya data terlindungi sejak hari pertama pakai.

Langkah-langkahnya

  1. Dapatkan IMEI lewat dial *#06# (paling cepat, semua iPhone)

    Buka aplikasi Phone di iPhone → keypad → ketik *#06# (tanpa tap Call, IMEI langsung muncul). Layar akan tampilkan IMEI 15 digit, dan untuk iPhone dual SIM (iPhone XS dan setelahnya): IMEI 1 dan IMEI 2 (untuk eSIM kalau ada). Catat semua IMEI. Tip: screenshot screen IMEI sebagai dokumen - kalau beli second, foto bareng IMEI screen + tangan kamu untuk bukti dipersilakan oleh seller untuk cek. Cara ini work di semua iPhone dari iPhone 3G hingga iPhone 16 Pro Max, tidak peduli versi iOS, dan tidak butuh internet.

  2. Cara alternatif - Settings, kotak, atau iCloud

    **Via Settings**: Settings → General → About → scroll bawah, lihat 'IMEI' (untuk iPhone single SIM) atau 'IMEI 1' dan 'IMEI 2' (dual SIM). Long-press IMEI untuk copy ke clipboard, lalu paste ke notes atau browser. **Via stiker kotak**: kotak iPhone original ada sticker putih kecil di bagian belakang/bawah yang tertera serial number + IMEI. Untuk iPhone dengan eSIM-only (US version iPhone 14+), IMEI fisik tray SIM tidak ada - cek hanya via Settings atau dial. **Via iCloud.com**: login icloud.com → Find iPhone → pilih device → IMEI tertera di info panel. Cara iCloud unik berguna untuk verifikasi remote - kamu bisa cek IMEI iPhone yang sedang dipegang orang lain (selama login Apple ID kamu).

  3. Validasi #1 - cek registrasi Indonesia di imei.kemenperin.go.id

    Buka https://imei.kemenperin.go.id di browser. Masukkan IMEI 15 digit → captcha → klik 'Cari'. Tiga kemungkinan hasil: (1) 'IMEI terdaftar' + nama brand 'Apple Inc' → unit RESMI Indonesia (diimpor lewat distributor resmi: Erafone, iBox, Digimap, atau Apple Store online ID). Aman pakai jangka panjang. (2) 'IMEI tidak terdaftar' → BM (Black Market), import abu-abu, biasanya dari Singapore atau USA. Sinyal akan diblokir dalam 30-90 hari sejak first activation di Indonesia (kalau belum diblokir saat kamu cek). (3) Error 'IMEI tidak valid' → IMEI palsu atau IMEI yang dicetak ulang (counterfeit). Kemenperin database update real-time - kalau hari ini 'tidak terdaftar', mau kapanpun cek lagi tetap tidak terdaftar (tidak ada proses 'aktivasi belakangan').

  4. Validasi #2 - cek garansi Apple di checkcoverage.apple.com

    Buka https://checkcoverage.apple.com. Masukkan IMEI atau serial number (keduanya work). Captcha → Continue. Hasil yang muncul: (1) **Model iPhone** (misal 'iPhone 13 Pro Max 256GB Sierra Blue') - match dengan yang dijual? Kalau seller bilang iPhone 13 Pro Max tapi Apple report iPhone 13 (tanpa Pro Max), itu refurbished disamarkan atau swap board. (2) **Estimated Purchase Date** - kapan iPhone pertama kali activated di Apple system. (3) **Repairs and Service Coverage** - garansi 1 tahun standar (Limited Warranty) atau AppleCare+ extended. Kalau 'Expired', warranty habis. (4) Tombol 'AppleCare+ Eligible' kalau masih bisa beli AppleCare+ tambahan. Untuk iPhone 'baru' di toko: estimated date harus dalam 30 hari terakhir (kalau lebih lama, kemungkinan stok lama atau refurbished).

  5. Validasi #3 - cek detail model di sndeep.info (third-party)

    Buka https://sndeep.info atau https://www.imei.info. Masukkan IMEI → Search. Tools ini kombinasi data dari Apple + third-party database untuk verify spec lengkap: storage capacity, color, region (US/JP/CN/ID/EU spec), warranty country, dan kadang activation status. Kenapa perlu third-party check meski sudah cek Apple coverage: (1) Apple coverage kadang vague soal region spec - sndeep show eksplisit 'Apple iPhone 14 Pro Max 256GB Deep Purple (A2651 - spek US/Puerto Rico)' yang menandakan US BM, bukan Indonesia ID. (2) Catch unit yang serial Apple-nya valid tapi internal board swap (recovery dari iPhone hilang/curi, dengan main board dari unit warranty-expired). Kalau ada discrepancy antara Apple coverage dan sndeep, tanya seller - kemungkinan unit bermasalah.

  6. Cek tambahan untuk hindari iPhone curian - iCloud Activation Lock

    iCloud Activation Lock = security feature Apple yang lock iPhone ke Apple ID original. Kalau iPhone dicuri lalu di-reset, masih minta Apple ID + password owner asli untuk setup. Cek status: (1) **Sebelum beli**: minta seller hard reset iPhone di depan kamu (Settings → General → Transfer or Reset → Erase All Content), lalu test sampai 'Hello' screen → 'iPhone Locked to Owner' = curian, BATAL beli. Kalau bersih → setup wizard normal. (2) **Tanpa reset (lebih halus)**: di Settings → [nama Apple ID di atas] - kalau seller bisa Sign Out tanpa minta password ke kamu, berarti dia tahu password = clean. Kalau muncul prompt 'Sign Out requires Apple ID password' dan seller tidak tahu = bermasalah. (3) Cek via http://iunlocker.com atau https://applesnstool.com - input IMEI, hasil 'Activation Lock: ON/OFF'. Kalau ON dan seller tidak punya Apple ID original, walk away.

  7. Sebelum bayar - workflow verifikasi untuk pembelian iPhone second

    Checklist 8 step sebelum transaksi (apply untuk COD, marketplace, atau toko): (1) Minta seller dial *#06# di depan kamu, screenshot. (2) Bandingkan IMEI di screen dengan stiker box (kalau box original masih ada) dan dengan tray SIM (cetak laser di tray, bisa baca pakai magnifier). Ketiga IMEI harus IDENTIK. (3) Cek IMEI di imei.kemenperin.go.id - wajib terdaftar untuk pemakaian aman jangka panjang. (4) Cek di checkcoverage.apple.com - model match? Warranty status? Purchase date? (5) Cek sndeep.info - region match Indonesia? (6) Test iCloud Activation Lock: minta seller reset HP, atau minimal sign out Apple ID di depan kamu. (7) Test fungsi fisik: speaker, mic, kamera depan belakang, Face ID/Touch ID, semua tombol, charging port (lightning/USB-C), wireless charging kalau iPhone 8+, Bluetooth, WiFi. (8) Inspect fisik: layar (ada burn-in? scratches dalam), body (penyok? bekas jatuh?), battery health di Settings → Battery → Battery Health (>=80% baru reasonable untuk second).

Pertanyaan yang sering ditanya

iPhone saya tidak terdaftar di Kemenperin, sinyal masih aktif - kapan akan diblokir?

Tidak ada timeline pasti yang published Kemenperin, tapi pola historis: BM iPhone biasanya diblokir 30-90 hari setelah first activation di Indonesia (terdeteksi via IMEI registration ke operator XL/Telkomsel/Indosat). Kalau iPhone kamu sudah aktif di Indonesia 6+ bulan tanpa diblokir, kemungkinan terlewat dari batch enforcement - bisa 'aman' jangka panjang TAPI tidak ada guarantee. Setiap bulan Kemenperin batch-block ribuan IMEI BM yang baru ter-register. Risiko: tiba-tiba sinyal hilang, tidak bisa terima call/SMS/data dari operator Indonesia (WiFi tetap work). Solusi kalau sudah ter-block: (1) Pakai sebagai iPod-equivalent (WiFi only). (2) Legalkan IMEI via Bea Cukai (jalur barang bawaan penumpang/barang kiriman, bukan via Kemenperin dan bukan program khusus WNA) - yang dibayar bea masuk + PPN + PPh atas nilai HP, kisaran Rp 500rb - 2 juta tergantung nilai HP, prosedur cukup ribet dan ada syarat. (3) Jual sebagai 'WiFi only' dengan harga jatuh 30-50%. Pencegahan: jangan beli BM untuk first place.

Bedanya serial number dengan IMEI iPhone apa?

**Serial number** = identifier unik Apple untuk hardware tracking - format alphanumeric 10-12 karakter (contoh 'F2LV4XYZJC6L'). Dipakai untuk: warranty lookup, repair history, AppleCare verification, replacement program eligibility. **IMEI** = International Mobile Equipment Identity, identifier global untuk semua HP cellular - format 15 digit angka (contoh '356789012345670'). Dipakai untuk: cellular network identification, blacklist database (kalau hilang/curi), import registration (Kemenperin). Perbedaan praktis: serial untuk operasi yang melibatkan Apple (warranty, repair), IMEI untuk operasi yang melibatkan operator atau pemerintah (registrasi, blacklist). SCAM red flag: seller kasih serial number tapi bilang itu IMEI - biasanya untuk hindari kamu cek di Kemenperin (karena serial tidak cek-able di Kemenperin database, jadi 'tidak ada hasil' yang mereka excuse sebagai 'database belum update').

Saya beli di iBox / Erafone - masih perlu cek IMEI?

Worth dilakukan meski rare ada masalah. iBox dan Erafone adalah distributor resmi Apple di Indonesia - unit yang dijual seharusnya 100% terdaftar Kemenperin + warranty resmi Apple Indonesia. TAPI: (1) Pernah ada kasus unit display ter-jual dengan claim 'new' (battery cycle sudah 50+ dan storage already used) - cek battery health + storage used setelah unboxing. (2) Refurbished unit kadang masuk channel resmi tanpa disclosure jelas - cek estimated purchase date di Apple Coverage, kalau jauh sebelum hari beli kamu (>3 bulan), tanya CS. (3) Repackaging dari unit return yang lolos QC dengan pengecekan minimal. Cek 5 menit setelah unboxing: dial *#06# verify match dengan stiker box, login icloud.com cek Find My status (harus blank kalau benar-benar new), Settings → Battery → Battery Health (harus 100% kalau new).

Apa beda iPhone Resmi (TAM) vs iPhone Indonesia (yang punya garansi distributor)?

**iPhone Resmi (Apple Authorized Distributor)** = unit dari iBox, Erafone, Digimap, Apple Store ID. Distributor official Apple Indonesia. Warranty: 1 tahun Apple Limited Warranty global, plus support distributor lokal (service center per kota). Terdaftar Kemenperin. **iPhone 'garansi distributor'** = istilah grey untuk unit yang bukan dari distributor resmi tapi diimpor legal-ish dengan pembayaran pajak. Garansi dari toko itu sendiri (bukan Apple), biasanya 1 tahun toko, service via vendor pilihan toko (bukan Apple Authorized Service Provider). Risiko: toko bisa bangkrut / pindah → garansi hangus. **BM (Black Market)** = sama sekali tidak terdaftar, dari import jastip atau jalur ilegal. Tidak ada warranty Apple atau Indonesia. Sinyal kena block dalam beberapa minggu. Recommended urutan: Resmi > Garansi distributor > BM (jangan beli kecuali untuk WiFi-only use case dan harga jauh lebih murah).

Saya pakai SIM Indonesia di iPhone yang saya beli di Singapore (BM), berapa lama sebelum diblokir?

Timeline tidak pasti - bisa 30 hari sampai 1 tahun, tergantung batch enforcement Kemenperin. Pola yang terjadi: (1) First SIM activation di Indonesia trigger IMEI registration ke operator (XL/Telkomsel/Indosat). (2) Operator sync data IMEI ke Kemenperin database. (3) Kemenperin running batch comparison antara registered IMEI dari operator vs official import database. (4) IMEI yang tidak match official import = candidate untuk blacklist. (5) Batch block dilakukan periodically (kadang bulanan, kadang quarter). Yang bisa kamu lakukan: (a) Pakai SIM Singapore atau eSIM dari negara lain untuk hindari trigger registration (tidak praktis untuk daily use di Indonesia). (b) Daftar IMEI legalkan via Bea Cukai - pendaftaran IMEI-nya gratis, yang dibayar adalah pajak impor (bea masuk + PPN + PPh) atas nilai HP di atas pembebasan USD 500 per orang; untuk iPhone belasan-puluhan juta biasanya beberapa juta rupiah (sekitar Rp 4-6 juta), prosedur cukup ribet. (c) Accept risk dan use sampai diblokir, lalu jual sebagai WiFi-only. Saran: kalau plan tinggal di Indonesia long-term, beli iPhone resmi Indonesia dari awal - total cost of ownership lebih murah daripada risk BM ditambah harga unlock kalau ke-block.

iPhone refurbished yang dijual seller pakai term 'rekondisi' - sah pakai?

Tergantung jenis refurbish. **Apple Certified Refurbished** (dijual via apple.com/shop/refurbished, atau iBox/Erafone certified refurb) = sah, kondisi praktis seperti baru, garansi 1 tahun penuh dari Apple. Aman beli. **Third-party refurbished** dari toko HP atau marketplace seller = grey. Pengertian 'refurbished' di pasar Indonesia bervariasi: ganti baterai + bersihkan body (light refurb, masih OK), sampai swap board + housing baru + ganti chip (heavy refurb, bisa unit yang sebenarnya curian dengan IMEI ditukar). Verifikasi: (1) Cek model di Apple Coverage - kalau ada discrepancy dengan yang dijual, suspect. (2) Cek battery health (refurb seharusnya ganti battery, jadi minimal 90%+). (3) Inspect fisik close: ada celah housing tidak rata? Display tidak straight di frame? Speaker grille warna berbeda dari original? Sign of cheap parts. (4) Test all features - refurb kadang skip test wireless charging atau Face ID kalibrasi, jadi muncul issue setelah beli. Recommendation: kalau budget tight, mending iPhone resmi second dari pemilik pertama yang sudah dipakai 1-2 tahun, daripada refurb yang sejarahnya tidak jelas.

iPhone seller bilang 'IMEI akan diaktifkan setelah pembayaran', wajar atau scam?

SCAM, 100%. Tidak ada proses 'aktivasi IMEI' yang baru muncul di Kemenperin setelah pembelian. IMEI iPhone fixed dari production di Apple factory dan tercetak di hardware (board level) - tidak bisa diubah atau diaktifkan post-hoc. Yang ter-register di Kemenperin: import resmi yang sudah lewat Bea Cukai → distributor official → masuk database. Kalau IMEI tidak ada di Kemenperin SEKARANG, tidak akan ada di Kemenperin BESOK atau MINGGU DEPAN - kecuali ada permohonan registrasi manual yang resmi (proses lama, butuh paperwork lengkap, tidak terjadi after-the-fact dari seller marketplace). Excuses serupa yang juga scam: 'IMEI akan terdaftar setelah dipakai 1 bulan' (tidak ada mekanisme tersebut), 'IMEI dual jadi tidak terdaftar di nomor 1' (Kemenperin cek IMEI 1 dan 2 separately, kalau salah satu terdaftar harusnya terdaftar). Walk away dari seller manapun yang kasih excuse ini - beli risk membayar jutaan untuk unit yang akan diblokir.