Panduan Kita

Cara memakaikan popok bayi dengan benar

Cara memakaikan popok bayi yang benar: bersihkan area dari depan ke belakang, keringkan, pasang popok pas, dan cegah ruam. Ini langkah aman dan higienisnya.

Oleh Maya Anggraini 9 menit baca
Cara memakaikan popok bayi dengan benar
Foto: Matt Bango (CC0 1.0) via stocksnap

Mengganti popok terdengar seperti tugas paling sederhana dalam merawat bayi, tapi bagi banyak orang tua baru, memasangnya untuk pertama kali justru terasa canggung. Ada rasa takut memasang terlalu ketat, khawatir bocor di tengah malam, atau bingung membersihkan area yang begitu kecil dan sensitif. Kabar baiknya, memakaikan popok bayi sebenarnya mudah begitu kamu paham urutannya, dan dengan sedikit latihan ia akan menjadi rutinitas cepat yang bisa kamu lakukan sambil setengah mengantuk sekalipun.

Yang membuat perbedaan bukan kecepatan, melainkan kebersihan dan ketelatenan. Popok yang dipasang dengan benar menjaga kulit bayi tetap kering, mencegah ruam, dan tidak mudah bocor. Panduan ini menjelaskan langkah memakaikan popok dari menyiapkan perlengkapan sampai merekatkannya dengan pas, cara membersihkan area popok dengan aman, cara mencegah ruam, serta tanda kapan kamu perlu membawa bayi ke tenaga kesehatan. Semuanya dengan prinsip yang sama: lembut, bersih, dan kering.

Siapkan perlengkapan dan alas yang aman lebih dulu

Kunci ganti popok yang lancar ada sebelum kamu menyentuh bayi: menyiapkan semua perlengkapan lebih dulu. Begitu bayi terbaring dengan popok terbuka, kamu tidak boleh beranjak untuk mengambil sesuatu, jadi pastikan semua ada dalam jangkauan tanganmu. Yang biasa dibutuhkan adalah popok bersih, kapas dan air matang hangat atau tisu basah bayi tanpa alkohol dan pewangi, kain kering yang lembut, dan krim pelindung bila kulit bayi sedang cenderung ruam.

Cuci tanganmu dulu dengan sabun dan air mengalir. Tangan yang bersih adalah cara paling sederhana mencegah kuman berpindah ke kulit dan area kemaluan bayi yang sensitif. Lepas cincin atau jam yang bisa menyimpan kotoran atau menggores kulit bayi.

Pilih tempat mengganti yang rata, bersih, dan aman. Bagi bayi baru lahir, alas rendah seperti kasur atau matras di lantai justru lebih aman daripada meja ganti yang tinggi, karena menghilangkan risiko jatuh sama sekali. Kalau kamu memakai meja ganti, aturan pentingnya cuma satu dan tidak bisa ditawar: jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di atasnya, walau sedetik untuk meraih barang. Selalu jaga satu tangan menyentuh tubuh bayi. Bayi yang tampak belum bisa berguling pun bisa menghentak dan terjatuh dengan cepat.

Siapkan juga dirimu di posisi yang nyaman agar punggung tidak cepat lelah, karena dalam sehari kamu akan mengulang proses ini berkali-kali. Dengan semua siap, ganti popok bisa selesai dalam hitungan menit dan bayi tidak lama telanjang sampai kedinginan.

Membersihkan area popok dengan lembut dan higienis

Setelah popok kotor dibuka dan sebagian kotoran diseka dengan bagian depan popok yang masih bersih, saatnya membersihkan kulit bayi. Gunakan kapas yang dibasahi air matang hangat atau tisu basah bayi yang lembut tanpa alkohol dan pewangi. Air hangat dan kapas adalah pilihan paling lembut untuk kulit bayi baru lahir, sementara tisu basah praktis dipakai saat bepergian.

Aturan paling penting dalam membersihkan adalah arah usapan: selalu dari depan ke belakang, menjauhi arah kemaluan menuju dubur. Ini terutama krusial pada bayi perempuan, karena mengusap dari belakang ke depan bisa membawa kuman dari dubur ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi. Bersihkan lembut lipatan paha dan bokong tempat tinja sering menyelip, tanpa membuka bagian dalam kemaluan terlalu jauh.

Pada bayi perempuan, cukup bersihkan bagian luar dan lipatan; kamu tidak perlu membersihkan ke dalam. Pada bayi laki-laki, bersihkan area sekitar penis dan buah zakar serta lipatan paha, dan jangan menarik atau memaksa kulit di ujung penis. Usap dengan lembut, jangan menggosok kuat, karena kulit bayi tipis dan gampang lecet.

Langkah yang sering terlewat tapi paling menentukan adalah mengeringkan. Setelah area bersih, tepuk-tepuk sampai kering memakai kain lembut atau kapas kering, termasuk di sela lipatan kulit yang lembap. Kulit yang masih basah saat dipopok kembali adalah penyebab tersering ruam popok. Kalau ada waktu dan ruangan hangat, biarkan kulit terkena udara sebentar sebelum memasang popok baru.

Buang kapas dan tisu kotor bersama popok bekas, dan hindari memakai ulang kapas yang sudah menyentuh tinja untuk mengusap area bersih.

Memasang popok agar pas, tidak terlalu ketat atau longgar

Ambil popok bersih dan buka lebar. Angkat kedua kaki bayi dengan lembut memegang pergelangan kaki, cukup untuk mengangkat bokong sedikit dari alas, lalu selipkan popok dengan bagian belakang yang lebih tinggi berada di sisi punggung. Turunkan kaki bayi, tarik bagian depan popok ke atas di antara kedua kaki, dan tutupkan ke perut bagian bawah.

Pastikan posisinya simetris di kiri dan kanan sebelum merekatkan. Rekatkan perekat kiri dan kanan ke bagian depan popok secara berimbang. Ukuran yang pas adalah saat kamu masih bisa menyelipkan satu jari dengan mudah di antara popok dan perut bayi. Popok yang terlalu ketat akan menekan perut, mengganggu napas dan pencernaan, serta meninggalkan bekas merah di kulit. Yang terlalu longgar mudah melorot dan bocor.

Perhatikan karet di sekitar paha. Rapikan agar menghadap keluar, bukan terlipat ke dalam, karena karet yang terlipat adalah celah bocor yang paling umum. Bagian pinggang dan paha harus menempel nyaman tanpa menjepit.

Untuk bayi baru lahir yang tali pusarnya belum lepas, ada satu penyesuaian penting: lipat bagian atas popok ke bawah pusar supaya sisa tali pusar tetap terbuka, tidak tergesek, dan tidak terkena air seni. Sebagian popok bayi baru lahir sudah punya lekukan di bagian ini. Cara merawat area pusar sampai lepas dengan aman bisa kamu baca di cara merawat tali pusar bayi baru lahir.

Kalau perekat sudah tidak lengket karena tersentuh krim atau air, jangan memaksanya. Ganti dengan popok baru agar tidak melorot di tengah jalan.

Mencegah ruam popok sejak dari cara memasangnya

Ruam popok adalah keluhan kulit paling umum pada bayi, dan hampir semuanya berakar pada satu hal: kulit yang terlalu lama lembap dan bergesekan di dalam popok. Karena itu, pencegahannya berputar pada menjaga area popok tetap kering dan bersih.

Ganti popok segera begitu basah atau ada tinja, tanpa menunggu popok penuh. Air seni dan tinja yang mengendap lama membuat kulit iritasi. Setiap kali mengganti, bersihkan dengan lembut lalu keringkan benar-benar sebelum memasang popok baru. Sesekali, beri kulit bayi waktu bernapas tanpa popok selama beberapa menit di atas alas yang aman dan mudah dibersihkan, karena udara membantu kulit tetap kering.

Pilih ukuran popok yang pas, tidak terlalu ketat sehingga tidak menggesek dan tidak memerangkap panas. Kalau kulit mulai tampak kemerahan, kamu boleh mengoleskan tipis krim pelindung yang mengandung bahan seperti seng oksida untuk membentuk lapisan penghalang antara kulit dan kelembapan. Oleskan pada kulit yang sudah kering.

Yang perlu dihindari adalah membubuhkan bahan sembarangan ke kulit bayi. Bedak tabur berisiko terhirup dan mengganggu napas, sedangkan ramuan tradisional, minyak, atau bahan turun-temurun yang belum tentu bersih justru bisa memperburuk iritasi atau membawa kuman. Kalau ragu memakai krim tertentu, tanyakan dulu ke bidan atau dokter anak.

Ruam ringan biasanya membaik dalam beberapa hari dengan cara ini. Kalau tidak kunjung membaik, melebar, melepuh, atau bernanah, itu sudah bukan ruam biasa dan perlu dinilai tenaga kesehatan.

Seberapa sering mengganti popok dan tanda perlu diganti

Tidak ada jadwal kaku yang cocok untuk semua bayi, karena tiap anak berbeda. Panduan paling andal justru sederhana: ganti popok begitu terasa basah atau ada tinja. Bayi baru lahir umumnya buang air kecil cukup sering dan bisa buang air besar beberapa kali sehari, terutama yang menyusu ASI, sehingga popok perlu dicek berkala sepanjang hari.

Waktu yang praktis untuk memeriksa popok adalah setiap habis menyusu dan setiap kali bayi bangun tidur. Sentuh atau perhatikan popok; sebagian popok sekali pakai punya garis penanda yang berubah warna saat basah. Kalau bayi tiba-tiba rewel padahal sudah kenyang dan tidak mengantuk, popok yang basah sering menjadi penyebabnya.

Pada malam hari, kamu tidak perlu membangunkan bayi hanya untuk mengecek popok. Tapi bila ia buang air besar atau popok sudah penuh dan berisiko bocor, tetap ganti agar tidurnya tidak terganggu dan kulitnya tidak lembap semalaman. Memakai popok malam dengan daya serap lebih tinggi bisa membantu.

Seiring bayi tumbuh, frekuensi buang airnya akan berubah dan kamu akan makin hafal polanya sendiri. Pola bayimu adalah panduan terbaik, jauh lebih akurat daripada angka umum mana pun.

Tanda bahaya: kapan harus ke tenaga kesehatan

Sebagian besar urusan popok berjalan tanpa masalah, tapi ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak kamu abaikan. Untuk ruam, bawa bayi ke bidan, dokter anak, atau Posyandu bila kemerahan meluas, tampak melepuh atau ada luka terbuka, bernanah, berbau, atau tidak membaik meski sudah dirawat beberapa hari. Bintik-bintik merah yang menyebar, terutama di lipatan, bisa menandakan infeksi jamur yang butuh penanganan berbeda dari ruam biasa.

Perhatikan juga hal-hal di luar kulit. Bayi yang beberapa jam tidak berkemih dan popoknya kering terus bisa menandakan ia kurang cairan, apalagi bila mulutnya kering dan ia tampak lemas. Tinja yang sangat cair dan sering, berdarah, atau berwarna sangat pucat juga perlu diperiksakan. Begitu pula bila bayi demam, rewel berlebihan, atau tampak kesakitan saat area popok disentuh.

Satu hal yang perlu ditegaskan: jangan mengobati sendiri dengan salep antibiotik, obat, atau ramuan tanpa anjuran, dan jangan menentukan dosis obat sendiri. Keluhan seperti ruam yang membandel, demam, atau berat badan bayi yang tidak naik sebaiknya dinilai langsung oleh tenaga kesehatan. Memeriksakan lebih awal selalu lebih aman daripada menunggu dan berharap membaik sendiri.

Rawat dirimu dan jaga keselamatan bayi

Mengganti popok berkali-kali sehari, sering di tengah malam, adalah bagian dari beban merawat bayi yang jarang dibicarakan tapi nyata melelahkan. Sambil menjaga rutinitas popok, ada beberapa hal mendasar tentang keselamatan bayi yang perlu selalu kamu pegang.

Saat menidurkan bayi, selalu baringkan dalam posisi telentang di alas yang rata dan padat, tanpa bantal, selimut tebal, bumper, atau boneka di dalam boks. Barang-barang empuk itu bisa menutup jalan napas bayi. Di area ganti popok maupun saat memandikan, jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di tempat tinggi atau di dekat air, bahkan hanya untuk sebentar. Panduan memandikan yang aman bisa kamu baca di cara memandikan bayi baru lahir.

Ada juga aturan yang tidak berhubungan langsung dengan popok tapi penting diingat setiap orang tua baru: jangan memberi madu dalam bentuk apa pun kepada bayi di bawah usia satu tahun, karena berisiko menyebabkan botulisme yang berbahaya bagi bayi.

Terakhir, jaga juga dirimu sendiri. Kalau kamu merasa sedih, cemas, atau kewalahan yang tidak kunjung reda setelah melahirkan, itu bukan tanda kamu orang tua yang gagal. Kamu bisa menghubungi layanan kesehatan jiwa SEJIWA Kementerian Kesehatan di 119 ekstensi 8, dan bicarakan dengan pasangan, keluarga, atau tenaga kesehatan. Bayi yang tenang butuh orang tua yang juga terurus.

Untuk panduan merawat bayi dan menemani tumbuh kembangnya yang lain, telusuri kumpulan artikel di kategori Parenting & Anak.

Langkah-langkahnya

  1. Cuci tangan dan siapkan semua perlengkapan dalam jangkauan

    Sebelum mulai, cuci tanganmu dengan sabun dan air mengalir, lalu kumpulkan semua yang kamu butuhkan dalam jangkauan: popok bersih, kapas dan air matang hangat atau tisu basah tanpa alkohol dan pewangi, kain kering, dan krim pelindung bila diperlukan. Menyiapkan semuanya lebih dulu penting karena begitu bayi terbaring, kamu tidak boleh melangkah pergi untuk mengambil sesuatu. Kalau kamu ganti popok di meja ganti, dekatkan semua barang ke sisi tubuhmu. Membuka popok cadangan dari kemasannya sejak awal juga membuat prosesnya lebih cepat, sehingga bayi tidak lama telanjang dan kedinginan.

  2. Baringkan bayi di alas aman dan jangan tinggalkan sendirian

    Baringkan bayi telentang di permukaan yang rata, bersih, dan aman. Kalau bisa, pilih alas yang rendah seperti kasur atau matras di lantai, bukan meja tinggi, supaya tidak ada risiko jatuh. Bila kamu memakai meja ganti, selalu jaga satu tangan menyentuh tubuh bayi sepanjang waktu dan jangan pernah meninggalkannya sendirian walau sedetik untuk meraih barang. Bayi bisa bergerak dan berguling lebih cepat dari yang kamu kira. Buka pakaian bagian bawah bayi secukupnya, dan atur posisimu senyaman mungkin agar punggung tidak cepat lelah selama proses.

  3. Buka popok kotor perlahan dan angkat kaki bayi dengan lembut

    Buka perekat popok kotor perlahan. Kalau popok berisi tinja, gunakan bagian depan popok yang masih bersih untuk menyeka sebagian kotoran ke arah bawah, lalu lipat ke dalam. Angkat kedua kaki bayi dengan lembut memegang pergelangan kakinya, cukup untuk mengangkat bokong sedikit, jangan menariknya terlalu tinggi. Geser popok kotor keluar dari bawah tubuh bayi lalu gulung dengan bagian kotor di dalam. Untuk bayi laki-laki, kamu bisa menutupkan kain atau tisu di area kemaluan sejenak, karena udara terbuka kadang membuatnya berkemih tiba-tiba.

  4. Bersihkan area dari depan ke belakang, lalu keringkan

    Bersihkan area popok dengan kapas yang dibasahi air matang hangat atau tisu basah bayi tanpa alkohol dan pewangi. Selalu usap dari depan ke belakang, menjauhi arah kemaluan, terutama pada bayi perempuan agar kuman dari dubur tidak terbawa ke depan. Bersihkan juga lipatan paha dan bokong tempat kotoran sering menyelip. Usap lembut, jangan menggosok kuat, karena kulit bayi tipis dan mudah lecet. Setelah bersih, keringkan dengan menepuk memakai kain lembut atau kapas kering, termasuk di sela lipatan. Kulit yang kering sebelum dipopok kembali adalah kunci utama mencegah ruam.

  5. Selipkan popok bersih dan atur posisinya dengan benar

    Selipkan popok bersih di bawah bokong bayi dengan bagian belakang yang lebih tinggi berada di sisi punggung. Turunkan kaki bayi, lalu tarik bagian depan popok ke atas di antara kedua kaki hingga menutup perut bagian bawah. Pastikan posisinya simetris di kedua sisi. Untuk bayi baru lahir yang tali pusarnya belum lepas, lipat bagian atas popok ke bawah pusar supaya area itu tetap terbuka dan tidak terkena air seni. Rapikan karet di sekitar paha agar menghadap keluar, bukan terlipat ke dalam, karena karet yang terlipat sering menjadi celah bocor.

  6. Rekatkan popok pas, sisakan ruang selebar satu jari

    Rekatkan perekat kiri dan kanan secara simetris ke bagian depan popok. Ukuran yang pas adalah saat kamu masih bisa menyelipkan satu jari dengan mudah di antara popok dan perut bayi. Terlalu ketat akan menekan perut dan meninggalkan bekas merah di kulit, sedangkan terlalu longgar membuat popok mudah bocor dan melorot. Periksa bagian pinggang dan paha; keduanya harus menempel nyaman tanpa menjepit. Kalau perekat sudah tidak lengket karena tersentuh krim atau air, ganti dengan popok baru daripada memaksa merekatkannya.

  7. Rapikan, buang popok kotor dengan benar, dan cuci tangan lagi

    Kenakan kembali pakaian bayi, dan pastikan tidak ada bagian popok yang terlipat menekan kulit. Gulung popok kotor dengan bagian kotor di dalam, rekatkan memakai perekatnya sendiri, lalu buang ke tempat sampah tertutup. Tisu bekas dan kapas kotor buang bersamaan. Kalau memakai popok kain, simpan di wadah tertutup untuk dicuci terpisah. Terakhir, cuci tanganmu lagi dengan sabun dan air mengalir, karena membersihkan tangan setelah kontak dengan tinja atau air seni sama pentingnya dengan sebelum mulai. Angkat dan gendong bayi dengan tetap menopang kepala dan lehernya.

Pertanyaan yang sering ditanya

Berapa kali sehari popok bayi perlu diganti?

Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua bayi, karena tiap anak berbeda. Secara umum, bayi baru lahir cukup sering buang air kecil dan besar, sehingga popok biasanya perlu dicek dan diganti setiap beberapa jam serta setiap habis menyusu. Prinsipnya sederhana: ganti begitu popok terasa basah atau ada tinja, tanpa menunggu jadwal kaku. Membiarkan popok basah terlalu lama membuat kulit lembap dan mudah ruam. Pada malam hari, kamu tetap perlu mengganti bila bayi buang air besar atau popok sudah penuh, meski tidak perlu membangunkannya hanya untuk memeriksa. Perhatikan pola bayimu sendiri sebagai panduan terbaik.

Bagaimana cara mencegah ruam popok?

Kunci utamanya adalah menjaga area popok tetap bersih dan kering. Ganti popok segera setelah basah atau kotor, bersihkan dengan lembut dari depan ke belakang, lalu keringkan benar-benar sebelum memasang popok baru. Sesekali biarkan kulit bayi terkena udara tanpa popok selama beberapa menit di alas yang aman. Pilih popok dengan ukuran yang pas, tidak terlalu ketat. Kamu boleh memakai krim pelindung berbahan seperti seng oksida bila kulit mulai kemerahan, tapi hindari membubuhkan ramuan, bedak, atau bahan tradisional sembarangan yang belum tentu aman. Kalau ruam tidak membaik dalam beberapa hari, melepuh, atau bernanah, periksakan ke tenaga kesehatan.

Lebih baik popok kain atau popok sekali pakai?

Keduanya sama-sama bisa dipakai dengan aman, dan pilihan bergantung pada kebutuhan serta kenyamananmu. Popok sekali pakai praktis, menyerap banyak, dan cocok saat bepergian, tapi menambah biaya rutin dan sampah. Popok kain lebih hemat dalam jangka panjang dan bisa dipakai ulang, tapi perlu dicuci bersih dan diganti lebih sering karena daya serapnya berbeda. Apa pun yang kamu pilih, prinsip merawatnya sama: ganti begitu basah atau kotor, bersihkan dan keringkan kulit dengan baik, dan pastikan ukurannya pas. Sebagian orang tua memakai keduanya bergantian, misalnya popok kain di rumah dan sekali pakai saat keluar. Pilih yang paling bisa kamu jalani dengan konsisten.

Bagaimana memakaikan popok saat tali pusar belum lepas?

Selama tali pusar bayi belum lepas, lipat bagian atas popok ke bawah pusar setiap kali memasangnya. Tujuannya agar sisa tali pusar tetap terbuka terkena udara, tidak tergesek, dan tidak terkena air seni yang bisa memperlambat proses mengeringnya. Sebagian popok bayi baru lahir sudah punya lekukan khusus di bagian pusar; kalau tidak ada, cukup lipat sendiri bagian depannya. Jaga area pusar tetap kering dan jangan membubuhkan apa pun ke pangkalnya. Kamu bisa membaca panduan lengkapnya di artikel cara merawat tali pusar bayi. Bila kulit sekitar pusar memerah, bengkak, bernanah, atau berbau, bawa bayi ke bidan atau dokter anak.

Bagaimana tahu ukuran popok sudah pas dan tidak terlalu ketat?

Popok yang pas menempel nyaman tanpa menekan. Patokan mudahnya, kamu masih bisa menyelipkan satu jari di antara popok dan perut bayi. Kalau popok meninggalkan bekas merah dalam di pinggang atau paha, berarti terlalu ketat atau ukurannya sudah kekecilan. Sebaliknya, kalau sering bocor di bagian paha atau popok melorot, kemungkinan terlalu longgar atau perlu ukuran yang lebih sesuai. Perhatikan juga karet di sekitar paha; pastikan menghadap keluar dan tidak terlipat ke dalam agar tidak bocor. Berat badan bayi, bukan usianya, adalah patokan utama memilih ukuran popok. Naikkan ukuran saat berat bayi bertambah dan popok mulai terasa sempit.

Kapan ruam popok perlu diperiksakan ke dokter?

Ruam popok ringan berupa kemerahan tipis biasanya membaik dalam beberapa hari dengan perawatan di rumah: sering ganti popok, jaga kering, dan pakai krim pelindung. Namun kamu perlu memeriksakannya ke bidan, dokter anak, atau Posyandu bila ruam meluas, tampak melepuh atau ada luka terbuka, bernanah, berbau, atau tidak membaik meski sudah dirawat beberapa hari. Waspadai juga bila muncul bintik-bintik merah menyebar yang bisa menandakan infeksi jamur, atau bila bayi demam, rewel berlebihan, dan tampak kesakitan. Jangan mengobati sendiri dengan salep antibiotik atau ramuan tanpa anjuran, dan jangan menentukan dosis obat sendiri. Biarkan tenaga kesehatan menilai penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.

Apakah cara membersihkan bayi perempuan dan laki-laki berbeda?

Ada sedikit perbedaan yang perlu kamu perhatikan. Pada bayi perempuan, selalu usap dari depan ke belakang, menjauhi arah kemaluan, agar kuman dari dubur tidak terbawa ke depan, dan bersihkan lembut lipatan tanpa membuka bagian dalam terlalu jauh. Pada bayi laki-laki, bersihkan area sekitar kemaluan dan lipatan paha, dan jangan menarik atau memaksa kulit di ujung penis untuk membersihkannya. Saat membuka popok bayi laki-laki, tutupkan kain atau tisu sejenak karena udara terbuka kadang membuatnya berkemih tiba-tiba. Untuk keduanya, usap lembut, keringkan sela lipatan, dan hindari menggosok kuat. Kalau kamu melihat kemerahan, bengkak, atau cairan tidak biasa, tanyakan ke tenaga kesehatan.